Senin, 07 Oktober 2024

Sinopsis Film Petualangan Sherina (2000)


 


Sherina, seorang anak SD yang periang, aktif, setia kawan dan pandai bernyanyi ini sedang bersuka ria bareng sahabat sahabat sekolahnya di Jakarta. Tiap pulang sekolah mereka menyempatkan diri untuk bermain bersama. Sherina sangat menyukainya.



Mendadak, ayahnya pulang kerja lebih cepat dan akan memberitahukan sebuah berita penting ke Sherina. 

Mereka sekeluarga akan segera pindah ke Bandung karena urusan pekerjaan ayahnya di bidang perkebunan. Sherina sempat speechless dan ia merasa kesal karena berfikir akan berpisah dengan teman temannya. Ia tidak berkata kata, ia menjauh dari pandangan orangtuanya dan menyendiri. Namun kepindahan itu harus dijalani walau Sherina masih tidak ikhlas.


Beberapa hari kemudian, tibalah saatnya Sherina pindah. Sherina pergi diiringi kesedihan teman temannya.



Selama perjalanan ke rumah baru, Sherina hanya terdiam. Namun diam diam ia menikmati dan memperhatikan pemandangan hutan dan kebun di sekitar Bandung Utara itu.

Lanjut, di sekolah Sherina yang baru ada 3 orang murid nakal. Yaitu Sadam, Ichang dan Dudung. Dan sepertinya Sadam adalah ketua genk nya. Masih pagi, Sadam sudah membuat onar kepada teman sekelasnya, Fariz.



Bu guru menyelesaikannya, ia tidak menghukum Sadam dan genk nya karena di kelas mereka kedatangan teman baru yaitu Sherina. Ketika Sherina menyebutkan namanya, ia malah diejek dengan sebutan "monyet" oleh Sadam dengan lantang. Hal itu membuat Sherina kesal. Syukurlah di hari pertama Sherina mendapatkan teman yang baik, sama baiknya seperti temannya yang di Jakarta. 

Sherina mencoba membalas perkataan Sadam. Ia menantang Sadam, dan Sadam dibuat malu oleh Sherina dan kawan kawannya.


Tidak terima, esoknya Sadam membalasnya. Ia menaruh lem di bangku Sherina dan rok dia jadi nempel di bangku. Sherina sangat kesal dan ia ngedumel di rumahnya. Ia melarang ibunya untuk mencucinya, biar tersangkanya saja yang mencucinya. Ayahnya menenangkannya, Sherina akan di ajak ke sebuah perkebunan besar milik pak Ardiwilaga. Mereka akan menginap 3 hari disana. Sherina langsung berubah menjadi lebih baik.


Sesampainya di rumah pak Ardiwilaga, tanpa disangka sangka ternyata itu adalah rumah musuhnya Sherina yaitu Sadam. Hal yang paling menggelitik, Sadam dipanggil "yayang" oleh ibunya dan ternyata dia anak mami. Entah mimpi apa Sherina bisa menginap di rumah musuhnya. Sadam terpaksa harus mengajak Sherina bermain karena suruhan maminya.


Sherina bermain main dengan Sadam dikebun. Sherina menantang Sadam lomba lari, Sadam menolak. Ia ingin lebih dari itu, yaitu lomba dulu-duluan untuk sampai ke Boscha. Sherina yang pantang menyerah menyetujuinya.

Walau ada tentangan dari orangtua Sadam, tapi akhirnya mereka jadi jalan juga hanya berdua. Selama perjalanan, Sherina takjub dengan pemandangannya yang tidak pernah ia dapatkan di Jakarta dulu.


Sialnya, di tengah tengah perjalanan di dalam hutan Sherina kehilangan jejaknya Sadam. Tiba tiba Sadam menghilang! 

Sherina merasa capek dan ia istirahat sebentar. Tanpa disadari, ia di hampiri oleh seorang pria dan mengatakkan kalau ia temannya pak Ardiwilaga dan Sadam ada di rumahnya dia ingin bertemu Sherina. Sherina curiga namun ia tetap mengikuti pria itu. Sesampainya di "rumah" pria itu, Sadam berteriak dari dalam mobil "Sherina, lari!". Sherina refleks dan dia kabur menjauhi para penculik. Para penculik kecolongan. 


Ternyata Sadam di culik!. Sherina dengan segala akalnya akan membantu Sadam keluar dari mobil penculik itu.


Para orangtua di rumah jadi khawatir, kenapa Sadam dan Sherina belum pulang padahal waktu sudah sore.

