Jumat, 21 Juni 2024

SINOPSIS DRAMA MISCHIEVOUS KISS : LOVE IN TOKYO



Pemeran utamanya, Aihara Kotoko adalah seorang siswi SMA kelas 3 di SMA Tonan, ia berada di kelas 3F, dimana kelas tersebut adalah kelas anak anak bodoh,, beda sama kelas A yang isinya murid murid pintar dan ambisi.

Ia diam diam menyukai seorang murid laki laki dari kelas A yang sangat cerdas dan tampan, namanya Irie Naoki. Ia jadi kebanggaan guru guru dan teman sekelasnya, IQ nya saja 200. Kotoko menyukai Naoki sejak pandangan pertama ketika Naoki menjadi perwakilan siswa di penerimaan siswa baru waktu kelas 1 SMA.

Selama hampir 3 tahun memendam, Kotoko akhirnya memberanikan diri menyatakan cintanya ke Naoki melalui surat. 
Naasnya, surat tersebut tidak di terima dan di tolak mentah mentah. Hal ini membuat Kotoko shock dan sedih. Hal ini pula menjadi viral di sekolahnya. 



Untung Kotoko punya sahabat yang selalu menghiburnya, yaitu Jinko dan Satomi. Mereka teman sekelas Kotoko. Tidak lupa juga ada Kintaro alias Kin Chan yang selalu ada untuk Kotoko. Ia menyukai Kotoko, namun sifatnya yang sangat bar bar berbeda sekali dengan Naoki, membuat Kotoko tidak menyukai Kin chan. Ia menganggap Kin chan adalah sahabat terbaik. Kin chan sangat peduli pada Kotoko, ia selalu membuatkan makanan untuk Kotoko. Kin chan tau kalau Kotoko menyukai Naoki, namun Kin chan tidak menyerah.



Keesokannya, kesialan terjadi pada Kotoko kembali. Kali ini rumah Kotoko hancur seketika karena kejatuhan batu meteor. Itu membuat Kotoko dan ayahnya sangat sedih.
Kecelakaan tersebut jadi viral karena ada TV yang menyiarkannya. Ayah Kotoko memiliki kedai makanan, mungkin untuk sementara Kotoko dan ayahnya akan tinggal di kedai.

Gara gara terkenal di berita TV, Ma-chan salah satu sahabat lama ayahnya Kotoko datang dan membantu ayahnya Kotoko. Ma-chan memberikan bantuan berupa tumpangan tempat tinggal di rumahnya.

Ma-chan dan suaminya adalah sahabat karib ayahnya Kotoko ketika SMA. Lalu mereka terpisah karena sibuk dengan urusan masing masing.

Kotoko dan ayahnya merasa terbantu. Mereka pun datang ke rumah Ma-chan. Ini seperti reuni kecil.

Betapa kagetnya Kotoko, ternyata anaknya Ma-chan adalah Naoki! Ya, Irie Naoki. Entah harus senang atau tidak, namun ini terjadi begitu saja. Naoki lupa lupa ingat dengan Kotoko. Kotoko jadi ketakutan. Naoki punya adik namanya Yuuki. Yuuki masih SD, ia memiliki sifat sama seperti kakaknya. Naoki dan Yuuki sama sama tidak menyukai Kotoko. Namun, ibunya Ma-chan menenangkannya. Ibunya senang sekali Kotoko dan ayahnya mau menginap. Pokoknya ibunya selalu memperlakukan baik ke keluarga Kotoko.



Hari demi hari dilalui Kotoko yang selalu se rumah dengan Naoki. Naoki bersikap sangat cuek dan ga peduli pada Kotoko. Namun ibunya Naoki selalu menyuruh Naoki bersikap ramah pada Kotoko, karena mereka teman satu sekolahan. Naoki belum bisa menerima itu.

Kotoko tinggal di rumah Naoki adalah rahasia besar, teman teman sekolahnya tidak boleh ada yang tau.

Naasnya, malah ketahuan gara gara Kotoko menyimpan jimat untuk berhasil ujian,, ternyata isi jimat tersebut adalah foto Kotoko dan Naoki di satu rumah. Ibunya Naoki sangat iseng suka ambil foto mereka berdua. Ibunya Naoki sangat terobsesi kalau Kotoko harus pacaran bahkan menikah dengan Naoki.

