Kamis, 22 Januari 2026

Catatan Akhir Sekolah


Bercerita tentang tiga siswa SMA yang bersahabat yaitu Agni, Arian dan Alde. Mereka sering dianggap cupu dan basi oleh siswa lain yang lebih terkenal dan gaul.

Agni, berfikir sepertinya mereka harus melakukan sesuatu agar dianggap dan diingat oleh sekolah plus ga dianggap basi lagi. Agni memberikkan ide bagaimana kalau mereka membuat film dokumenter sekolah?. Ide itu muncul karena hobi Agni yang menonton film. Hal itu malah di tertawakan oleh Arian dan Alde. Tapi Agni meyakinkan dan pasti hasilnya bakal boom!

Arian dan Alde coba nurut. Mereka menyebarkan selembaran ajakan untuk kerjasama bikin film dokumenter. Hasilnya? Gak ada yang mau. Bahkan selembaran itu dibuang ke tong sampah.

Di sisi lain selayaknya anak SMA, Agni dan Alde mengalami kasmaran pada crush nya masing masing. Agni merasa masih sayang pada mantannya, Alina. Sayangnya Alina sudah berpacaran dengan Chris, cowok tampan dan populer yang suka mengatai Agni and the gank culun.



Sedangkan Alde, ia merasa naksir pada siswi yang kerja di kantin karena membantu bapaknya jualan batagor. Tapi Alde hanya bisa melihatnya dari jauh. Padahal Alde anak orang kaya. Alde pun sebenarnya populer di kalangan cewek cewek karna tampang dia yang ganteng, putih, manis dan anak band. Tapi Alde merasa agak risih dan tetap mau berteman dengan Agni cs dibanding genk populer.



Agni optimis kalau impian mereka membuat film dokumenter pasti terwujud. Mengingat mereka mempunyai potensi, yaitu Agni yang suka sekali dengan film, Alde yang anak orang kaya rumahnya selalu dijadikan basecamp dan dia anak band pasti bisa mengisi soundtrack, sedangkan Alde dia jago nulis bahkan dia jadi juru kunci di mading sekolahnya. Walau banyak murid yang menolak kerjasama, mereka bertiga optimis akan berhasil tanpa bantuan siapapun. Mereka akan kerjakan bertiga. Agni selalu diam diam membawa kamera ke sekolah. Pokoknya hasil karya mereka harus ontime 'dikumpulkan' dalam waktu beberapa bulan. Judul dari film dokumenter mereka adalah CATATAN AKHIR SEKOLAH.

Di tengah tengah pembuatan film, Agni agak terganggu dengan Alina sang mantan. Ia merasa kasihan dengan Alina yang selalu di intimidasi sama pacarnya. Agni selalu datang dikala Alina sedih. Bahkan Alina seperti kasih kesempatan ke Agni. Agni dan Alina diam diam sering jalan bareng, agar Alina senyum lagi.
Kemudian Arian masih buntu menulis cerita skenario film dokumenter. Sedangkan Alde, dia sibuk ngeband di sekolahnya bahkan ketika latihan penampilan mereka jadi memburuk karena gak fokus. Sepertinya band mereka akan bubar. Alde juga malah diundang ke party nya  Chris karena cuma Alde yang menjadi idola dan cocok masuk ke gank mereka.
Mereka bertiga mempunyai kesibukkan dan masalah masing masing.



Sampai akhirnya, Alde di keroyok oleh preman sepulang sekolah. Alde gak masuk sekolah beberapa hari dan teman temannya menjenguk. Ketika itu pula Arian dan Agni bertengkar dan merasa kesal dengan keadaan. Ya, karena mereka culun, jadi orang orang suka seenak jidat pada mereka.

Pembuatan film mereka tak dapat kemajuan, kamera hancur ketika Alde di keroyok preman. Agni menanyakkan skenario yang dibuat Arian tapi Arian malah berbalik marah karena Agni yang juga egois. Pertengkaran mereka di lerai oleh Alde. Alde menjernihkan pikiran mereka. Alde tahu kalau skenario yang dibuat Arian belum selesai, dan Agni sibuk berdekatan dengan Alina. Alde merasa usaha mereka sia sia.

Melihat Alde seperti itu.. Agni dan Arian minta maaf ke Alde. Gak seharusnya mereka menyerah.

Sampai akhirnya, mereka ulang dari awal lagi rencana pembuatan film dokumenternya. Alde memberikkan ide bagaimana kalau mereka minta tolong adik kelas. Mereka pun setuju. Lalu mereka melakukan rapat lagi dan akhirnya menemukan 'ending' yang baik.



Kamera berhasil di bawa masuk ke sekolah secara diam diam berkat genk cewe yang naksir sama Alde. Ya, Alde memanfaatkan itu. Kemudian hal hal terjadi begitu saja ketika mereka mengambil shoot adegan dengan kamera mereka.
Setelah berhari-hari ambil gambar. Mereka melakukan editing di rumah Alde. Agni menemukkan sesuatu yang pasti membuat temannya kaget. Yaitu video kepala sekolah di sogok uang oleh wali murid. Hal itu membuat perdebatan, kalau adegan itu jangan dimasukkan ke film karena akan berakibat fatal. Tapi Agni kekeuh mau memunculkan  itu karena biar sekolah tahu sifat asli sang kepsek. Pada akhirnya adegan itu tak dimasukkan demi kebaikan bersama.

Tibalah saatnya acara Prom Night dimulai. Setelah acara demi acara dilewati, inilah saatnya film dokumenter by A3 di putar.
Alangkah terkejutnya, semua penonton ikut terenyuh menontonnya. Isi dari film itu adalah kegiatan kegiatan siswa SMA Fajar Harapan secara natural tanpa dibuat buat. Mulai dari kegiatan kelas, eskul sekolah, para guru, security bahkan kantin pun ada. Wawancara kecil ke guru guru yang terlihat manis dan ngangenin.
Ada juga seperti kisah cinta di sekolah. Seperti adegan Alde yang malu malu melihat crush nya. Lalu adegan Alina di tampar cowoknya. Hal itu membuat cowoknya Alina marah dan mau menamparnya lagi karena Alina sudah mulai berani. Alina justru berterima kasih pada video itu karena dia jadi sadar betapa bodohnya dia selama ini. Gara gara video itu pula, Alina dan Agni pacaran lagi. Dan juga Alde jadi berani mengungkapkan cinta ke crushnya sambil memberikkan kaset lagu ciptaannya.

Kemudian ada impian atau cita cita para siswa terutama genk cewe centil. Walau centil, ternyata mereka gak main main soal cita cita. Mereka ada yang mau jadi presenter berita seperti Ira Kusno, lalu ada yang mau jadi modelling tapi harus smart dan yang satunya lagi belum tau mau jadi apa tapi dia tak ingin persahabatan mereka retak dan mau selalu bersama. Mereka menceritakkan sambil menangis.

Ada juga adegan siswa yang overdosis di wc sekolah mereka. Lalu siswa itu mendukung usaha pembuatan film dokumenternya Agni. Kemudian ada siswa siswa yang bolos. Pokoknya filmnya itu seru dan menarik. Karena memang Agni dan Arian adalah siswa biasa, jadi mereka dengan mudah mengambil gambar, mewawancara dan minta tolong adik kelas untuk membantu proses film ini secara alamiah.

Film tamat dan A3 mendapat standing applause dari penonton. Tak dinaya, ternyata mereka lupa menghapus video kepala sekolah yang di sogok oleh walimurid. Alhasil sang kepsek di soraki penonton dan sang kepsek kabur.

Mereka berteriak bersorak sorai sambil menari senang. Merasa masa akhir SMA ternyata berkesan dan siap melanjutkan masa depan mereka. A3 pun dikenal sebagai alumni yang menginspirasi.




-tamat- 


Minggu, 09 Februari 2025

Sinopsis Ada Apa Dengan Cinta? 2 (2016)

 


Cinta sudah menjadi dewasa. Sudah bukan anak SMA lagi yang masih mengurusi mading, membuat puisi dan berkumpul bareng genk nya. Kini dia lebih dari itu. Dia menjadi wanita karir dengan bisnisnya sendiri. Dia menggeluti dunia seni. Dia membuka galeri sendiri untuk pagelaran seni seperti pembacaan puisi, arts, performing arts, nyanyi dan lain lain. Isinya anak anak muda dengan kreatifitasnya, dan Cinta adalah bos nya. 

