Minggu, 09 Februari 2025

Sinopsis Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016)

 


Cinta sudah menjadi dewasa. Sudah bukan anak SMA lagi yang masih mengurusi mading, membuat puisi dan berkumpul bareng genk nya. Kini dia lebih dari itu. Dia menjadi wanita karir dengan bisnisnya sendiri. Dia menggeluti dunia seni. Dia membuka galeri sendiri untuk pagelaran seni seperti pembacaan puisi, arts, performing arts, nyanyi dan lain lain. Isinya anak anak muda dengan kreatifitasnya, dan Cinta adalah bos nya. 

Setelah sudah bertahun-tahun tidak berjumpa dengan sahabat sahabatnya, akhirnya mereka reuni. Maura yang sudah menikah dan memilikki 3 orang anak, Milly yang sedang hamil dari sang suami, Mamet dan kemudian ada Karmen yang datang telat karena ia gugup bertemu dengan genk nya dulu. Ya, Karmen sempat terjerumus ke dalam dunia narkotika lalu sekarang bebas rehabilitasi. 

Merayakan kebebasan Karmen dan memperingati persahabatan mereka, Cinta dan yang lainnya mau mengadakkan jalan jalan ke Jogja selama 3 hari. Mereka sangat senang dan antusias dengan rencana tersebut. Terutama Karmen yang sangat berterima kasih pada mereka karena sudah sangat baik mau menunggu dan berteman dengan dirinya. 


Cinta tak lupa izin kepada tunangannya, Trian yang seorang pengusaha. Entah kenapa ekspresi wajah Karmen seperti kurang suka melihatnya. 

Next, mereka menikmati perjalanan mereka. Mereka tak lupa juga menghampiri makam Alya yang sudah meninggal sejak 4 tahun lalu. 

Mereka menginap di sebuah guest house yang sangat asri, luas tapi bagus. Mereka bercengkrama, riang, dan menikmati tiap sudut kota Jogja. 


Di sisi lain, Rangga sedang berada di Amerika. Ia belum menikah dan sekarang bekerja di sebuah coffee shop. Ya, coffee shop itu punya dia sendiri. Ia selalu kedatangan tamu yaitu sahabatnya sendiri, Robert. Robert selalu menyarankan Rangga untuk menulis puisi atau cerpen lagi seperti yang ditampilkan di majalah. Robert terkesima dengan tulisan Rangga di majalah tersebut. Namun Rangga hanya bersikap cuek. Ini seperti cerita pak Wardiman yang menyuruh Rangga ikut lomba puisi di sekolah. 

Someday, Rangga kedatangan tamu orang Indonesia. Lalu ia mengenal Rangga. Ternyata dia adalah adik tirinya Rangga yang bernama Sukma. Rangga sudah bertahun tahun tidak bertemu ibunya. Ayahnya sekarang meninggal dan Rangga hidup sendiri. Sukma mencari cari Rangga hanya untuk memberi tahu kalau ibunya sedang sakit. Ibunya kini butuh sosok Rangga.. Namun kesakit hatian Rangga masih ada kalau ingat perlakuan ibunya dulu.. Adiknya masih mencoba membujuk Rangga dan meninggalkan sebuah foto keluarga mereka beserta alamat rumah mereka di Jogja. Pokoknya, kedatangan Rangga sangat di tunggu oleh sang ibu. Rangga hanya terdiam. 

Ketika Cinta sedang asik bersenang senang di Jogja, entah kenapa pikiran dia terkadang gamang. Ia sesekali terdiam. 

Rangga pun berubah pikiran, ia pergi ke Indonesia untuk bertemu ibunya. Tapi sebelum itu, ia ingin sekali bertemu dengan seseorang yang selalu ada dipikirannya. Yaitu Cinta. Setelah sampai di bandara Soetta, ia pergi menuju ke rumah Cinta. Ketika sampai, apes nya Cinta sudah tidak tinggal disana. Rangga pun menyerah soal Cinta dan ia pergi lagi ke Jogja menggunakan kereta. 

Rangga masih mencintai Cinta dan ia ingin menjelaskan  apa yang terjadi. Namun Rangga tak tahu kalau Cinta kini sudah bertunangan. 

Keesokannya secara tak sengaja, Karmen dan Milly yang sedang asik membeli roti melihat sosok Rangga. Ya, Rangga yang sedang asik berjalan kaki sambil mengalungkan kamera DSLR nya. Karmen dan Milly kaget lalu mencoba membuntutinya. Mereka meyakinkan diri kalau itu benar Rangga. 


Malam harinya Karmen, Milly dan Maura rapat mendadak tanpa Cinta. Maura sewot karena keinginan Karmen untuk mempertemukkan Cinta dan Rangga sekali saja, karena nanti hubungan Cinta dan Trian akan terganggu. Namun menurut Karmen, Cinta berhak mendengarkan penjelasan yang benar-benar jelas dari mulut Rangga kenapa Rangga mengakhiri hubungan mereka sedari 9 tahun yang lalu tanpa penjelasan yang jelas. Di saat putus, Cinta benar benar kacau dan sangat kecewa pada Rangga karena hanya lewat surat dan alasannya tak menentu. Hasil rapat mereka alot. 