Setelah kelulusan, Kin Chan tidak melanjutkan kuliah. Itu menjadi hal yang sangat sedih. Namun setelah melihat Kotoko, akhirnya dia sadar akan mimpinya.. Alhasil Kin Chan bekerja sebagai asisten koki di kedai makanan ayahnya Kotoko! dan kerja sampingan di kantin kampus Kotoko. Supaya selalu dekat dengan Kotoko. Melihat usaha Kin Chan, malah membuat Naoki tergelitik sedikit.. Betapa berusahanya Kin Chan terhadap Kotoko. 
Namun lama lama Naoki jadi cemburu dengan kedekatan Kotoko dan Kin Chan.

Naoki dan Kotoko masuk ke kampus yang sama, yaitu Universitas Tonan. Ia mengalah tidak masuk ke Todai karena ia menemukan mimpinya di kampus Tonan. Ia tidak ingin terlalu di atur oleh orangtua nya yang menginginkan mereka masuk Todai seperti ayahnya. Alhasil Naoki memilih jurusan Teknik, bukan Ekonomi.

Kotoko masuk jurusan Sastra Jepang, sepertinya Kotoko mau menjadi guru. Kotoko cemburu melihat Naoki dekat dengan seorang gadis. Sampai saatnya, Naoki memilih UKM kampus, Kotoko pun mengikutinya. Mereka masuk UKM tenis. 

Saingan Kotoko yang bernama Yuko juga masuk tenis. Naoki dan Yuko jadi member tenis yang handal, sedangkan Kotoko masih sangat pemula dan harus sering belajar dasar. Melihat itu Kotoko sangat sedih tapi harus terus berjuang demi bisa dekat sama Naoki.




Naoki sudah biasa selalu diikuti Kotoko, walau sebenarnya ia risih. Apalagi Kotoko dan ayahnya masih tinggal di rumah dia.




Suatu saat, ketika Kotoko sedang berdua dengan Yuuki karena orangtua mereka sedang pergi dan Naoki memutuskan tinggal sendiri di luar dan kerja partime, Kotoko sangat ketakutan karena Yuuki tiba tiba saja mengeluhkan perutnya sangat sakit. Kotoko panik, ia bingung menghubungi siapa. Ia menghubungi ibunya Yuuki malah gak ada sinyal. menghubungi Naoki tapi gak ada nomernya.. alhasil hubungin Kin Chan. Kin Chan mencoba menenangkan Kotoko dan suruh panggil ambulans. Kin Chan akan cari cari tempat partime Naoki untuk memberitahunya.

Ambulans sudah datang dan Yuuki diantar ke RS bareng Kotoko. Kotoko sangat cemas meliat Yuuki, ditambah dia sendirian.

Syukurlah Kin Chan menemukan Naoki, ia langsung memarahi Naoki kalau adiknya sedang sakit dan dibawa ke RS. Mendengar itu Naoki langsung izin dari partime nya dan lari menuju RS bareng Kin Chan.

Syukurlah semua teratasi. Yuuki mengalami usus buntu. Kata dokter untunglah di tangani dengan cepat oleh Kotoko. Kalau terlambat beberapa menit saja, kondisi Yuuki pasti sudah berubah dan tak terselamatkan. Mendengar itu, Naoki jadi bersimpati ke Kotoko. Ia menghampiri Kotoko dan berterimakasih padanya. Kotoko jadi nangis dan memeluk Naoki. Ia ketakutan. 

Gara gara kejadian itu, hubungan Naoki dan Kotoko membaik. Naoki sempat mengajak Kotoko buat tidur di apartment nya, bahkan tidur satu kasur. Itu membuat Kotoko senang sekaligus deg degan.

Setelah dari kejadian itu, Naoki jadi kembali ke rumahnya dan membuat keputusan yang besar. Yaitu ia ingin pindah fakultas ke kedokteran. Mendengar itu keluarganya pada kaget, namun kalau itu adalah keputusan yang tepat untuk Naoki, maka tidak apa apa. Kotoko bingung kenapa tiba tiba Naoki memutuskan untuk ke kedokteran. Naoki hanya diam saja. Padahal itu semua karena Kotoko. Naoki terbuka hati dan pikirannya tentang mimpi, dan akhirnya menemukannya yaitu menjadi dokter.

Ayahnya Naoki mendadak tiba tiba pingsan. Ia langsung dibawa ke rumah sakit. Ternyata ayahnya Naoki mengidap penyakit hati. Ia sepertinya kewalahan dengan perusahaan nya yang sedang mengalami penurunan.
Selama ayahnya di rawat, para bawahan ayahnya mendatangi ayahnya dan menanyakan bagaimana kelanjutan pekerjaannya. Melihat itu Naoki malah kesal karena tidak ada kesempatan untuk ayahnya beristirahat. Tapi apa boleh buat karena semua tanggung jawab perusahaan ada di tangan ayahnya.