Setelah sudah bertahun-tahun tidak berjumpa dengan sahabat sahabatnya, akhirnya mereka reuni. Maura yang sudah menikah dan memilikki 3 orang anak, Milly yang sedang hamil dari sang suami, Mamet dan kemudian ada Karmen yang datang telat karena ia gugup bertemu dengan genk nya dulu. Ya, Karmen sempat terjerumus ke dalam dunia narkotika lalu sekarang bebas rehabilitasi. 

Merayakan kebebasan Karmen dan memperingati persahabatan mereka, Cinta dan yang lainnya mau mengadakkan jalan jalan ke Jogja selama 3 hari. Mereka sangat senang dan antusias dengan rencana tersebut. Terutama Karmen yang sangat berterima kasih pada mereka karena sudah sangat baik mau menunggu dan berteman dengan dirinya. 


Cinta tak lupa izin kepada tunangannya, Trian yang seorang pengusaha. Entah kenapa ekspresi wajah Karmen seperti kurang suka melihatnya. 

Next, mereka menikmati perjalanan mereka. Mereka tak lupa juga menghampiri makam Alya yang sudah meninggal sejak 4 tahun lalu. 

Mereka menginap di sebuah guest house yang sangat asri, luas tapi bagus. Mereka bercengkrama, riang, dan menikmati tiap sudut kota Jogja. 


Di sisi lain, Rangga sedang berada di Amerika. Ia belum menikah dan sekarang bekerja di sebuah coffee shop. Ya, coffee shop itu punya dia sendiri. Ia selalu kedatangan tamu yaitu sahabatnya sendiri, Robert. Robert selalu menyarankan Rangga untuk menulis puisi atau cerpen lagi seperti yang ditampilkan di majalah. Robert terkesima dengan tulisan Rangga di majalah tersebut. Namun Rangga hanya bersikap cuek. Ini seperti cerita pak Wardiman yang menyuruh Rangga ikut lomba puisi di sekolah. 

Someday, Rangga kedatangan tamu orang Indonesia. Lalu ia mengenal Rangga. Ternyata dia adalah adik tirinya Rangga yang bernama Sukma. Rangga sudah bertahun tahun tidak bertemu ibunya. Ayahnya sekarang meninggal dan Rangga hidup sendiri. Sukma mencari cari Rangga hanya untuk memberi tahu kalau ibunya sedang sakit. Ibunya kini butuh sosok Rangga.. Namun kesakit hatian Rangga masih ada kalau ingat perlakuan ibunya dulu.. Adiknya masih mencoba membujuk Rangga dan meninggalkan sebuah foto keluarga mereka beserta alamat rumah mereka di Jogja. Pokoknya, kedatangan Rangga sangat di tunggu oleh sang ibu. Rangga hanya terdiam. 

Ketika Cinta sedang asik bersenang senang di Jogja, entah kenapa pikiran dia terkadang gamang. Ia sesekali terdiam. 

Rangga pun berubah pikiran, ia pergi ke Indonesia untuk bertemu ibunya. Tapi sebelum itu, ia ingin sekali bertemu dengan seseorang yang selalu ada dipikirannya. Yaitu Cinta. Setelah sampai di bandara Soetta, ia pergi menuju ke rumah Cinta. Ketika sampai, apes nya Cinta sudah tidak tinggal disana. Rangga pun menyerah soal Cinta dan ia pergi lagi ke Jogja menggunakan kereta. 

Rangga masih mencintai Cinta dan ia ingin menjelaskan  apa yang terjadi. Namun Rangga tak tahu kalau Cinta kini sudah bertunangan. 

Keesokannya secara tak sengaja, Karmen dan Milly yang sedang asik membeli roti melihat sosok Rangga. Ya, Rangga yang sedang asik berjalan kaki sambil mengalungkan kamera DSLR nya. Karmen dan Milly kaget lalu mencoba membuntutinya. Mereka meyakinkan diri kalau itu benar Rangga. 


Malam harinya Karmen, Milly dan Maura rapat mendadak tanpa Cinta. Maura sewot karena keinginan Karmen untuk mempertemukkan Cinta dan Rangga sekali saja, karena nanti hubungan Cinta dan Trian akan terganggu. Namun menurut Karmen, Cinta berhak mendengarkan penjelasan yang benar-benar jelas dari mulut Rangga kenapa Rangga mengakhiri hubungan mereka sedari 9 tahun yang lalu tanpa penjelasan yang jelas. Di saat putus, Cinta benar benar kacau dan sangat kecewa pada Rangga karena hanya lewat surat dan alasannya tak menentu. Hasil rapat mereka alot. 

Namun keesokan paginya, Karmen, Milly dan Maura menceritakkan secara jujur ke Cinta. Cinta merasa kaget dan aneh dengan kedatangan Rangga di Jogja. Namun sebenarnya Cinta penasaran. Cinta pun menegaskan ke mereka kalau ia tak ingin bertemu dengan Rangga. 

Karmen merasa janggal. Ia merasa itu tak jujur dari hatinya Cinta. 

Mereka lanjut jalan jalan ke pantai, namun Cinta seperti merasa khawatir dan lebih banyak diam. 


Di malam hari ketika di galeri Seniman Jogja, alangkah kagetnya Cinta kalau ia bertemu dengan Rangga. Lebih tepatnya Rangga yang memanggilnya. Cinta tak ramah dan juga tak senang dengan kedatangan Rangga. Rangga meminta maaf, namun tak di gubris. 

Cinta buru buru pulang ke penginapan dan mempacking semua barang. Ia hendak ingin pulang duluan. Teman teman menenangkannya terutama Karmen. Karmen merasa kalau sepertinya Cinta tak akan tenang kalau urusan dia dengan Rangga belum selesai. Cinta merasa masalah dia dengan Rangga sudah tak perlu di jelaskan lagi. Ia merasa langkah Karmen itu salah. Cinta dan Karmen bertentangan. Mereka bertengkar. 

Mereka berbaikan kembali. Cinta sadar kalau kata kata dia telah menyinggung Karmen. 

Lalu, Cinta memutuskan akan bertemu dengan Rangga di esok hari. Rencana Cinta adalah bertemu dengan Rangga obrolin yang harus di obrolin selama 1 atau 2 jam kemudian lanjut jalan jalan dengan teman temannya. Teman temannya pun mendukung Cinta. 

Cinta bertemu dengan Rangga. Suasananya hening namun kaku dan dingin. Cinta berbicara duluan kalau permintaan pertemuan mereka adalah dari teman temannya. Cinta lebih membicarakkan kalau ia sangat kecewa dengan sikap Rangga yang tiba tiba memutuskan tanpa ada kejelasan yang pasti. Rangga hanya terdiam mendengarkan. 


Setelah mendengarkan unek unek Cinta, giliran Rangga yang ngomong. Rangga mengajak berbicara sambil jalan jalan. 

Rangga mencoba memberikan penjelasannya secara seksama, walau Cinta masih agak tidak terima. Jadi keadaan Rangga waktu di New York sangatlah sulit. Ayahnya meninggal dunia dan Rangga harus bekerja sambil kuliah disana. Hal itu sangat berat untuknya. Lalu ia tak ingin Cinta kecewa dengan keadaannya. Ia takut tak bisa membahagiakan Cinta. Maka dari itu ia memutuskan hubungan mereka. 

Namun Cinta tetap tak terima, kenapa Rangga tidak jujur?, kenapa Rangga tak memberikan penjelasan yang baik kepadanya selama 9 tahun?.Apakah ada wanita lain di sisi Rangga?  Cinta merasa marah. 

Akan tetapi, tujuan Rangga disini memang minta maaf setelah menjelaskan semuanya. Sampai sampai tak sadar kalau mereka sudah jalan sejauh ini. Dan Cinta merasa seharusnya mereka damai dan menjalani kehidupan masing masing. Cinta pun tertarik apa tujuan Rangga ke Jogja. Ternyata karena ibunya. 


Rangga menceritakkan sedikit demi sedikit kepada Cinta apa yang terjadi selama mereka berpisah. Cinta merasa terenyuh. 

Cinta tak menduga Rangga tau lokasi dan perjalanan di Jogja. Rangga sampai menyewa mobil Jeep untuk jalan jalan berdua. Cinta tak bisa menolak karena siapa tahu ini adalah pertemuan terakhir mereka. 

Mereka jalan jalan ke candi ratu Boko. Mereka berbincang ringan seperti membicarakan pemilu di Indonesia, tentang keponakan, almarhum ayahnya Rangga dan sebagainya. Cinta dan Rangga tersenyum. Cinta juga berharap, kalau Rangga sudah bisa berdamai dengan dirinya harusnya dia juga bisa berdamai dengan ibunya. 