Namun keesokan paginya, Karmen, Milly dan Maura menceritakkan secara jujur ke Cinta. Cinta merasa kaget dan aneh dengan kedatangan Rangga di Jogja. Namun sebenarnya Cinta penasaran. Cinta pun menegaskan ke mereka kalau ia tak ingin bertemu dengan Rangga. 

Karmen merasa janggal. Ia merasa itu tak jujur dari hatinya Cinta. 

Mereka lanjut jalan jalan ke pantai, namun Cinta seperti merasa khawatir dan lebih banyak diam. 


Di malam hari ketika di galeri Seniman Jogja, alangkah kagetnya Cinta kalau ia bertemu dengan Rangga. Lebih tepatnya Rangga yang memanggilnya. Cinta tak ramah dan juga tak senang dengan kedatangan Rangga. Rangga meminta maaf, namun tak di gubris. 

Cinta buru buru pulang ke penginapan dan mempacking semua barang. Ia hendak ingin pulang duluan. Teman teman menenangkannya terutama Karmen. Karmen merasa kalau sepertinya Cinta tak akan tenang kalau urusan dia dengan Rangga belum selesai. Cinta merasa masalah dia dengan Rangga sudah tak perlu di jelaskan lagi. Ia merasa langkah Karmen itu salah. Cinta dan Karmen bertentangan. Mereka bertengkar. 

Mereka berbaikan kembali. Cinta sadar kalau kata kata dia telah menyinggung Karmen. 

Lalu, Cinta memutuskan akan bertemu dengan Rangga di esok hari. Rencana Cinta adalah bertemu dengan Rangga obrolin yang harus di obrolin selama 1 atau 2 jam kemudian lanjut jalan jalan dengan teman temannya. Teman temannya pun mendukung Cinta. 

Cinta bertemu dengan Rangga. Suasananya hening namun kaku dan dingin. Cinta berbicara duluan kalau permintaan pertemuan mereka adalah dari teman temannya. Cinta lebih membicarakkan kalau ia sangat kecewa dengan sikap Rangga yang tiba tiba memutuskan tanpa ada kejelasan yang pasti. Rangga hanya terdiam mendengarkan. 


Setelah mendengarkan unek unek Cinta, giliran Rangga yang ngomong. Rangga mengajak berbicara sambil jalan jalan. 

Rangga mencoba memberikan penjelasannya secara seksama, walau Cinta masih agak tidak terima. Jadi keadaan Rangga waktu di New York sangatlah sulit. Ayahnya meninggal dunia dan Rangga harus bekerja sambil kuliah disana. Hal itu sangat berat untuknya. Lalu ia tak ingin Cinta kecewa dengan keadaannya. Ia takut tak bisa membahagiakan Cinta. Maka dari itu ia memutuskan hubungan mereka. 

Namun Cinta tetap tak terima, kenapa Rangga tidak jujur?, kenapa Rangga tak memberikan penjelasan yang baik kepadanya selama 9 tahun?.Apakah ada wanita lain di sisi Rangga?  Cinta merasa marah. 

Akan tetapi, tujuan Rangga disini memang minta maaf setelah menjelaskan semuanya. Sampai sampai tak sadar kalau mereka sudah jalan sejauh ini. Dan Cinta merasa seharusnya mereka damai dan menjalani kehidupan masing masing. Cinta pun tertarik apa tujuan Rangga ke Jogja. Ternyata karena ibunya. 


Rangga menceritakkan sedikit demi sedikit kepada Cinta apa yang terjadi selama mereka berpisah. Cinta merasa terenyuh. 

Cinta tak menduga Rangga tau lokasi dan perjalanan di Jogja. Rangga sampai menyewa mobil Jeep untuk jalan jalan berdua. Cinta tak bisa menolak karena siapa tahu ini adalah pertemuan terakhir mereka. 

Mereka jalan jalan ke candi ratu Boko. Mereka berbincang ringan seperti membicarakan pemilu di Indonesia, tentang keponakan, almarhum ayahnya Rangga dan sebagainya. Cinta dan Rangga tersenyum. Cinta juga berharap, kalau Rangga sudah bisa berdamai dengan dirinya harusnya dia juga bisa berdamai dengan ibunya. 

Tanpa terasa yang tadinya hanya ingin sejam 2 jam malah terus berlanjut jalan jalan dengan Rangga sampai malam. Karmen dkk khawatir pada Cinta bahkan chat pun tak dibalas. Apalagi kalau Trian menelponnya. Mereka seperti takut dan terkesan menutupi kalau Cinta selingkuh dari Trian. Padahal tidak. Cinta pun akhirnya mengirimi mereka chat ketika jam makan malam, agar mereka tak khawatir. 


Selain ke candi ratu boko, Cinta diajak juga ke theater boneka, makan sate klatak dan ke klinik kopi sampai sampai mereka terjaga semalaman. Perselisihan diantara mereka ada, namun bisa berbaikkan lagi. Rangga memberikan sebuah kertas yang dilipat ke Cinta sebagai hadiah karena sudah mau memaafkannya. Namun kertas itu jangan dibaca di depannya. 