Naoki pun membuat keputusan, ia akan menggantikan posisi ayahnya di kantornya. Ayahnya awalnya melarang, namun Naoki bersikeras akan membantu ayahnya, akan menjalakan semua pekerjaan yang ke pending selama ayah sakit. Ayahnya pun mengizinkan walau berat hati. Naoki pun cuti kuliah.

Para investor dan pemegang saham di perusahaan ayahnya perlahan ingin mengundurkan diri. Naoki dibuat gundah. 

Lalu salah seorang investor yang sangat berpengaruh itu tertarik dengan kepribadian Naoki. Ia mencoba memperkenalkan Naoki terhadap cucu perempuannya. Intinya Naoki mau dijodohkan oleh cucunya yang bernama Sahoko. 
Naoki secara terpaksa menerima tawaran itu, demi kelangsungan perusahaan ayahnya.

Ibunya Naoki sangat tidak setuju, namun Naoki marah dan harus menyelamatkan perusahaan dan itulah satu satunya cara. Akhirnya terjadilah pertemuan keluarga antara keluarga Naoki dan keluarga Sahoko.

Sahoko mulai tertarik pada Naoki, bahkan Naoki bersikap sangat manis dan santun ke Sahoko.



Melihat itu Kotoko sangat sedih dan patah hati yang teramat sangat. Bahkan ketika Sahoko diajak ke rumah Naoki, ia merasakan kepedihan karena melihat betapa sempurnanya Sahoko dan sikap Naoki yang sangat sayang dan lembut ke Sahoko.

Ketika sedang sedih dan galau, Kin Chan menghibur Kotoko. Ia mengajak Kotoko jalan jalan. Kotoko tampak bahagia, hingga sampai dia tidak sengaja bertemu dengan Naoki dan Sahoko yang sedang berkencan juga.

Kotoko tampak kesal karena Naoki mengeluarkan kata kata menyakitkan di depan dirinya dan Kin Chan. Kotoko langsung pergi dari hadapan mereka. Tapi, melihat hal itu Sahoko juga kaget dan gak menyangka dengan sikap Naoki yang berbicara kasar pada Kotoko. Sahoko pun pergi meninggalkan Naoki..

Kotoko masih saja sedih dan kecewa pada Naoki. 
Kin Chan meminta tolong pada Kotoko untuk tetap tinggal di restoran ketika sudah tutup. Kin Chan memberikan sample makanan baru ke Kotoko. Kotoko sangat menyukainya.
Kin Chan berniat akan meneruskan restoran ayahnya Kotoko bersama dgn Kotoko.

Kotoko agak kaget.. Kin Chan menanyakan perihal perasaannya.. bagaimana jawaban Kotoko terhadap lamaran Kin Chan.



Kin Chan memegang lengan Kotoko dan mencoba mencium Kotoko. Kotoko pun berteriak dan tanpa sadar memanggil nama Naoki.
Dari situ Kin Chan sadar kalau Kotoko tetap mencintai Naoki dan tidak bisa melupakannya.
Kotoko pergi dari restoran dan hujan hujanan.

Di bawah hujan, Kotoko menangis tersedu sedu memikirkan nasibnya. Naoki yang ia cintai selama ini akan menikah dengan Sahoko. Sedangkan Kin Chan bersikap kurang ajar.. Namun Kotoko juga merasa bersalah pada Kin Chan, ia seperti memberi harapan palsu kepadanya.

Tanpa disangka, Naoki datang menghampiri Kotoko yang kehujanan dibawah pohon. 
Naoki memayungi Kotoko. Lalu ia penasaran bagaimana lamaran Kotoko dan Kin Chan?  Kotoko agak kaget, kenapa ia ingin tahu. Kotoko pun mengatakan dengan perasaan sedih kalau jawabannya adalah rahasia. Tapi ia berencana akan pindah dari rumah Naoki agar tidak mengganggu hubungan Naoki dan Sahoko kelak. Dan Kotoko akan menerima lamaran Kin Chan.

Mendengar itu Naoki ternyata cemburu. Ia berteriak di hadapan Kotoko bahwa dirinya lah yang dicintai Kotoko. Kotoko kesal karena Naoki masih saja percaya diri dan membuat kesal.