Tanpa terasa yang tadinya hanya ingin sejam 2 jam malah terus berlanjut jalan jalan dengan Rangga sampai malam. Karmen dkk khawatir pada Cinta bahkan chat pun tak dibalas. Apalagi kalau Trian menelponnya. Mereka seperti takut dan terkesan menutupi kalau Cinta selingkuh dari Trian. Padahal tidak. Cinta pun akhirnya mengirimi mereka chat ketika jam makan malam, agar mereka tak khawatir. 


Selain ke candi ratu boko, Cinta diajak juga ke theater boneka, makan sate klatak dan ke klinik kopi sampai sampai mereka terjaga semalaman. Perselisihan diantara mereka ada, namun bisa berbaikkan lagi. Rangga memberikan sebuah kertas yang dilipat ke Cinta sebagai hadiah karena sudah mau memaafkannya. Namun kertas itu jangan dibaca di depannya. 

Cinta diajak lagi ke sebuah tempat yang unik, bagus, dan sangat gak disangka. Yaitu ke Puthuk Stumbu di sebuah gereja tua. Rangga menantikkan ini dan menghitung jam nya. Setelah sampai di puncak gereja, ternyata pemandangannya bagus sekali. 


Sudah pagi, Cinta diantar pulang ke penginapan oleh Rangga. Sudah saatnya mereka harus berpisah. Namun Cinta seperti enggan.. Cinta pun nekat mencium Rangga, kemudian pergi. 

Teman teman Cinta menghampiri Cinta. Mereka sangat khawatir. Mereka bertanya bagaimana dengan Rangga? Apakah urusannya sudah selesai? Apakah Rangga sudah menikah?. Cinta menjawab satu persatu. Mereka harus pulang ke Jakarta hari ini. Teman teman Cinta sudah bantu mempacking barang Cinta dan belikkan oleh oleh untuk Trian. 

Cinta merasa kalau diri dia salah banget melakukan hal itu ke Rangga. Entah apa yang akan terjadi kedepannya. Ia merasa sangat nekat dan salah. 

Selama di Jakarta, Cinta tak memberikan penjelasan yang sebenarnya ke Trian. Ia merasa ganjal dan kepikiran terus akan hal itu. Cinta pun curhat ke Karmen namun tetap saja ia tak bisa jujur. 

Di sisi Rangga, ia berhasil menemukan rumah sang ibu. Sukma senang sekali mas Rangga datang, lalu ia menarik ibunya keluar perlahan dan memperlihatkan kedatangan Rangga. Sang ibu terlihat sedang sakit. Ia menghampiri Rangga perlahan dan memeluknya. Ia sangaaaaat rindu padanya. Rangga yang memiliki pendirian cuek pun merasa luluh dan menangis di pelukkan sang ibu. Hal itu seperti memberikan isyarat kalau Rangga sudah berdamai dengan masa lalunya. Rangga pun bercengkrama ria dengan keluarga besarnya sambil makan siang bersama. Dunia Rangga kembali tersenyum. 

Rangga masih ada di Jakarta. Ia ingin sekali bertemu dengan Cinta sekali lagi sebelum ia berangkat ke Amerika. Rangga mengiriminya chat, namun jawaban Cinta adalah sebaiknya mereka tak usah bertemu. Rangga kesal. 

Cinta membaca puisi yang diberikkan Rangga secara saksama. Isi dari puisi itu adalah pengharapan Rangga akan Cinta untuk bersatu kembali. Cinta hanya menampik. Rangga seperti pengganggu baginya. 

Tanpa di sangka, di tempat kerja Cinta ia kedatangan tamu yaitu Rangga. Cinta hendak meladeni namun ia langsung mengatakkan Rangga tak usah mampir kesini. Rangga tidak mau mendengarkan. Ia merasa hubungan mereka harus diperbaiki lagi dari awal. Tapi Cinta menolaknya dengan mengatakkan 'Rangga, i'm getting married' . Rangga terdiam menahan ego nya. Lalu ia menegaskan ke Cinta 'bilang sama saya kalau yang di Jogja kemarin itu tidak ada artinya buat kamu??'.

Pertanyaan yang membuat Cinta galau. Tapi ia harus memberikan jawaban pasti. Cinta menjawab kalau yang di Jogja dan ciuman itu adalah salah. Oke, Rangga mengerti. Berarti hubungan mereka sudah tak bisa di perjuangkan. Rangga pun mundur dan pergi dari studio Cinta. Tanpa sengaja, Rangga bertemu dengan Trian di pintu. 

Trian bertanya kepada Cinta, bukankah itu Rangga? Kenapa dia ada disini?. Posisi Cinta tersudutkan. Ia mengaku salah kepada Trian. Ia salah tak menceritakkan sebenarnya ke Trian dari awal. Trian menjadi marah kalau Cinta ternyata diam diam bertemu dengan Rangga di Jogja. Tapi Cinta menjelaskan kalau bukan seperti itu yang terjadi, mereka bertemu secara tak sengaja. 

Sepertinya hubungan Trian dan Cinta kandas. Cinta berusaha jujur kalau ia masih sayang pada Rangga. 

Cinta mengejar Rangga ke bandara dengan terburu buru. Namun sayangnya, Cinta menabrak pembatas jalan dan pupus sudah pertemuan mereka di bandara. 

Beberapa bulan kemudian, Rangga di kedai kopi miliknya di Amerika pada musim dingin. Ketika ia memeluk pegawai wanitanya karena dia senang gajinya di naikkan, Cinta malah datang menyaksikan adegan itu. Cinta kabur. 

Rangga mengejarnya 

Rangga menjelaskan kalau itu salah paham. Cinta jadi tersenyum. Rangga gak menyangka kalau ia akan datang. Cinta mengatakkan kalau ia mencintainya. Mereka pun bersatu kembali. Rangga pun bisa bertemu dengan teman temannya Cinta ketika Milly sudah lahiran. 


Tamat







Selasa, 08 Oktober 2024

Sinopsis Film Ada Apa Dengan Cinta? (2002)



Cinta dan kawan kawan SMA nya terlihat sedang sibuk mengurusi terbitan di majalah dinding alias mading di sekolah mereka. Karena di sekolah mereka akan diadakan lomba puisi. Lomba puisi tersebut diadakan tiap setahun sekali, Cinta selalu jadi pemenangnya.
Cinta dan kawan kawannya yaitu Alya, Milli, Karmen dan Maura sangat kompak di sekolah. Baik jadi petugas mading, di kelas maupun berangkat dan pulang sekolah. Mereka selalu bersama. Karakter Cinta yang ceria dan humble membuat ia dikenal sebagai ketua genk dan di rumahnya pun dijadikan basecamp oleh teman temannya. Cinta juga handal bermain gitar, maka dari itu ia membuat puisi khusus untuk sahabat sahabatnya dan ia nyanyikan sambil bermain gitar.



Ketika hari pengumuman tiba, Cinta sangat deg degan apakah ia akan menang. Namun sayangnya bukan Cinta yang di sebut namanya, melainkan Rangga dari kelas 3. Rangga tidak kunjung datang mengambil hadiahnya. Cinta kecewa dan sangat penasaran kenapa yang menang adalah Rangga? padahal Cinta yang selalu berlangganan menang. Cinta diam diam membaca puisi Rangga tersebut, dan ternyata memang benar bagus.



Cinta membuat ide, ia ingin mengambil profil pemenang puisi tahun ini dan dipajang di mading. Teman teman Cinta setuju. Cinta pun mencari sendiri keberadaan Rangga dan ditemukanlah di perpustakaan. Kesan pertama Cinta bertemu Rangga sangat mengesalkan. Rangga sangat ketus dan ia menolak keras untuk di wawancara. Cinta sangat murka di ruang mading. Ia mengeluarkan unek uneknya tentang Rangga dan ia berjanji gak akan mewawancarai Rangga lagi karena kapok.



