Selasa, 08 Oktober 2024

Sinopsis Film Ada Apa Dengan Cinta? (2002)



Cinta dan kawan kawan SMA nya terlihat sedang sibuk mengurusi terbitan di majalah dinding alias mading di sekolah mereka. Karena di sekolah mereka akan diadakan lomba puisi. Lomba puisi tersebut diadakan tiap setahun sekali, Cinta selalu jadi pemenangnya.
Cinta dan kawan kawannya yaitu Alya, Milli, Karmen dan Maura sangat kompak di sekolah. Baik jadi petugas mading, di kelas maupun berangkat dan pulang sekolah. Mereka selalu bersama. Karakter Cinta yang ceria dan humble membuat ia dikenal sebagai ketua genk dan di rumahnya pun dijadikan basecamp oleh teman temannya. Cinta juga handal bermain gitar, maka dari itu ia membuat puisi khusus untuk sahabat sahabatnya dan ia nyanyikan sambil bermain gitar.



Ketika hari pengumuman tiba, Cinta sangat deg degan apakah ia akan menang. Namun sayangnya bukan Cinta yang di sebut namanya, melainkan Rangga dari kelas 3. Rangga tidak kunjung datang mengambil hadiahnya. Cinta kecewa dan sangat penasaran kenapa yang menang adalah Rangga? padahal Cinta yang selalu berlangganan menang. Cinta diam diam membaca puisi Rangga tersebut, dan ternyata memang benar bagus.



Cinta membuat ide, ia ingin mengambil profil pemenang puisi tahun ini dan dipajang di mading. Teman teman Cinta setuju. Cinta pun mencari sendiri keberadaan Rangga dan ditemukanlah di perpustakaan. Kesan pertama Cinta bertemu Rangga sangat mengesalkan. Rangga sangat ketus dan ia menolak keras untuk di wawancara. Cinta sangat murka di ruang mading. Ia mengeluarkan unek uneknya tentang Rangga dan ia berjanji gak akan mewawancarai Rangga lagi karena kapok.



Karena Cinta adalah gadis populer, ia mempunyai gebetan yang jagoan di sekolah, dia bernama Borne. Borne ingin sekali menjadi pacar Cinta, namun ternyata tidak mudah mengambil hati Cinta. Borne suka mengajak Cinta jalan jalan dan meneleponnya. Hal seperti itu membuat Cinta merasa kurang respect ke Borne. Kesannya Borne adalah pria membosankan

Sepulang dari jalan jalan dengan Borne, ia masih merasa kesal dengan perlakuan Rangga di sekolah tadi. Ia pun berencana membuat surat ancaman ke Rangga di ruang penjaga sekolah, pak Wardiman. Cinta tahu kalau Rangga suka menghabiskan waktu istirahat di ruangan pak Wardiman. Yah, Rangga adalah sosok yang tidak memiliki teman dan tidak ramah. Ia lebih suka sendiri

Rangga membaca suratnya, dan ia merasa kesal. Ia langsung menghampiri Cinta ke ruang mading dan melabrak Cinta secara 4 mata. Cinta menyambutnya dengan jutek. Mereka pun bertengkar, bahkan Cinta mengatakan mading sudah tidak ingin mewawancara dia karena sudah keburu terbit. Teman teman Cinta penasaran kenapa Rangga kemari. Dan Cinta hanya menjelaskan kalau Rangga adalah sosok yang angkuh. Untuk mendapatkan profile nya bisa tanya ke walikelasnya saja. Tanpa disadari, buku yang selalu dibawa bawa oleh Rangga terjatuh dan Cinta memungutnya.



Ia pun membacanya diam diam,, ia ingin tahu buku apa yang bikin Rangga bisa membuat puisi semenarik itu? semenarik apa buku tersebut sampai selalu dibawa bawa oleh Rangga?. Cinta jadi terenyuh dengan buku tersebut, sampai sampai Cinta gak bisa tidur dan terlambat ke sekolah. Buku itu berjudul "AKU" karya Chairil Anwar.



Rangga kelimpungan mencari buku kesayangannya tersebut. Lalu esoknya ada paket di atas mejanya dan itu adalah buku AKU nya yang hilang, dan ia membaca notesnya. Kata kata penggalan dari novel tersebut ditulis oleh Cinta. Rangga pun mengerti. Rangga menghampiri Cinta lagi dan mengucapkan terimakasih sembari tersenyum karena itu adalah buku langka. Cinta yang awalnya menganggap kedatangan Rangga adalah untuk mengajak berantem tapi jadi berubah fikiran karena melihat Rangga tersenyum dan kebingungan mau bicara apa lagi.