Tanpa basa basi lagi, Naoki mencium bibir Kotoko. Ia pun mengatakan kalau ia mencintai Kotoko,, ia tidak ingin jauh darinya. 
Kotoko menangis lagi dan tidak percaya dengan kata kata Naoki. Ternyata Naoki mencintainya juga.




Pulangnya, Naoki meminta izin ke ayahnya Kotoko untuk menikahi Kotoko. Seisi rumah kaget kenapa tiba tiba Naoki ingin meminang Kotoko.
Ayahnya Kotoko ragu, karena Kotoko bukan perempuan sempurna, ia tidak bisa apa apa. Namun Naoki meyakinkan ayahnya, ia pasti akan selalu di dekat Kotoko dan mengisi kekurangan kekurangan yang dimiliki Kotoko.

Ibunya Naoki sangat senang. Semuanya pun senang. Cintanya Kotoko berhasil ia dapatkan.

Besoknya, ibunya Naoki memberikan kejutan. Ia membuat pesta pernikahan secara mendadak!.
Naoki seperti enggan, tapi harus melaksanakan karena sudah di persiapkan. Teman teman Kotoko pun pada datang, ada Jinko, Satomi, Matsumoto, Yuko, Kido bahkan Kin Chan.




Mereka pun menikah dan bahagia.

-Tamat-



Rabu, 19 Juni 2024

Sinopsis & Review Film Kuch Kuch Ho Ta Hai

Apakah gue harus bikin sinopsis Kuch Kuch Ho Ta Hai?

Apakah benar Rahul adalah sosok yang redflag?

Apakah Anjali tipe yang gampangan?


hahahahaha!


Oke kita bikin aja sinopsisnya,, karena gue lagi gabut juga.


Pembukaan film ditampilkan oleh seorang pria bernama Rahul yang matanya sedang berkaca kaca menghadap ke sebuah peti kayu yang di bakar. Lalu peristiwa flashback pun teringat,,

Sebelum sang istri meninggal, Tina.. ia menyampaikan beberapa kata ke Rahul. Salah satunya ia harus menamai bayi perempuan mereka bernama Anjali. Rahul awalnya kaget dan ia menolaknya, namun Tina sangat memohon kalau anaknya harus memilikki nama itu. Rahul pun mengiyakan dan ia menjadi sedih dan menangis. Setelah berkata kata, Rahul dan Tina berpelukkan sebelum Tina menghembuskan nafas terakhirnya.

8 tahun kemudian, sang anak yang bernama Anjali itu sudah besar. Ia sangat akrab kepada sang ayah dan tinggal bersama neneknya. Rahul belum menikah lagi, ia sudah sering di jodohkan oleh ibunya namun selalu di tolak. Menurut Rahul, manusia hidup hanya sekali dan menikah pun hanya sekali. Padahal sang nenek suka khawatir pada Rahul begitupun anaknya kalau ia kesepian. Namun Rahul tetap saja kekeuh tidak ingin menikah lagi.



Di ulangtahun Anjali yang ke 8 tahun, ia sudah boleh membaca surat yang di tulis mendiang ibunya untuknya. Anjali sangat bersemangat membacanya. Ia membaca suratnya dulu ketimbang buka kado yang lain.

Di dalam surat itu ada suatu permintaan dari alm ibunya untuk Anjali.

Jadi, ibunya ingin Anjali mempertemukkan Rahul dengan "Anjali". Nah anaknya agak bingung, siapa itu Anjali?? bukankah itu nama dirinya?

Ternyata itu adalah nama seorang perempuan yang dulu pernah mengisi hari hari ayahnya ketika kuliah dulu. "Anjali" adalah sahabat karib ayahnya. Menurut ibunya, "Anjali"adalah sosok yang sangat berarti bagi ayahnya sebelum ia mengenal ibunya dan menikahinya. Ibunya sangat khawatir kalau ia adalah pengrusak hubungan Rahul dan "Anjali" pada saat itu. Persahabatan mereka putus dan ibunya Anjali jadi merasa sangat menyesal dan bersalah. Ia juga khawatir kalau ayahnya sekarang jadi kesepian dan tidak bisa menemukan sesosok wanita yang pantas bagi dirinya lagi. Ibunya merasakan kalau Rahul harus menemui "Anjali" tersebut agar ayahnya tidak merasakan kesepian lagi.