Karena Cinta adalah gadis populer, ia mempunyai gebetan yang jagoan di sekolah, dia bernama Borne. Borne ingin sekali menjadi pacar Cinta, namun ternyata tidak mudah mengambil hati Cinta. Borne suka mengajak Cinta jalan jalan dan meneleponnya. Hal seperti itu membuat Cinta merasa kurang respect ke Borne. Kesannya Borne adalah pria membosankan

Sepulang dari jalan jalan dengan Borne, ia masih merasa kesal dengan perlakuan Rangga di sekolah tadi. Ia pun berencana membuat surat ancaman ke Rangga di ruang penjaga sekolah, pak Wardiman. Cinta tahu kalau Rangga suka menghabiskan waktu istirahat di ruangan pak Wardiman. Yah, Rangga adalah sosok yang tidak memiliki teman dan tidak ramah. Ia lebih suka sendiri

Rangga membaca suratnya, dan ia merasa kesal. Ia langsung menghampiri Cinta ke ruang mading dan melabrak Cinta secara 4 mata. Cinta menyambutnya dengan jutek. Mereka pun bertengkar, bahkan Cinta mengatakan mading sudah tidak ingin mewawancara dia karena sudah keburu terbit. Teman teman Cinta penasaran kenapa Rangga kemari. Dan Cinta hanya menjelaskan kalau Rangga adalah sosok yang angkuh. Untuk mendapatkan profile nya bisa tanya ke walikelasnya saja. Tanpa disadari, buku yang selalu dibawa bawa oleh Rangga terjatuh dan Cinta memungutnya.



Ia pun membacanya diam diam,, ia ingin tahu buku apa yang bikin Rangga bisa membuat puisi semenarik itu? semenarik apa buku tersebut sampai selalu dibawa bawa oleh Rangga?. Cinta jadi terenyuh dengan buku tersebut, sampai sampai Cinta gak bisa tidur dan terlambat ke sekolah. Buku itu berjudul "AKU" karya Chairil Anwar.



Rangga kelimpungan mencari buku kesayangannya tersebut. Lalu esoknya ada paket di atas mejanya dan itu adalah buku AKU nya yang hilang, dan ia membaca notesnya. Kata kata penggalan dari novel tersebut ditulis oleh Cinta. Rangga pun mengerti. Rangga menghampiri Cinta lagi dan mengucapkan terimakasih sembari tersenyum karena itu adalah buku langka. Cinta yang awalnya menganggap kedatangan Rangga adalah untuk mengajak berantem tapi jadi berubah fikiran karena melihat Rangga tersenyum dan kebingungan mau bicara apa lagi.

Rangga dan Cinta jadi ngobrol ngobrol sebentar mengenai buku itu. Ternyata buku itu tidak dijual di toko buku besar, melainkan di pasar lama seperti Kwitang. Di sore nanti Rangga ingin ke Kwitang, dan mencoba menawarkan ke Cinta ia mau ikut atau tidak. Cinta pun bingung dan ia akan menghubungi Rangga kalau ia bersedia ke Kwitang nanti sore. Padahal Cinta sudah janji mau nonton konser bareng teman temannya.


Sorenya, Cinta dan Rangga jadi pergi ke Kwitang bahkan Rangga sempat menggandeng tangan Cinta ketika hendak menyebrang. Cinta jadi kaget sedikit dan terdiam bingung harus apa. 
Teman teman Cinta yang sudah datang ke konser menanyakan keberadaan Cinta dimana. 

Di tengah tengah memilih buku di Kwitang, Cinta teringat akan janjinya dengan teman temannya dan ia berniat akan menyusul mereka sendirian. Rangga merasa risih, kenapa sedang asik memilih buku dia malah ingat sama teman temannya dan ingin nonton konser. Cinta seperti tidak punya pendirian. Cinta sangat tersinggung dengan kata kata Rangga dan ia memilih untuk tetap pergi menghampiri temannya sendiri.

Salah satu sahabat Cinta yaitu Alya memiliki keluarga yang broken home, namun mereka tidak bercerai. Alya merasa menderita. Cinta lah teman yang paling mengerti dan Alya sering menginap di rumah Cinta. Setelah Alya bersedih menceritakan tentang orangtuanya yang selalu bertengkar, ia jadi menanyakan apakah Cinta malam ini jalan jalan bareng Borne? Cinta menjawab tegas tidak, karena ia tidak menganggap special seorang Borne. Cinta malah keceplosan dia tadi jalan jalan sama Rangga. Tapi karena ia tidak ingin teman temannya tahu dan menganggap Cinta munafik, makanya ia minta maaf ke Alya dan jangan kasih tau ke siapa siapa. Bahkan ia cerita ia menyesal jalan sama Rangga. Pokoknya ia lebih senang jalan bareng sahabat sahabatnya dibanding Rangga.


Beberapa hari kemudian, Cinta dan teman temannya menonton pertandingan basket sahabatnya, Karmen. Di saat asik menonton pertandingan, Rangga menghampiri Cinta untuk berbicara 4 mata. Borne yang melihatnya jadi cemburu dan kesal pada Rangga. Rangga meminta maaf pada Cinta karena ia sudah keterlaluan waktu di Kwitang. Cinta memaafkan namun dengan cara ketus dan matanya tidak melihat ke arah Rangga. Rangga berasumsi kalau ia merasa risih diajak berbicara 4 mata apalagi dilihat oleh teman temannya. Cinta murka kembali, ia tidak terima teman temannya jadi kesalahan Cinta lagi. Cinta benar benar tidak ingin memaafkan Rangga dan Rangga pun pergi seolah ia mengerti kalau Cinta sudah tidak bisa dimaafkan.



Tidak sampai disitu kesialan Rangga, ia malah dihampiri geng nya Borne di sebuah gudang dan ia melabrak Rangga karena mendekati Cinta. Rangga yang tidak merasa bersalah mencoba menonjok namun ia kalah jumlah. Jadinya Rangga di keroyok dan hidungnya berdarah. Rangga kalah.

Rangga 2 hari tidak masuk, itu membuat Cinta penasaran. Ia merasa sangat bersalah pada Rangga karena tidak memaafkan dia. Cinta mencari tahu di kelas dan ke pak Wardiman kemana Rangga gak masuk. Berkat pak Wardiman, Cinta jadi bisa ke rumah Rangga sendiri dan menanyakan apakah benar Rangga di pukul orang?. Rangga berbohong kalau ia habis kena anak anak tawuran sepulang sekolah. Cinta tidak menaruh curiga setelah itu. Rangga menggodanya kenapa Cinta bisa sampai ke rumah Rangga? apakah Cinta merasa kehilangan kalau di sekolah gak ada Rangga?. Cinta merasa heran dan ia berniat pulang, syukurnya Rangga menariknya kembali dan mengatakan kalau itu bercanda. 

Cinta di layani minum oleh ayahnya Rangga bahkan mereka jadi masak bareng dan makan siang bareng. Cinta sangat menikmati kegiatan itu, karena hal itu belum pernah ia rasakan apalagi bareng seorang laki laki. Ternyata Rangga manis juga, ia pandai memasak.

Teman teman Cinta jadi heran pada sikap Cinta yang selalu menghilang karena jarang ikut ngumpul. Alya berasumsi sepertinya ia kebingungan soal Borne.

Setelah masak masak di rumah Rangga, hubungan Cinta dan Rangga kian membaik. Cinta diajak Rangga nonton pertunjukkan musik di sebuah kafe. Cinta pun mengiyakan. Sepertinya itu adalah date.

Ketika hari H, Alya menelepon dan meminta bantuan Cinta. Sayangnya Cinta gak bisa karena sudah terlanjur janji dengan Rangga. Namun dengan lirih, Alya ingiiiin sekali bertemu Cinta dan menginap dirumahnya tapi tetap saja Cinta gak bisa. Cinta beralasan ke dokter. Setelah dari dokter, Cinta akan ke rumah Alya dan menginap disana. Cinta berjanji seperti itu.



Bagaikan pasangan yang kasmaran, Cinta dan Rangga menghabiskan waktu berdua di kafe tersebut. Bahkan Cinta menyanyikan sebuah lagu dari puisi Rangga yang pernah dipajang di sekolah tersebut. Rangga merasa terenyuh dan memuji suara Cinta bagus.
Pulangnya Rangga mengantarkan Cinta pulang. Karena tidak dapat taxi jadinya mereka jalan kaki. Mereka menikmati itu. Cinta sempat menanyakan hal sensitif ke Rangga, yaitu soal ibunya. Rangga pun menceritakan kalau ibunya sudah lama meninggalkan ayahnya karna sosok ayahnya yang kontroversial menyinggung pemerintahan. Ibunya seperti tidak sanggup tinggal dengan ayahnya. Itu membuat Rangga sedih. Cinta pun menyesal menanyakannya.



Sudah sampai di rumah Cinta, Rangga harus pulang. Sebelum pulang, perasaan mereka kian membara. Rangga mencoba ingin mencium Cinta, namun ia urungkan. Cinta jadi sangat malu dan deg degan. Perasaan jatuh cinta yang tidak bisa ia bayangkan.