Rangga dan Cinta jadi ngobrol ngobrol sebentar mengenai buku itu. Ternyata buku itu tidak dijual di toko buku besar, melainkan di pasar lama seperti Kwitang. Di sore nanti Rangga ingin ke Kwitang, dan mencoba menawarkan ke Cinta ia mau ikut atau tidak. Cinta pun bingung dan ia akan menghubungi Rangga kalau ia bersedia ke Kwitang nanti sore. Padahal Cinta sudah janji mau nonton konser bareng teman temannya.


Sorenya, Cinta dan Rangga jadi pergi ke Kwitang bahkan Rangga sempat menggandeng tangan Cinta ketika hendak menyebrang. Cinta jadi kaget sedikit dan terdiam bingung harus apa. 
Teman teman Cinta yang sudah datang ke konser menanyakan keberadaan Cinta dimana. 

Di tengah tengah memilih buku di Kwitang, Cinta teringat akan janjinya dengan teman temannya dan ia berniat akan menyusul mereka sendirian. Rangga merasa risih, kenapa sedang asik memilih buku dia malah ingat sama teman temannya dan ingin nonton konser. Cinta seperti tidak punya pendirian. Cinta sangat tersinggung dengan kata kata Rangga dan ia memilih untuk tetap pergi menghampiri temannya sendiri.

Salah satu sahabat Cinta yaitu Alya memiliki keluarga yang broken home, namun mereka tidak bercerai. Alya merasa menderita. Cinta lah teman yang paling mengerti dan Alya sering menginap di rumah Cinta. Setelah Alya bersedih menceritakan tentang orangtuanya yang selalu bertengkar, ia jadi menanyakan apakah Cinta malam ini jalan jalan bareng Borne? Cinta menjawab tegas tidak, karena ia tidak menganggap special seorang Borne. Cinta malah keceplosan dia tadi jalan jalan sama Rangga. Tapi karena ia tidak ingin teman temannya tahu dan menganggap Cinta munafik, makanya ia minta maaf ke Alya dan jangan kasih tau ke siapa siapa. Bahkan ia cerita ia menyesal jalan sama Rangga. Pokoknya ia lebih senang jalan bareng sahabat sahabatnya dibanding Rangga.


Beberapa hari kemudian, Cinta dan teman temannya menonton pertandingan basket sahabatnya, Karmen. Di saat asik menonton pertandingan, Rangga menghampiri Cinta untuk berbicara 4 mata. Borne yang melihatnya jadi cemburu dan kesal pada Rangga. Rangga meminta maaf pada Cinta karena ia sudah keterlaluan waktu di Kwitang. Cinta memaafkan namun dengan cara ketus dan matanya tidak melihat ke arah Rangga. Rangga berasumsi kalau ia merasa risih diajak berbicara 4 mata apalagi dilihat oleh teman temannya. Cinta murka kembali, ia tidak terima teman temannya jadi kesalahan Cinta lagi. Cinta benar benar tidak ingin memaafkan Rangga dan Rangga pun pergi seolah ia mengerti kalau Cinta sudah tidak bisa dimaafkan.



Tidak sampai disitu kesialan Rangga, ia malah dihampiri geng nya Borne di sebuah gudang dan ia melabrak Rangga karena mendekati Cinta. Rangga yang tidak merasa bersalah mencoba menonjok namun ia kalah jumlah. Jadinya Rangga di keroyok dan hidungnya berdarah. Rangga kalah.

Rangga 2 hari tidak masuk, itu membuat Cinta penasaran. Ia merasa sangat bersalah pada Rangga karena tidak memaafkan dia. Cinta mencari tahu di kelas dan ke pak Wardiman kemana Rangga gak masuk. Berkat pak Wardiman, Cinta jadi bisa ke rumah Rangga sendiri dan menanyakan apakah benar Rangga di pukul orang?. Rangga berbohong kalau ia habis kena anak anak tawuran sepulang sekolah. Cinta tidak menaruh curiga setelah itu. Rangga menggodanya kenapa Cinta bisa sampai ke rumah Rangga? apakah Cinta merasa kehilangan kalau di sekolah gak ada Rangga?. Cinta merasa heran dan ia berniat pulang, syukurnya Rangga menariknya kembali dan mengatakan kalau itu bercanda. 