Flashback pun dimulai

Di suatu kampus, ada sepasang sahabat yaitu Anjali dan Rahul yang sangat terkenal. Anjali adalah gadis tomboy yang galak, suka main basket, suka iseng sama Rahul, akrab sama rektor namun ia mempunyai senyuman yang manis. Ia selalu mengikuti gaya pakaiannya Rahul. Misal Rahul pakai baju hitam ia akan memakai baju hitam, kalau pakai hijau ia akan memakai baju hijau dan tidak lupa juga dengan bandana nya yang senada.

Sedangkan Rahul adalah mahasiswa yang playboy, ia punya banyak sekali pacar atau gebetan di kampusnya dan bergaya sok keren. Ia selalu membagi bagikan gelang yang ia sebut "gelang persahabatan" ke wanita wanita yang ia dekati alias itu adalah modus dia. Anjali yang melihatnya suka gerah sendiri dan menggagalkan rencana modusnya Rahul. Namun entah kenapa mereka sudah bersahabat sejak lama dan tidak bosan. Mereka bagaikan Tom and Jerry yang selalu bertengkar lalu baikan kembali.


Suatu hari di kampus mereka kedatangan mahasiswi baru yang sangat cantik dan sexy dari London, ia bernama Tina. Rahul yang melihat Tina, langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Di dalam kelas, Rahul mengatakan kalau cinta adalah persahabatan. Mendengar itu, Anjali malah kaget dan merasa kalau selama ini Anjali adalah sahabatnya Rahul.. apakah.. Rahul ada rasa pada Anjali?


Padahal Rahul mengatakan itu untuk modus ke Tina karena awalnya Tina sangat ketus pada Rahul dan enggan mengenakan gelang persahabatan dari Rahul. Sampai akhirnya Tina mau menerima gelangnya tapi tidak ia pakai. Rahul malah jadi kesal.



Ketika ada acara kampus dan artis yang akan mengisi acara gagal tampil, terpilihlah Rahul dan Anjali untuk menggantikan. Namun sayang, malah jadi kacau karena penampilan "maksa" mereka. Mereka di lempari barang barang oleh penonton dan disuruh turun. Tina pun muncul dari bawah panggung sambil bermain gitar. Rahul masih merasa kesal, namun ketika Tina menunjukkan tangannya yang sudah di gelangi gelang persahabatan ala Rahul sambil bernyanyi, Rahul jadi senyum dan mood nya membaik. Mereka pun bernyanyi bersama lagu Koi Mil Gaya. Acara nyanyi dan menarinya pun sangat sukses dan berhasil,,namun tidak dinaya disisi Anjali ia merasa sedih karena Rahul sudah tidak memperhatikan Anjali di panggung. Ia berdendang dan menari nari sambil tersenyum bersama Tina, seolah olah panggung itu milik mereka berdua. Anjali jadi sedih dan mundur dari panggung. Ia tidak kuat melihat pemandangan itu. Ia menangis di kamar asrama sendirian.

Karena merasa selara Rahul adalah cewek feminim seperti Tina, Anjali pun berdandan layaknya Tina yang feminim. Ia memakai pakaian yang tidak seperti biasanya. Ia memakai blazer, rok mini, baju warna cerah, wedges dan dandan sedemikian rupa. Ia menghampiri Rahul dan Tina yang sedang berduaan. Yang ada, Rahul malah menertawakan Anjali beserta yang lainnya. Tina yang awalnya ikut menertawakan malah jadi kasihan pada Anjali dan menyuruh Rahul agar diam. Anjali pun berlari menjauh dan akhirnya menangis. Ia merasa kalau ia tidak pantas berdandan feminim. Tina pun mengiburnya dan Rahul menyusul buat menghiburnya juga. Rahul memeluk Anjali dan tidak lupa juga menggandeng tangan Tina.

Day by day, Anjali merasakan perasaan yang selalu mengganggunya. Yup, ia jatuh cinta beneran sama Rahul. Ia akan menyatakannya ke Rahul saat ini juga. Rahul pun juga menghampiri Anjali. Mereka bertemu.

Anjali tarik napas dan memasang muka serius dalam dalam dan menatap Rahul dengan kesungguhan, ia ingin mengucapkan i love you.. namun tanpa disangka Rahul duluan yang mengucapkan itu ke Anjali. Anjali kaget terdiam. "Ya, i love you" kata Rahul ke Anjali. Anjali merasa senang..