Sherina diam diam masuk ke dalam mobil penculik dan sampai di basecamp para penculik. Karena sudah tengah malam, Sherina jadi ketiduran. Tanpa ia sadari, alarm di jam tangannya berbunyi dan ia sadar ia harus menjalankan misi nya. Ia berhasil membawa Sadam keluar dan membawa beberapa bukti untuk di kasih ke orangtuanya.

Sadam mengajak Sherina kabur ke Boscha, tempat tujuan utama mereka. Hanya Boscha satu satunya yang masih buka di tengah malam begini.

Sherina takjub dengan isi dari Boscha, terdapat teropong besar. Dan Sadam bisa dengan lancar menceritakan tentang tata surya.


Mereka tertidur. Sialnya, pegawai Boscha tidak ada di tempat karena istrinya melahirkan jadinya Sherina dan Sadam istirahat disana dan terkunci dari dalam. Sadam tidak bisa tidur karena asma dia kambuh. Para penculik itu mendatangi Boscha dan akan membawa Sadam kembali. Itu karena jejak permen coklat yang dijatuhi Sherina, makanya mereka jadi ketahuan. Sadam menyuruh Sherina saja yang keluar sendirian sambil cari orang orang di pasar, mereka mengenali ayahnya Sadam. Sadam sangat merintih kesakitan dan Sherina meminta maaf kemudian pergi. Ia dikejar kejar oleh penculik namun berhasil menghindar.

Orangtua Sadam di ancam untuk memberikan uang 3 Milyar demi menyelamatkan Sadam. Mami nya Sadam sangat khawatir, ia berniat akan menjual perkebunan suaminya. Suaminya sangat tidak setuju, namun tidak ada cara lain karena ini mendesak. Orangtua Sherina tidak bisa melakukan apa apa selain berdoa. Ayah Sherina ikut mencari Sadam dan Sherina, ternyata mereka jalan sejauh ini. Banyak bukti yang tertinggal seperti plester Sherina dan botol minum Sadam. Alhasil mami nya Sadam meminta tolong Natasha untuk membeli perkebunannya secara cash. Karena Natasha memang dari dulu ingin membeli perkebunan itu.

Usut punya usut, ternyata Natasha adalah komplotan dari seorang mafia tanah yang ingin sekali merampas perkebunan pak Ardiwilaga untuk menyempurnakan proyek real estate nya, pak Kertarajasa. Jadi Kertarajasa menyuruh anak buahnya untuk menculik anak pak Ardiwilaga dan minta tebusan 3M ke mereka. Otomatis, pak Ardiwilaga akan menjual perkebunannya demi mendapatkan 3M itu. Usaha mereka hampir saja berhasil.

Di waktu dan jam yang sama, pak Ardiwilaga akan menandatangani surat perjanjian jual beli tanah sambil menatap sedih, lalu di sisi lain Sherina berhasil menemukkan pasar dan bertemu pedagang yang mengenali pak Ardiwilaga. Dengan cepat Sherina menuju ke rumah pak Ardiwilaga sebelum terlambat.


Sherina datang tepat waktu! Di saat pak Ardiwilaga ingin menandatangi surat itu, Sherina berteriak datang. Para orangtua menghampiri dengan perasaan cemas dan lega. Syukurlah Sherina baik baik saja, namun tidak dengan Sadam. Sherina menjelaskan dengan terengah engah kalau mereka habis jadi korban penculikkan, dan Sadam masih ada di Boscha. Sherina memberikan beberapa bukti yang menunjukkan dalang dibalik penculikkan tersebut. Setelah dilihat, ternyata Natasha adalah komplotan Kertarajasa. Natasha hanya bisa terdiam kalah dan polisi segera menangkap Natasha.

Kertarajasa yang sedang melakukan konferensi pers mengenai project barunya "Pasundan Valley" jadi terhambat karena datangnya polisi yang ingin menangkap beliau. Beliau ditangkap di depan para wartawan dan gagal melanjutkan konferensi pers. Di sisi lain Sadam berhasil di kembalikkan ke orangtuanya.

Keesokannya Sherina menuju ke rumah pak Ardiwilaga sembari tersenyum. Ia mendapati petualangan yang tidak terlupakkan. Sherina dan Sadam pun berbaikan. Di sekolah catatan mereka mengenai liburan selama 3 hari pun sama. Mereka di sorakki riuh oleh teman teman sekelasnya. 



-end-




Tidak ada komentar:

Posting Komentar