Cinta di layani minum oleh ayahnya Rangga bahkan mereka jadi masak bareng dan makan siang bareng. Cinta sangat menikmati kegiatan itu, karena hal itu belum pernah ia rasakan apalagi bareng seorang laki laki. Ternyata Rangga manis juga, ia pandai memasak.

Teman teman Cinta jadi heran pada sikap Cinta yang selalu menghilang karena jarang ikut ngumpul. Alya berasumsi sepertinya ia kebingungan soal Borne.

Setelah masak masak di rumah Rangga, hubungan Cinta dan Rangga kian membaik. Cinta diajak Rangga nonton pertunjukkan musik di sebuah kafe. Cinta pun mengiyakan. Sepertinya itu adalah date.

Ketika hari H, Alya menelepon dan meminta bantuan Cinta. Sayangnya Cinta gak bisa karena sudah terlanjur janji dengan Rangga. Namun dengan lirih, Alya ingiiiin sekali bertemu Cinta dan menginap dirumahnya tapi tetap saja Cinta gak bisa. Cinta beralasan ke dokter. Setelah dari dokter, Cinta akan ke rumah Alya dan menginap disana. Cinta berjanji seperti itu.



Bagaikan pasangan yang kasmaran, Cinta dan Rangga menghabiskan waktu berdua di kafe tersebut. Bahkan Cinta menyanyikan sebuah lagu dari puisi Rangga yang pernah dipajang di sekolah tersebut. Rangga merasa terenyuh dan memuji suara Cinta bagus.
Pulangnya Rangga mengantarkan Cinta pulang. Karena tidak dapat taxi jadinya mereka jalan kaki. Mereka menikmati itu. Cinta sempat menanyakan hal sensitif ke Rangga, yaitu soal ibunya. Rangga pun menceritakan kalau ibunya sudah lama meninggalkan ayahnya karna sosok ayahnya yang kontroversial menyinggung pemerintahan. Ibunya seperti tidak sanggup tinggal dengan ayahnya. Itu membuat Rangga sedih. Cinta pun menyesal menanyakannya.



Sudah sampai di rumah Cinta, Rangga harus pulang. Sebelum pulang, perasaan mereka kian membara. Rangga mencoba ingin mencium Cinta, namun ia urungkan. Cinta jadi sangat malu dan deg degan. Perasaan jatuh cinta yang tidak bisa ia bayangkan.

Pas masuk ke rumah, perasaan berbunga bunganya Cinta jadi hilang begitu saja karena orangtua Cinta akan ke rumah sakit. Ia mau menjenguk Alya karena Alya mencoba bunuh diri. Cinta sangat shock dan menangis sejadi jadinya. Cinta dan keluarga sampai di RS dan melihat Alya masih tidak sadarkan diri dan disampingnya ada ibunya yang menangisi Alya. Di sana ada teman temannya Cinta juga. Maura mencoba menarik Cinta keluar kamar. Ia menanyakan ke Cinta dia kemana saja ketika Alya butuh?? Ternyata Cinta pandai berbohong karena ia bilang ke dokter namun ayahnya bilang pergi ke kafe. Cinta tidak bisa menjawab karena ia shock. Ia merasa sangat berasalah. Maura berharap semoga Alya sadar dan Cinta bisa minta maaf kepadanya.

Cinta bagaikan dapat mimpi buruk dan penyesalan yang teramat sangat. Andai saja ia bisa bertemu dengan Alya kala itu, hal ini gak akan terjadi. Cinta lebih banyak menyendiri. Bahkan kondisi mading jadi kacau. Maura dan Karmen jadi bertengkar. Cinta pun jadi kesal kepada Rangga dan ia selalu menghindarinya. Ia melempar buku AKU yang ia copy sendiri. Karena itu mengingatkannya pada Rangga.

Rangga mencoba menghampiri Cinta sepulang sekolah. Cinta tidak menyambutnya dengan baik. Rangga penasaran kenapa Cinta seperti itu? Cinta menjelaskan kalau ia menjadi sosok yang berbeda dan tidak benar gara gara Rangga, jadi ia berharap Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga tersinggung pada perkataan Cinta. Rangga pun mengabulkan kalau itu kemauan Cinta. Ia tidak sudi di sebut jadi yang membuat Cinta orang tidak benar. Rangga setuju kalau mereka sudah seharusnya tidak bertemu lagi. Cinta hanya terdiam dan menatap sedih kepergian Rangga.