Namun ternyata itu adalah perasaan salah sangkanya Anjali,, Rahul mengatakan itu karena hanya latihan untuk di ucapkan ke Tina. "Aku akan mengucapkan itu ke dia" kata Rahul. Anjali langsung memasang tampang sedih dan bekaca kaca. Rahul mengatakan itu karena ia gugup dan merasa Anjali adalah sahabatnya jadi ia ingin Anjali orang pertama yang tahu kalau ia mencintai Tina. Anjali kehabisan kata kata dan ia malah mendukung Rahul dengan senyuman palsu. Rahul pun pergi meninggalkan Anjali sendirian menuju ke tempat Tina. Anjali hanya terdiam menatap Rahul pergi sambil menangis sembari di guyur hujan. Ia patah hati sebelum mengutarakan isi hati.

Anjali sangat sedih dan galau berhari hari. Ia mendengar kalau Rahul dan Tina resmi berpacaran. Anjali terus terusan menangis kalau ia harus kehilangan sahabatnya sekaligus orang yang ia sayangi. Ia menjauh dari Rahul.

Anjali membaca surat dari ibunya. Bagaikan mahasiswa yang merantau, ia juga rindu pada ibunya yang di kampung. Ia menangis tiap mengingat ibunya.

Alhasil Anjali pergi pamit ke kepala asrama untuk pergi menemui ibunya. Ia berpelukkan dan menangis. Ia akan pergi menggunakan kereta.

Mendengar Anjali akan pergi ke kampungnya, Rahul dan Tina mengejarnya di stasiun, untunglah ketemu. Rahul merasa aneh pada Anjali kenapa mendadak ingin pulang padahal ia masih kuliah dan sebentar lagi akan ada ujian. Anjali bilang ia rindu ibunya. Namun alasan itu tidak di terima oleh Rahul. Anjali akhirnya menjelaskan kalau ia akan pergi menemui ibunya dan tidak akan kembali lagi. Mendengar itu Rahul tampak kaget dan tidak menyangka. Ia merasa kecewa pada keputusan Anjali yang pergi begitu saja meninggalkan Rahul. Kereta pun segera berangkat, Anjali hanya terdiam menatap Rahul dari belakang. Kereta jalan, Rahul berbalik mengejar Anjali. Ia merasa akan kehilangan sosok sahabat seperti Anjali. Anjali menyarankan Rahul untuk tidak mengejar gadis gadis lagi.

Rahul pun berhenti mengejarnya, ia menahan tangis. Ia menerima kepergian Anjali.

Tina hanya bisa melihat perpisahan mereka berdua dari jauh. Ia merasa persahabatan mereka sangat berarti setelah melihat adegan tadi. Rahul merasa kehilangan Anjali. Namun hubungan Rahul dengan Tina tetap berjalan sampai menikah dan punya anak. 

Anjali kecil menangis membaca surat tersebut. Ia merasakan kesedihan yang di rasakan Anjali sahabat ayah nya itu. Dan ia ingin menjalankan amanah dari almarhum ibunya yaitu mempertemukkan kembali Anjali dan Rahul. Anjali kecil akan berjuang membuat itu terjadi.

Anjali kecil menyambut kedatangan ayahnya yang habis kerja. Ia membuat permainan sambung kata. Lalu tanpa di sadari ayahnya menyebut nama "Sharma" ketika disebutkan kata "Anjali". Anjali kecil bingung sambil tersenyum, "siapa itu Anjali Sharma?".. Akhirnya Rahul menjelaskan kalau ia mempunyai sahabat yang bernama Anjali Sharma ketika kuliah. Ia menceritakan dengan seksama dan serius. Melihat ekspresi ayahnya, Anjali kecil jadi mengerti kalau ayahnya rindu pada Anjali. Namun ayahnya tidak tau kemana Anjali berada sekarang.

Keluarga Rahul mengadakan doa bersama untuk mengenang mendiang Tina. Tanpa di duga, Anjali kecil berdandan seperti Anjali sahabat ayahnya menggunakan kain sari di lehernya. Lalu Anjali kecil berbicara pada kakeknya (ayahnya Tina) untuk mencari tau tentang mahasiswi yang bernama Anjali. FYI ayahnya Tina adalah rektor angkatannya Rahul, Tina dan Anjali. Mereka mencari tahu sama sama. Lalu akhirnya terfikirkan untuk menemui kepala asramanya Anjali dulu.