Pas masuk ke rumah, perasaan berbunga bunganya Cinta jadi hilang begitu saja karena orangtua Cinta akan ke rumah sakit. Ia mau menjenguk Alya karena Alya mencoba bunuh diri. Cinta sangat shock dan menangis sejadi jadinya. Cinta dan keluarga sampai di RS dan melihat Alya masih tidak sadarkan diri dan disampingnya ada ibunya yang menangisi Alya. Di sana ada teman temannya Cinta juga. Maura mencoba menarik Cinta keluar kamar. Ia menanyakan ke Cinta dia kemana saja ketika Alya butuh?? Ternyata Cinta pandai berbohong karena ia bilang ke dokter namun ayahnya bilang pergi ke kafe. Cinta tidak bisa menjawab karena ia shock. Ia merasa sangat berasalah. Maura berharap semoga Alya sadar dan Cinta bisa minta maaf kepadanya.

Cinta bagaikan dapat mimpi buruk dan penyesalan yang teramat sangat. Andai saja ia bisa bertemu dengan Alya kala itu, hal ini gak akan terjadi. Cinta lebih banyak menyendiri. Bahkan kondisi mading jadi kacau. Maura dan Karmen jadi bertengkar. Cinta pun jadi kesal kepada Rangga dan ia selalu menghindarinya. Ia melempar buku AKU yang ia copy sendiri. Karena itu mengingatkannya pada Rangga.

Rangga mencoba menghampiri Cinta sepulang sekolah. Cinta tidak menyambutnya dengan baik. Rangga penasaran kenapa Cinta seperti itu? Cinta menjelaskan kalau ia menjadi sosok yang berbeda dan tidak benar gara gara Rangga, jadi ia berharap Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga tersinggung pada perkataan Cinta. Rangga pun mengabulkan kalau itu kemauan Cinta. Ia tidak sudi di sebut jadi yang membuat Cinta orang tidak benar. Rangga setuju kalau mereka sudah seharusnya tidak bertemu lagi. Cinta hanya terdiam dan menatap sedih kepergian Rangga.



Syukurlah Alya siuman dan sedang masa pemulihan. Cinta dengan setia mendampinginya. Sambil memegang tangan Alya, ia meminta maaf kepada Alya. Alya menenangkannya karena itu bukan kesalahan Cinta. Orangtua Alya akhirnya cerai setelah kejadian tersebut. 
Alya penasaran, waktu itu Cinta pergi kemana dan sama siapa. Dengan ragu dan terbata bata, ia menjawab kalau ia pergi dengan Rangga.

Tanpa disadari, di belakang Cinta ada teman temannya yang datang dan mendengar percakapan mereka. Mereka kaget ternyata Cinta pergi sama Rangga. Bukankah Cinta sangat membencinya?. Cinta pun menjelaskan kalau kepergian Cinta  & Rangga tidak seperti yang mereka bayangkan, namun ia tidak menyangkal kalau Rangga adalah sosok yang unik.
Cinta sangat menyesal dan meminta maaf juga ke teman temannya. Syukurlah teman temannya memaafkan. Cinta berjanji teman temannya adalah yang terbaik dan ia tidak akan mendekati Rangga lagi.

Hari hari Cinta dilalui dengan semula lagi. Bahkan ia menerima tawaran Borne untuk jalan jalan dan didukung teman temannya. Naasnya, di tengah kebersamaan Cinta dan Borne..Borne mengatakan kalau ia pernah mengeroyok Rangga karena ia kesal ia mendekati Cinta. Cinta kesal dan ia melempar minuman ke muka Borne. Cinta merasa sepi, ia terus memikirkan Rangga. Ia berpura pura menelepon Rangga, ketika diangkat ia langsung mematikannya. Rangga pun demikian. Ia merasa hampa dan hanya melihat Cinta dari jauh saja. 



Hari demi hari Cinta jadi sering melamun sampai akhirnya teman temannya curiga dan menanyai Cinta di tempat sepi. Ada apa dengan Cinta? Apakah ia masih memikirkan Rangga?.
Diberi pertanyaan seperti itu, Cinta jadi sedih. Akhirnya Cinta jujur kalau ia tidak bisa melupakan Rangga. Tapi ia takut kalau teman temannya menjauhinya. Hal itu membuat Karmen sewot, memangnya kita teman yang seperti apa? Sampai Cinta takut dan tidak berkata jujur kalau ia sayang pada Rangga. Syukurnya ditenangkan oleh Alya. Cinta juga mengatakan kalau Rangga sudah sangat membencinya. Teman temannya menyarankan agar Cinta minta maaf kepadanya dan Karmen menyarankan agar Cinta cepat cepat menghampiri Rangga, karena ia melihat Rangga berpelukkan kepada pak Wardiman. Seperti mau berpisah.

Selesai kelas, mereka langsung menghampiri pak Wardiman. Ia menanyakan dimana Rangga?. Pak Wardiman mengatakan kalau Rangga akan pindah sekolah ke New York. Mereka shock. Dan katanya Rangga berangkat sore ini. Cinta dan kawan kawan langsung bergegas ke bandara. Untung ada Mamet, teman mereka yang culun yang membantunya ke bandara.

Dari POV Rangga, ia mencoba menghubungi Cinta namun sayangnya ia tidak ada di rumah. Ayahnya Rangga menyarankan agar Rangga meminta maaf ke Cinta dan pamit dengannya.

Cinta bergegas dan syukurlah ia bisa masuk ke ruang keberangkatan agar bisa mengejar Rangga. Alhasil dia bisa bertemu Rangga di menit menit terakhir. Ia meminta maaf karena itu salah dirinya dan ia berharap Rangga tidak jadi pergi. Cinta menyatakannya kalau ia menyayanginya. Rangga pun demikian, ia menyayanginya. Namun sayangnya Rangga harus tetap pergi. Cinta menangis kalau ini tidaklah adil. Rangga memberikkan sebuah buku notes dan ia menyuruh Cinta membaca di halaman terakhir. Mereka pun berciuman sebagai tanda sayang dan perpisahan. Cinta melepasnya dengan tangisan.



Di dalam mobil ke arah pulang, Cinta membacanya. Itu adalah sebuah puisi tentang perasaan terhadap wanita yang ia sayangi kemudian ia berjanji akan kembali pada suatu purnama. Cinta pun tersenyum lagi.

-end-


Sinopsis Film Suckseed (2011)

 


Berawal dari kisah Ped, anak laki laki yang introvert, kikuk dan pesimistis yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada teman sekelasnya, Ern. Ern anak yang manis dan pandai bernyanyi, ia awalnya membantu Ped yang kesusahan dalam menyanyikan lagu di kelasnya.



Karena Ern akan pindah ke Bangkok, Ped mempunyai ide yaitu membuatkan lagu (semacam remake lagu dari sebuah band) dengan suara dan petikkan gitarnya sendiri kemudian di rekam di sebuah kaset untuk diberikan ke Ern. Di dalam lirik lagu tersebut ada perasaan Ped terhadapnya.

Setelah berusaha sampai tengah malam, ia langsung pergi ke rumah Ern. Sayangnya rumah Ern sudah di tutup. Ped tidak kehabisan akal, ia menelepon Ern. Naasnya yang mengangkat malah ayahnya dan memarahi Ped karena menelepon malam malam. Ped juga mengaku kalau dirinya adalah Koong, sahabat Ped yang juga teman sekelas mereka.

Esoknya, tiba tiba ada gosip di kelas. Thuang, teman sekelas Ped yang sangat "ember" memberitahukan ke seisi kelas kalau Koong dan Ern saling menyukai. Itu karena Thuang tahu kalau Koong menelepon Ern semalam. Koong mengelak dan mengatakan kalau dia tidak menelepon Ern. Ped yang mengetahui hal itu hanya diam. Ia menggenggam kencang kaset yang ingin diberikkan ke Ern. Ern menjadi kesal terhadap Koong. Koong dan Ern habis di soraki teman sekelas.



Ern pun pergi pindah ke Bangkok. Kaset yang sudah di simpan Ped pun gagal diberikan.

Beberapa tahun kemudian, ketika Ped dan Koong sekolah menengah (entah SMP atau SMA) merasa terkejut karena teman waktu SD nya yaitu Ern jadi anak baru di sekolah mereka dan mereka jadi bertemu kembali. Melihat Ern, Ped jadi berbunga bunga dan tersenyum karena cinta pertamanya kembali datang.


Koong punya saudara kembar, yaitu Kay. Kay menjadi murid populer dan berbakat dalam bidang musik. Ia adalah gitaris kepercayaan di sekolah. Sedangkan Koong entah apa yang di minati, karena ia merasa tidak punya pendirian. Ia selalu mengajak Ped kemana mana. Sikap Koong sangat berbeda dengan Ped, ia sangat percaya diri, seenaknya dan optimistis. Benar benar 2 sahabat yang bertolak belakang.