Syukurlah Alya siuman dan sedang masa pemulihan. Cinta dengan setia mendampinginya. Sambil memegang tangan Alya, ia meminta maaf kepada Alya. Alya menenangkannya karena itu bukan kesalahan Cinta. Orangtua Alya akhirnya cerai setelah kejadian tersebut. 
Alya penasaran, waktu itu Cinta pergi kemana dan sama siapa. Dengan ragu dan terbata bata, ia menjawab kalau ia pergi dengan Rangga.

Tanpa disadari, di belakang Cinta ada teman temannya yang datang dan mendengar percakapan mereka. Mereka kaget ternyata Cinta pergi sama Rangga. Bukankah Cinta sangat membencinya?. Cinta pun menjelaskan kalau kepergian Cinta  & Rangga tidak seperti yang mereka bayangkan, namun ia tidak menyangkal kalau Rangga adalah sosok yang unik.
Cinta sangat menyesal dan meminta maaf juga ke teman temannya. Syukurlah teman temannya memaafkan. Cinta berjanji teman temannya adalah yang terbaik dan ia tidak akan mendekati Rangga lagi.

Hari hari Cinta dilalui dengan semula lagi. Bahkan ia menerima tawaran Borne untuk jalan jalan dan didukung teman temannya. Naasnya, di tengah kebersamaan Cinta dan Borne..Borne mengatakan kalau ia pernah mengeroyok Rangga karena ia kesal ia mendekati Cinta. Cinta kesal dan ia melempar minuman ke muka Borne. Cinta merasa sepi, ia terus memikirkan Rangga. Ia berpura pura menelepon Rangga, ketika diangkat ia langsung mematikannya. Rangga pun demikian. Ia merasa hampa dan hanya melihat Cinta dari jauh saja. 



Hari demi hari Cinta jadi sering melamun sampai akhirnya teman temannya curiga dan menanyai Cinta di tempat sepi. Ada apa dengan Cinta? Apakah ia masih memikirkan Rangga?.
Diberi pertanyaan seperti itu, Cinta jadi sedih. Akhirnya Cinta jujur kalau ia tidak bisa melupakan Rangga. Tapi ia takut kalau teman temannya menjauhinya. Hal itu membuat Karmen sewot, memangnya kita teman yang seperti apa? Sampai Cinta takut dan tidak berkata jujur kalau ia sayang pada Rangga. Syukurnya ditenangkan oleh Alya. Cinta juga mengatakan kalau Rangga sudah sangat membencinya. Teman temannya menyarankan agar Cinta minta maaf kepadanya dan Karmen menyarankan agar Cinta cepat cepat menghampiri Rangga, karena ia melihat Rangga berpelukkan kepada pak Wardiman. Seperti mau berpisah.

Selesai kelas, mereka langsung menghampiri pak Wardiman. Ia menanyakan dimana Rangga?. Pak Wardiman mengatakan kalau Rangga akan pindah sekolah ke New York. Mereka shock. Dan katanya Rangga berangkat sore ini. Cinta dan kawan kawan langsung bergegas ke bandara. Untung ada Mamet, teman mereka yang culun yang membantunya ke bandara.

Dari POV Rangga, ia mencoba menghubungi Cinta namun sayangnya ia tidak ada di rumah. Ayahnya Rangga menyarankan agar Rangga meminta maaf ke Cinta dan pamit dengannya.

Cinta bergegas dan syukurlah ia bisa masuk ke ruang keberangkatan agar bisa mengejar Rangga. Alhasil dia bisa bertemu Rangga di menit menit terakhir. Ia meminta maaf karena itu salah dirinya dan ia berharap Rangga tidak jadi pergi. Cinta menyatakannya kalau ia menyayanginya. Rangga pun demikian, ia menyayanginya. Namun sayangnya Rangga harus tetap pergi. Cinta menangis kalau ini tidaklah adil. Rangga memberikkan sebuah buku notes dan ia menyuruh Cinta membaca di halaman terakhir. Mereka pun berciuman sebagai tanda sayang dan perpisahan. Cinta melepasnya dengan tangisan.



Di dalam mobil ke arah pulang, Cinta membacanya. Itu adalah sebuah puisi tentang perasaan terhadap wanita yang ia sayangi kemudian ia berjanji akan kembali pada suatu purnama. Cinta pun tersenyum lagi.

-end-


Tidak ada komentar:

Posting Komentar