Kepala asrama Anjali sudah berjanji tidak akan memberitahu alamat kampung Anjali ke siapapun. Namun ketika Anjali kecil memohon untuk diberitahukkan, kepala asrama pun luluh. Ia mengatakan kalau Anjali saat ini sedang bertunangan dengan salah seorang pria pengusaha, ia di jodohkan oleh ibunya. Dan sebentar lagi mereka akan menentukkan tanggal pernikahannya hari ini. Mendengar itu Anjali kecil terlihat lemas dan hampir menangis, tidak percaya kalau secepat ini Anjali akan menikah. Lalu ia menyendiri dan berdoa kepada Allah. Ia menadahkan kedua tangannya, mulutnya berkomat kamit dan memejamkan matanya. Ia berdoa dengan khusuk kepada Allah di atas sajadah.

Tanpa di duga, kepala asrama mendapatkan telepon dari pihak Anjali kalau pernikahan Anjali akan berlangsung di bulan Desember, yang dimana itu masih sangat lama terjadi. Doa Anjali kecil terkabul.

Anjali kecil dapat info kalau Anjali akan menjadi guru tari di summer camp di Shimla. Anjali pun sangat ingin ikut ke summer camp tersebut. Awalnya Rahul menolak dan tidak memberikkan izin ke Anjali, tapi Anjali memohon sembari menangis. Karena baru kali ini ia melihat ayahnya membentaknya. Hasilnya? Masih setengah setengah. Rahul masih bingung mau mengizinkannya atau tidak. Ketika hari H, Anjali kecil dan neneknya nekat pergi duluan ke summer camp  dan meninggalkan surat ke ayahnya.

Di tempat perkemahan, akhirnya Anjali kecil bertemu dengan bu Anjali. Ia terlihat sangat baik, ramah, keibuan dan mirip dengan almarhum ibunya. Anjali kecil pun mendekat dan mengatakan kalau nama mereka sama karena mungkin ayahnya suka dengan bu Anjali. Bu Anjali sedikit bingung. Bu Anjali juga bertemu dengan nenek Anjali kecil.. sang nenek hanya menatap Anjali, memegang wajahnya lalu pergi lagi.

Anjali kecil memberikan pesan singkat ke ayahnya kalau ia sakit flu. Karena Rahul sangat posesif ke anaknya, ia pun menghampiri Anjali ke Shimla. Ia berganti ganti kendaraan demi menuju ke camp tersebut.

Dilalahnya, disana Rahul mencari Anjali dengan meneriakki namanya. Namun yang nengok 2 orang. Anjali anaknya dan Anjali yang dulu sahabat Rahul. Rahul sangat kaget, Anjali pun sama. Mereka mendekat dan memberikan salam dengan malu malu. Penampilan Anjali menjadi feminim karena memakai kain sari, rambutnya panjang dan semakin cantik. 2 sahabat yang pernah berpisah itu akhirnya bertemu kembali. Usaha Anjali kecil berhasil.


Paginya Anjali kecil pura pura bertengkar dengan temannya tentang masalah basket. Anjali kecil bilang kalau perempuan bisa main basket. Hal itu memancing Rahul, kalau sebenarnya perempuan tidak bisa bermain basket. Bu Anjali menyangkalnya, kalau ia pernah mengalahkan Rahul selama kuliah. Rahul tidak terima, lalu mereka bertengkar. Layaknya seperti zaman kuliah dulu, mereka melakukan pertandingan 1 vs 1. 

Pertandingan dimulai..sesekali mereka seperti nostalgia namun perasaannya agak beda karena Anjali sudah feminim.. 

Skor sementara dimenangkan Rahul. Namun Anjali tidak terima, ia melakukan kecurangan dengan menyelengkat kakinya Rahul. Hal itu pernah dilakukan Rahul dulu. Rahul tidak terima, Anjali pun memarahinya balik. Endingnya semua penonton tertawa bahkan Rahul juga tertawa. Anjali pun malu. Mereka menyanyi dan menari bersama agar Anjali tidak marah dan malu lagi. Hubungan mereka membaik.

Lama kelamaan perasaan aneh muncul di diri Anjali. Ia merasa seperti tumbuh rasa cinta untuk Rahul. Namun di sisi lain ia sadar kalau ia sudah punya tunangan.

Anjali juga sebelumnya tahu kalau Tina sudah meninggal dunia. 

Anjali dan Rahul makin lama semakin dekat. Ini semua awalnya gara gara Anjali kecil yang mencoba mendekatkan mereka, lalu berujung jadi romantis dan serius. Mereka menari bersama di bawah hujan. Masing masing merasakan perasaan yang sama. Ya, Rahul mulai menyukai Anjali.

Tapi Anjali mencoba lari menjauh dari Rahul. Ia lari ke arah hutan. Lalu ia di peluk dari belakang. Sepertinya itu Rahul. Ia mencintai Rahul.