Koong memilikki ide! Ia ingin membentuk band biar terlihat keren dan bisa menarik perhatian cewek cewek (terutama Ern). Ped merasa ide Koong adalah konyol, namun ia tidak bisa menolaknya. Koong malah sudah menemukkan member baru yang akan menjadi drummer, yaitu si Ex. Dengan cepat, Koong memberitahu ke penjuru sekolah kalau mereka akan manggung di sebuah mall di hari minggu.



Ini hal baru bagi mereka terutama Ped. Ia ditunjuk sebagai bassist. Vokal sekaligus gitaris adalah Koong sendiri. Ped benar benar belajar dari 0. Setelah hari H, mereka tampil di sebuah panggung. Teman teman sekolahnya ada yang dateng, khususnya Ern. Ern semangat ingin melihat mereka. Sayangnya penampilan "KOONG AND FRIENDS" malah kacau, karena penonton mereka kebanyakan anak kecil sedangkan genre band mereka rock. Anak anak pada menangis. Thuang yang merekamnya jadi menggoda Koong dan Ped di kelas. Koong dan Ped malah mengambil hobi lain yaitu baca komik. Mereka merasa malu pada penampilan mereka sendiri kemarin.


Karena kesal dengan omongan Thuang, Ped dan Koong pergi keluar kelas. Pandangan mereka teralihkan karena mendengar suara merdu dari Ern  yang sembari bermain gitar. Ped dan Koong jadi terpana.

Semangat Koong untuk melanjutkan ngeband pun jadi muncul lagi. 

Gara gara Koong kesal dengan band baru kembarannya yang akan berlatih dan ikut perlombaan di ajang musik bergengsi HOT WAVE AWARD, Koong malah merektrut Ern menjadi gitarisnya dan dengan lantang akan mengikuti audisi Hot Wave juga. 


Tanpa Ped duga, Ern menyetujui penawaran itu. Mereka berempat pun latihan bersama. Ped merasa agak sedikit kikuk karena harus latihan bareng cewek yang ia sukai. Mereka menjadikkan gudang di rumah Ex untuk jadi studio dadakan.


Ped diperintahkan untuk menulis lirik. Karena liriknya mau tentang cinta, Ped mencoba mengikuti Ex yang sedang kasmaran pada seorang gadis bernama Som. Namun Ex sangatlah pemalu, beda sekali dengan wajahnya yang sangar. Alhasil mereka masih merasa buntu untuk membuat liriknya. Ped mencoba membuat liriknya sendiri sambil memikirkan Ern. Ketika sambil memikirkan Ern, dengan lancar Ped menulis lirik lagu tentang cinta.

Tanpa disangka, Koong masuk ke kamar Ped yang sedang asik membuat lagu. Ped takut kalau Koong tahu ia masih menyukai Ern. Koong membaca liriknya dan setuju dengan yang ditulis.

Koong mencoba menanyakan perasaan Ped terhadap Ern. Dengan bohong, Ped menjawab kalau ia tidak menyukai Ern. Koong percaya dan dia mengatakkan dengan jujur kalau ia menyukai Ern. Perasaan itu kian membesar. Ped agak shock, sahabatnya juga menyukai gadis yang sama. Bahkan Koong ingin menyatakkannya langsung. Ped jadi pura pura bahagia.



Koong minta Ped untuk menemani pertemuan dia dengan Ern. Ped pun memahaminya dan ia pulang duluan agar tujuan Koong untuk menyatakan cintanya ke Ern berjalan lancar. Koong berterimakasih. Padahal Ped sangat sakit hati, ia harus merelakkan gadis yang ia sukai dengan tulus itu bersama dengan sahabatnya sendiri. Ped membuang buku yang penuh dengan tulisan puisi, lagu bahkan kata kata Ern. Ia menyerah.

Besoknya, Koong menelpon sambil menangis dan menyuruh Ped dan Ex ke stasiun. Koong mengajak mereka ke Bangkok. Di dalam kereta, Koong curhat kalau ia habis di tolak Ern dan dia merasa kesal pada Ern. Bahkan Koong menyuruh Ern keluar saja dari grup bandnya. Mendengar itu Ped merasa senang, ternyata mereka tidak pacaran. Namun di satu sisi dia khawatir gimana nasib band kita kalau Ern tidak ada. Ped merasa kesal pada Koong karena seenaknya. Koong hanya bisa menyesal dan sedih. Ia butuh hiburan dari Ped dan Ex. Mereka bertiga nyanyi nyanyi lagu patah hati selama perjalanan.


Koong hanya ingin menunjukkan ke mereka kalau perempuan itu menyakitkan, dan perempuan adalah makhluk egois. Jadi mereka seharusnya bisa bahagia tanpa perempuan. Koong patah hati ditolak Ern, sedangkan Ex patah hati karena Som menyukai gadis tomboy (ya, ternyata ada indikasi lesbi). Jadi mereka menyebutkan diri mereka pecundang. Mereka menamai group mereka Sucks Shit, yang di tulis menjadi Suckseed. Dan sebuah  stadion besar di Bangkok akan jadi tujuan band mereka untuk manggung.

Mereka mengganti lirik tentang cinta menjadi lirik pencarian jati diri dari seorang pecundang dan jangan gampang menyerah.


Ped menghampiri Ern di saat senggang di sekolah. Ia menanyakan kabar Ern setelah ia di depak dari bandnya. Ern merasa baik baik saja. Jujur Ped merasa khawatir kepada Ern. Ped mengatakan kalau jangan dipikirkan sikap Koong yang seperti itu. Setelah itu, Ped jadi sering menghampiri Ern. Ped mencari cari alasan agar bisa bertemu dengan Ern.



Ped memberikan kaset rekaman yang ia buat dulu ke Ern. Ern mendengarkannya dan ia terhibur. Ern merasakan sikapnya Ped. Ern pun menanyakan bagaimana perasaan Ped terhadapnya, apakah Ped menyukainya?. Ped terdiam dan befikir, namun ia mengatakkan "dulu iya, namun sekarang tidak lagi". Ern memahaminya. Karena merasa tidak jujur, akhirnya Ped menghampiri rumah Ern dan membacakan puisi yang ia tulis untuk Ern. Itu adalah bentuk perasaan dia kepada Ern.


Ped secara jujur dan lantang mengatakkan ia menyukai Ern sejak lama. Ern pun menyambut, ia juga menyukai Ped. Ped sangat bahagia, sampai sampai ia memeluk ibunya. Ern sempat khawatir, bagaimana dengan Koong?. Ped meyakini kalau Koong sudah tidak menyukai Ern lagi.

Ped dan Ern pacaran diam diam. 



Band Suckseed memulai latihan lagi dan melakukan rekaman untuk di kirim ke audisi Hot Wave. Mereka pun was was untuk menunggu hasilnya di radio nanti. Selama itu juga hubungan Ped dan Ern semakin hangat. Mereka menyempatkan diri untuk jalan jalan. Ped sangat menyayangi Ern, namun entah sampai kapan mereka menyembunyikkan hubungan mereka.

Walau Koong suka bertengkar dengan kembarannya, ia sebenarnya peduli pada kembarannya. Ketika partner band Kay menjelekkan Kay di belakang, Koong siap membela kembarannya itu. 

Kay dengan santai mengatakkan kalau ia dikeluarkan dari band dan ia membentuk band baru. Vokalis dari bandnya Kay tidak lain dan tidak bukan adalah Ern. Koong merasa agak sedikit tergelitik, ia tetap pada pendiriannya kalau ia membenci perempuan dan akan tetap terus maju untuk audisi Hot Wave tersebut.



Pengumuman band yang lolos audisi Hot Wave sudah diumumkan. The Arena, bandnya Kay dan Ern lolos menjadi peringkat satu dan Suckseed lolos juga menjadi urutan terakhir. Koong, Ex dan Ped sangat senang sekali dan mereka merayakannya. Mereka semakin semangat menjalani ke tahap selanjutnya. Ped dan Ern pun juga saling menyemangati. Bahkan Ern membuat nama mereka di gitar miliknya (EPED).

Hari H pun tiba. Band yang lolos diharuskan menampilkan lagunya di panggung. Suckseed akan tampil setelah The Arena. Ketika The Arena tampil, Ped dan Koong menyaksikannya di samping panggung. Koong pun bergumam "Ern tetap hebat ya", di setujui oleh Ped. Lalu Koong mengatakan sesuatu yang membuat Ped khawatir dan sedikit kaget. Koong mengatakan "sepertinya aku tidak bisa melupakan Ern". Ped hanya terdiam sembari melihat ke arah Koong yang sedang fokus melihat Ern. Ped jadi bimbang. 