Cinta diajak lagi ke sebuah tempat yang unik, bagus, dan sangat gak disangka. Yaitu ke Puthuk Stumbu di sebuah gereja tua. Rangga menantikkan ini dan menghitung jam nya. Setelah sampai di puncak gereja, ternyata pemandangannya bagus sekali. 


Sudah pagi, Cinta diantar pulang ke penginapan oleh Rangga. Sudah saatnya mereka harus berpisah. Namun Cinta seperti enggan.. Cinta pun nekat mencium Rangga, kemudian pergi. 

Teman teman Cinta menghampiri Cinta. Mereka sangat khawatir. Mereka bertanya bagaimana dengan Rangga? Apakah urusannya sudah selesai? Apakah Rangga sudah menikah?. Cinta menjawab satu persatu. Mereka harus pulang ke Jakarta hari ini. Teman teman Cinta sudah bantu mempacking barang Cinta dan belikkan oleh oleh untuk Trian. 

Cinta merasa kalau diri dia salah banget melakukan hal itu ke Rangga. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. Ia merasa sangat nekat dan salah. 

Selama di Jakarta, Cinta tak memberikan penjelasan yang sebenarnya ke Trian. Ia merasa ganjal dan kepikiran terus akan hal itu. Cinta pun curhat ke Karmen namun tetap saja ia tak bisa jujur. 

Di sisi Rangga, ia berhasil menemukan rumah sang ibu. Sukma senang sekali mas Rangga datang, lalu ia menarik ibunya keluar perlahan dan memperlihatkan kedatangan Rangga. Sang ibu terlihat sedang sakit. Ia menghampiri Rangga perlahan dan memeluknya. Ia sangaaaaat rindu padanya. Rangga yang memiliki pendirian cuek pun merasa luluh dan menangis di pelukkan sang ibu. Hal itu seperti memberikan isyarat kalau Rangga sudah berdamai dengan masa lalunya. Rangga pun bercengkrama ria dengan keluarga besarnya sambil makan siang bersama. Dunia Rangga kembali tersenyum. 

Rangga masih ada di Jakarta. Ia ingin sekali bertemu dengan Cinta sekali lagi sebelum ia berangkat ke Amerika. Rangga mengiriminya chat, namun jawaban Cinta adalah sebaiknya mereka tak usah bertemu. Rangga kesal. 

Cinta membaca puisi yang diberikkan Rangga secara saksama. Isi dari puisi itu adalah pengharapan Rangga akan Cinta untuk bersatu kembali. Cinta hanya menampik. Rangga seperti pengganggu baginya. 

Tanpa di sangka, di tempat kerja Cinta ia kedatangan tamu yaitu Rangga. Cinta hendak meladeni namun ia langsung mengatakkan Rangga tak usah mampir kesini. Rangga tidak mau mendengarkan. Ia merasa hubungan mereka harus diperbaiki lagi dari awal. Tapi Cinta menolaknya dengan mengatakkan 'Rangga, i'm getting married' . Rangga terdiam menahan ego nya. Lalu ia menegaskan ke Cinta 'bilang sama saya kalau yang di Jogja kemarin itu tidak ada artinya buat kamu??'.

Pertanyaan yang membuat Cinta galau. Tapi ia harus memberikan jawaban pasti. Cinta menjawab kalau yang di Jogja dan ciuman itu adalah salah. Oke, Rangga mengerti. Berarti hubungan mereka sudah tak bisa di perjuangkan. Rangga pun mundur dan pergi dari studio Cinta. Tanpa sengaja, Rangga bertemu dengan Trian di pintu. 

Trian bertanya kepada Cinta, bukankah itu Rangga? Kenapa dia ada disini?. Posisi Cinta tersudutkan. Ia mengaku salah kepada Trian. Ia salah tak menceritakkan sebenarnya ke Trian dari awal. Trian menjadi marah kalau Cinta ternyata diam diam bertemu dengan Rangga di Jogja. Tapi Cinta menjelaskan kalau bukan seperti itu yang terjadi, mereka bertemu secara tak sengaja. 

Sepertinya hubungan Trian dan Cinta kandas. Cinta berusaha jujur kalau ia masih sayang pada Rangga. 

Cinta mengejar Rangga ke bandara dengan terburu buru. Namun sayangnya, Cinta menabrak pembatas jalan dan pupus sudah pertemuan mereka di bandara. 

Beberapa bulan kemudian, Rangga di kedai kopi miliknya di Amerika pada musim dingin. Ketika ia memeluk pegawai wanitanya karena dia senang gajinya di naikkan, Cinta malah datang menyaksikan adegan itu. Cinta kabur. 

Rangga mengejarnya 

Rangga menjelaskan kalau itu salah paham. Cinta jadi tersenyum. Rangga gak menyangka kalau ia akan datang. Cinta mengatakkan kalau ia mencintainya. Mereka pun bersatu kembali. Rangga pun bisa bertemu dengan teman temannya Cinta ketika Milly sudah lahiran. 


Tamat