Sayangnya itu bukan Rahul, tapi Aman..tunangannya Anjali. 

Aman di perkenalkan ke semua penghuni camp kalau ia adalah tunangannya bu Anjali. Rahul yang melihatnya jadi cemburu namun ia tersenyum seolah pasrah perasaannya di tolak.

Anjali kecil mencoba mendekatkan diri ke Aman. Ia bertanya kenapa ia mencintai bu Anjali? Jawaban Aman malah bertanya balik "iya, kenapa aku bisa mencintainya? Padahal dia jelek, gendut" walau dengan nada bercanda. Anjali memberikkan kode kalau Aman dan bu Anjali tidak cocok. 

Secara mendadak Anjali minta pulang sekarang juga ke Aman dan minta pernikahan mereka di percepat. Mendengar itu Anjali kecil sedih. Mereka semua mengantar kepergian bu Anjali. Anjali lebih banyak diam dan Anjali kecil hanya menangis. Apakah usaha dia sia sia?

Hari H pernikahan..

Anjali dan Aman akan segera menikah. Keluarga Rahul hadir. Anjali kecil pergi entah kemana..lalu Rahul mencari carinya. Tanpa di sengaja, Rahul malah membuka pintu kamar Anjali yang sudah pakai gaun pengantin. Melihat itu Rahul hanya speechless..Anjali berkaca kaca hampir mau menangis. Rahul menghampiri Anjali sambil memegang tangannya. Kemudian ia berbalik dan menjauh, Rahul menangis.

Ketika menuju ke pelaminan, Anjali malah menghentikan langkahnya dan ia menatap Rahul. Ia menangis dan menangis. Aman merasakan ada yang beda dari Anjali. Aman pun melemparkan turban yang ia kenakkan dan menghampiri Anjali. Ia menarik Anjali, menariknya sampai melewati pelaminan kemudian melepasnya. Ia mengatakan kalau ia melihat cinta di mata Anjali, namun itu bukan untuk dirinya. Aman sadar kalau Anjali mencintai Rahul. Rahul lah cinta pertama Anjali. Aman menganggap Anjali wanita gila yang merelakkan cinta demi dirinya. 

Aman pun mengikhlaskan, melepaskan Anjali ke Rahul. Ia merasa kalau yang lebih pantas jadi pasangannya Anjali adalah Rahul. Aman menyuruh Anjali hampiri Rahul, pria yang ia cintai. Anjali sangat berterimakasih ke Aman. Anjali pun menghampiri Rahul dan mereka berpelukkan sambil menangis bahagia.


Mereka pun menikah diiringi tarian dan nyanyian kebahagiaan. Aman dan Anjali kecil turut memeriahkan acara. Rencana awal Anjali kecil akhirnya berjalan dengan lancar.

-Tamat-


BACK TO THE REVIEW

1. Apakah Rahul redflag?

Hmm.. menurut gue gak 100% redflag sih. Karena kan kalo dia ga deketin Anjali di akhir, usaha anaknya bakal sia sia. Toh itu kan permintaan alm Tina. Cuma emang agak nyesek pas dia milih Tina dan berjanji ga akan playboy lagi, disitu Anjali bener bener patah hati sampe mau berenti kuliah.

2. Anjali gampangan ga?

Nah! Disini nih..kenapa Anjali bisa goyah? Padahal dia udah resmi tunangan sama Aman.

 Tapi kalo kita tonton lagi, ternyata Anjali ga secinta itu sama Aman.. dia terpaksa nerima lamaran Aman demi ibunya. Bahkan Aman sendiri ngerasa kalo Anjali ga cinta sama dirinya. So, makanya dia rela pas hari pernikahannya Anjali ke Rahul aja. 

Cuma adegan yang bikin nyesek emang pas di hari pernikahan sih. Si Anjali nangis di tangga sambil natap Rahul. Rahulnya juga nangis. Ya si Aman pasti paham dan keganggu lah sama sikap Anjali yang itu! Untung aja hal itu terjadi sebelum akad nikah.

Ya menurut gue happy ending sih mengingat Rahul dan Anjali udah deket banget dari dulu jadi mereka pantas menjadi pasangan suami istri. Dan namanya juga cerita film ya, pasti memang mendramatisir. Kalo hal itu terjadi di dunia nyata kaya ngerebut cewe yang mau nikah or udah mau nikah tapi masih suka ketemu mantan, baper or ngejar ngejar mantan..yang ada habis deh dihajar oleh keluarga besar hehehe. 


-End-