Koong merasa aneh dengan lirik yang dinyanyikan oleh Ern tersebut. Koong seperti ingat, ternyata itu adalah lirik yang pernah ia baca di buku catatannya Ped. Ped membuatkan lagu untuk Ern?

Ped hanya terdiam. Ern yang sedang menyanyi pun sesekali melirik ke arah Ped sambil tersenyum, menandakan kalau benar lirik itu di tulis oleh Ped dan sepertinya mereka mempunya hubungan spesial. Melihat itu, perasaan Koong jadi tidak karuan. Ia merasa badmod dan tidak semangat. Ketika tampil, Koong tidak bersemangat dan bernyanyi dengan datar. Di tengah penampilannya, Koong jadi kesal dan turun panggung. Hal itu sangat mengkagetkan semuanya. Penampilan mereka terhenti dan batal.

Ex mencoba menghentikan Koong. Ped pun mengatakkan kalau ia tahu Koong membencinya kalau ia membuatkan lagu untuk Ern, namun Ped tidak tahu kalau Ern akan menyanyikkan lagu tersebut. Koong tetap saja emosi. Ped malah lebih emosi karena ia merasa Koong sangatlah egois, ia seenaknya memasukkan seseorang ke sebuah band dan mendepaknya juga. Tentang perasaan ia ke Ern, ia mengatakkan kalau ia lebih dulu menyukai Ern dibanding Koong. Mendengar itu Koong kesal dan mengatakkan kalau Ped selama ini kenapa diam saja?? kenapa tidak menceritakkan yang sebenarnya. Koong pun pergi meninggalkan semuanya.

Beberapa hari kemudian, Ped dan Ern bertemu. Ern tahu kalau Ped ingin mengatakkan sesuatu. Ped pasti ingin mengakhiri ini semua. Ern pun sedih karena semua sudah terbaca, Ped meminta maaf. Ern pun pergi meninggalkan Ped sambil menangis.



Masa kelulusan sekolah, Ped jadi sendiri. Koong sudah enggan berteman dengan Ped. Ped hanya memandang ke arah Koong yang sedang asik mencorat coret baju kelulusan dengan yang lain. Ped meninggalkan bass pemberian Koong di meja kelasnya dan pulang begitu saja. Persahabatan mereka retak sudah.

Beberapa tahun kemudian, Ped akan menghadiri reuni sekolah bersama The Arena yang akan menjadi bintang tamunya. The Arena kini jadi band melejit dan sudah mengeluarkan album sendiri. Ped bertemu dengan Ern, Ern sangat senang bisa melihat Ped. Ped mengucapkan selamat dan bangga pada pencapaian The Arena, tidak seperti dia yang tetap jadi pecundang.



Ped bertemu Ex yang malah asik mabuk, dan juga bertemu Thuang yang tidak berubah. Kemudian ia melihat Koong. Koong duduk sendirian sambil menonton video di panggung. Ped menghampiri pelan dan menanyakan ke Koong, apakah ia masih nge band? Koong menjawab singkat "Aku udah lupa semuanya". 

Ped memilikki ide, ia nekat tampil di penghujung acara reuni dengan menyanyikan lagu Suckseed sambil memetik bass yang ala kadarnya. Ped bernyanyi sambil bergetar berharap Koong sadar dan mau kembali seperti dulu. Koong hanya cuek dan tidak berkomentar apa apa, malah Koong membalikkan badan seperti ingin pulang. Ped tetap menyanyi lebih kencang setelah melihat Koong pergi.



Ternyata Koong bukannya mau pulang tapi menghampiri kembarannya untuk meminjam pick gitar sambil menangis cengeng. Ia ingin menyanyikan lagu itu kembali. Koong pun membalikkan badan lagi dan berlari kencang ke arah panggung dan mengambil gitar kemudian menyanyi dengan lantang. Ped tersenyum. Ia menangis bahagia. Di susul Ex yang bermain drum sambil mabuk. Mereka pun bernyanyi bersama lagu ciptaan mereka walau tahu suara mereka sumbang semua. Ped menangis dan memeluk Koong yang juga menangis. Mereka berpelukkan dan berbaikan lagi. Ern yang melihat itu jadi ikutan menangis.

Band Suckseed eksis lagi, dan Ern ada di dalamnya. Hubungan mereka membaik. Perasaan Ern memang tidak berubah kepada Ped namun ada yang lebih penting lagi, yaitu persahabatan dan band Suckseed yang sudah susah payah dibangun. Mereka pun tampil lagi di sebuah acara petani yang habis merayakkan panen sayuran milik mereka.



-End-


Celotehan gue tentang ini film :

1. Ini film gak akan mati dimakan oleh zaman! Bener2 the best dan alur ceritanya bagus plus ngena banget. Film ini emang cowo banget tapi ada sisi sensitifnya setelah bertemu cewe. Bener2 kompleks tapi bagus dan menghibur

2. Baru sadar kalau film ini ala ala anime. Iya, di tengah2 ada ilustrasi ala anime, tapi dari mimik muka, scoring dan sebagainya tuh komikal banget. Berkarakter. Sutradara sengaja milih cast yang mukanya berkarakter jadi bisa membuat mimik muka ala ala komik atau anime

3. Penyanyi di kereta itu sama kayak pemain di ATM 

4. Kayanya kalo film ini ditampilin di Indo bakal ada beberapa yang di sensor or di cut deh. Pas adegan Ex suka sama gebetannya, dan ternyata dia lebih tertarik sama cewe tomboy. Mengandung LGBT jadinya. Ya gpp sih di cut, gak mengurangi esensi ceritanya

5. Kenapa gue rewatch film ini di tahun 2024? Karena tiba tiba gue kepikiran sama pemeran Suckseed pas masih kecilnya

6. Lagu lagu pop Thailand ternyata enak juga

7. Suka ngakak sama adegan Koong dan kembarannya Kay, kayak maksain cuy 🤣. Tapi lucu. Mana Kay ceritanya kalem2 cool gitu beda sama Koong yang ambisius, bawel dan seenaknya wkwkw

8. Sebenernya tuh dari awal udah dikasih tau kalo ERN SUKA SAMA PED. Dimulai dari dia masih hafal sama nama lengkap Ped. Padahal bisa aja kan lupa secara itu beberapa tahun yg lalu dan dia pindah ke Bangkok yang pasti banyak ketemu orang, perhatiin deh dia selalu notice dan senyum kalo ketemu Ped, dia mau diajak pergi kalau ada Ped nya. Jadi bisa dibilang mereka berdua sama sama suka tapi ga pada tahu.

9. Gue baper banget sama Ped alias Jirayuu LaongManee!!!. Dia meranin karakter Ped yang cupu abis, introvert dan baik hati tuh dapet bangettt! Apalagi pas dia berduaan sama Ern, dia tuh langsung malu. Dia suka natap "sayang" ke arah Ern. Apalagi pas Ern nanya "ada gak ya kata kata selain cinta?" (Ini lagi ngomongin lirik). Ped natapnya tuh..duh!! Sumpah bikin speechless. Kaya tulus banget gitu. Pokoknya tiap dia berduaan, tatapan Ped selalu bikin luluh. Cara jalannya pun realistis banget ala ala cowo culun 😂. Thailand bener2 keren sih bikin film, kayak diperhatiin banget karakternya. Koong juga jadi karakter egois, diperhatiin mimik muka sampe cara jalannya. 

10. Ternyata cara Koong dan Ped menyatakkan cinta ke cewek yang dia sukai sama. Sama sama pake lagu. Koong memberikkan kaset dan Ern suruh dengarkan, tapi malah di tolak setelah di dengarkan. Ped, kasih kaset juga yang pernah dia bikin pas SD tapi dia beruntung karena abis itu di terima sama Ern. Walau kurang realistis sih disini, seorang pelajar nyatain cinta terang terangan pake lagu. Paling banter kan lewat surat atau telepon.

11. Kita pasti punya temen seperti tokoh Thuang. Cowo tapi serba tau, selalu aktif disekolah, suka godain sana sini dan narsis. Hahaha bener2 kaya realistis di kehidupan sekolah. Kalo ibarat perusahaan, Thuang adalah humasnya.


Sumber gambar : wikipedia, google, X dan facebook

Senin, 07 Oktober 2024

Sinopsis Film Petualangan Sherina (2000)


 


Sherina, seorang anak SD yang periang, aktif, setia kawan dan pandai bernyanyi ini sedang bersuka ria bareng sahabat sahabat sekolahnya di Jakarta. Tiap pulang sekolah mereka menyempatkan diri untuk bermain bersama. Sherina sangat menyukainya.



Mendadak, ayahnya pulang kerja lebih cepat dan akan memberitahukan sebuah berita penting ke Sherina. 

Mereka sekeluarga akan segera pindah ke Bandung karena urusan pekerjaan ayahnya di bidang perkebunan. Sherina sempat speechless dan ia merasa kesal karena berfikir akan berpisah dengan teman temannya. Ia tidak berkata kata, ia menjauh dari pandangan orangtuanya dan menyendiri. Namun kepindahan itu harus dijalani walau Sherina masih tidak ikhlas.


Beberapa hari kemudian, tibalah saatnya Sherina pindah. Sherina pergi diiringi kesedihan teman temannya.



Selama perjalanan ke rumah baru, Sherina hanya terdiam. Namun diam diam ia menikmati dan memperhatikan pemandangan hutan dan kebun di sekitar Bandung Utara itu.

Lanjut, di sekolah Sherina yang baru ada 3 orang murid nakal. Yaitu Sadam, Ichang dan Dudung. Dan sepertinya Sadam adalah ketua genk nya. Masih pagi, Sadam sudah membuat onar kepada teman sekelasnya, Fariz.



Bu guru menyelesaikannya, ia tidak menghukum Sadam dan genk nya karena di kelas mereka kedatangan teman baru yaitu Sherina. Ketika Sherina menyebutkan namanya, ia malah diejek dengan sebutan "monyet" oleh Sadam dengan lantang. Hal itu membuat Sherina kesal. Syukurlah di hari pertama Sherina mendapatkan teman yang baik, sama baiknya seperti temannya yang di Jakarta. 

Sherina mencoba membalas perkataan Sadam. Ia menantang Sadam, dan Sadam dibuat malu oleh Sherina dan kawan kawannya.


Tidak terima, esoknya Sadam membalasnya. Ia menaruh lem di bangku Sherina dan rok dia jadi nempel di bangku. Sherina sangat kesal dan ia ngedumel di rumahnya. Ia melarang ibunya untuk mencucinya, biar tersangkanya saja yang mencucinya. Ayahnya menenangkannya, Sherina akan di ajak ke sebuah perkebunan besar milik pak Ardiwilaga. Mereka akan menginap 3 hari disana. Sherina langsung berubah menjadi lebih baik.


Sesampainya di rumah pak Ardiwilaga, tanpa disangka sangka ternyata itu adalah rumah musuhnya Sherina yaitu Sadam. Hal yang paling menggelitik, Sadam dipanggil "yayang" oleh ibunya dan ternyata dia anak mami. Entah mimpi apa Sherina bisa menginap di rumah musuhnya. Sadam terpaksa harus mengajak Sherina bermain karena suruhan maminya.


Sherina bermain main dengan Sadam dikebun. Sherina menantang Sadam lomba lari, Sadam menolak. Ia ingin lebih dari itu, yaitu lomba dulu-duluan untuk sampai ke Boscha. Sherina yang pantang menyerah menyetujuinya.

Walau ada tentangan dari orangtua Sadam, tapi akhirnya mereka jadi jalan juga hanya berdua. Selama perjalanan, Sherina takjub dengan pemandangannya yang tidak pernah ia dapatkan di Jakarta dulu.


Sialnya, di tengah tengah perjalanan di dalam hutan Sherina kehilangan jejaknya Sadam. Tiba tiba Sadam menghilang! 

Sherina merasa capek dan ia istirahat sebentar. Tanpa disadari, ia di hampiri oleh seorang pria dan mengatakkan kalau ia temannya pak Ardiwilaga dan Sadam ada di rumahnya dia ingin bertemu Sherina. Sherina curiga namun ia tetap mengikuti pria itu. Sesampainya di "rumah" pria itu, Sadam berteriak dari dalam mobil "Sherina, lari!". Sherina refleks dan dia kabur menjauhi para penculik. Para penculik kecolongan. 


Ternyata Sadam di culik!. Sherina dengan segala akalnya akan membantu Sadam keluar dari mobil penculik itu.


Para orangtua di rumah jadi khawatir, kenapa Sadam dan Sherina belum pulang padahal waktu sudah sore.

Sherina diam diam masuk ke dalam mobil penculik dan sampai di basecamp para penculik. Karena sudah tengah malam, Sherina jadi ketiduran. Tanpa ia sadari, alarm di jam tangannya berbunyi dan ia sadar ia harus menjalankan misi nya. Ia berhasil membawa Sadam keluar dan membawa beberapa bukti untuk di kasih ke orangtuanya.

Sadam mengajak Sherina kabur ke Boscha, tempat tujuan utama mereka. Hanya Boscha satu satunya yang masih buka di tengah malam begini.

Sherina takjub dengan isi dari Boscha, terdapat teropong besar. Dan Sadam bisa dengan lancar menceritakan tentang tata surya.


Mereka tertidur. Sialnya, pegawai Boscha tidak ada di tempat karena istrinya melahirkan jadinya Sherina dan Sadam istirahat disana dan terkunci dari dalam. Sadam tidak bisa tidur karena asma dia kambuh. Para penculik itu mendatangi Boscha dan akan membawa Sadam kembali. Itu karena jejak permen coklat yang dijatuhi Sherina, makanya mereka jadi ketahuan. Sadam menyuruh Sherina saja yang keluar sendirian sambil cari orang orang di pasar, mereka mengenali ayahnya Sadam. Sadam sangat merintih kesakitan dan Sherina meminta maaf kemudian pergi. Ia dikejar kejar oleh penculik namun berhasil menghindar.

Orangtua Sadam di ancam untuk memberikan uang 3 Milyar demi menyelamatkan Sadam. Mami nya Sadam sangat khawatir, ia berniat akan menjual perkebunan suaminya. Suaminya sangat tidak setuju, namun tidak ada cara lain karena ini mendesak. Orangtua Sherina tidak bisa melakukan apa apa selain berdoa. Ayah Sherina ikut mencari Sadam dan Sherina, ternyata mereka jalan sejauh ini. Banyak bukti yang tertinggal seperti plester Sherina dan botol minum Sadam. Alhasil mami nya Sadam meminta tolong Natasha untuk membeli perkebunannya secara cash. Karena Natasha memang dari dulu ingin membeli perkebunan itu.

Usut punya usut, ternyata Natasha adalah komplotan dari seorang mafia tanah yang ingin sekali merampas perkebunan pak Ardiwilaga untuk menyempurnakan proyek real estate nya, pak Kertarajasa. Jadi Kertarajasa menyuruh anak buahnya untuk menculik anak pak Ardiwilaga dan minta tebusan 3M ke mereka. Otomatis, pak Ardiwilaga akan menjual perkebunannya demi mendapatkan 3M itu. Usaha mereka hampir saja berhasil.

Di waktu dan jam yang sama, pak Ardiwilaga akan menandatangani surat perjanjian jual beli tanah sambil menatap sedih, lalu di sisi lain Sherina berhasil menemukkan pasar dan bertemu pedagang yang mengenali pak Ardiwilaga. Dengan cepat Sherina menuju ke rumah pak Ardiwilaga sebelum terlambat.


Sherina datang tepat waktu! Di saat pak Ardiwilaga ingin menandatangi surat itu, Sherina berteriak datang. Para orangtua menghampiri dengan perasaan cemas dan lega. Syukurlah Sherina baik baik saja, namun tidak dengan Sadam. Sherina menjelaskan dengan terengah engah kalau mereka habis jadi korban penculikkan, dan Sadam masih ada di Boscha. Sherina memberikan beberapa bukti yang menunjukkan dalang dibalik penculikkan tersebut. Setelah dilihat, ternyata Natasha adalah komplotan Kertarajasa. Natasha hanya bisa terdiam kalah dan polisi segera menangkap Natasha.

Kertarajasa yang sedang melakukan konferensi pers mengenai project barunya "Pasundan Valley" jadi terhambat karena datangnya polisi yang ingin menangkap beliau. Beliau ditangkap di depan para wartawan dan gagal melanjutkan konferensi pers. Di sisi lain Sadam berhasil di kembalikkan ke orangtuanya.

Keesokannya Sherina menuju ke rumah pak Ardiwilaga sembari tersenyum. Ia mendapati petualangan yang tidak terlupakkan. Sherina dan Sadam pun berbaikan. Di sekolah catatan mereka mengenai liburan selama 3 hari pun sama. Mereka di sorakki riuh oleh teman teman sekelasnya. 



-end-