Selasa, 08 Oktober 2024

Sinopsis Film Ada Apa Dengan Cinta? (2002)



Cinta dan kawan kawan SMA nya terlihat sedang sibuk mengurusi terbitan di majalah dinding alias mading di sekolah mereka. Karena di sekolah mereka akan diadakan lomba puisi. Lomba puisi tersebut diadakan tiap setahun sekali, Cinta selalu jadi pemenangnya.
Cinta dan kawan kawannya yaitu Alya, Milli, Karmen dan Maura sangat kompak di sekolah. Baik jadi petugas mading, di kelas maupun berangkat dan pulang sekolah. Mereka selalu bersama. Karakter Cinta yang ceria dan humble membuat ia dikenal sebagai ketua genk dan di rumahnya pun dijadikan basecamp oleh teman temannya. Cinta juga handal bermain gitar, maka dari itu ia membuat puisi khusus untuk sahabat sahabatnya dan ia nyanyikan sambil bermain gitar.



Ketika hari pengumuman tiba, Cinta sangat deg degan apakah ia akan menang. Namun sayangnya bukan Cinta yang di sebut namanya, melainkan Rangga dari kelas 3. Rangga tidak kunjung datang mengambil hadiahnya. Cinta kecewa dan sangat penasaran kenapa yang menang adalah Rangga? padahal Cinta yang selalu berlangganan menang. Cinta diam diam membaca puisi Rangga tersebut, dan ternyata memang benar bagus.



Cinta membuat ide, ia ingin mengambil profil pemenang puisi tahun ini dan dipajang di mading. Teman teman Cinta setuju. Cinta pun mencari sendiri keberadaan Rangga dan ditemukanlah di perpustakaan. Kesan pertama Cinta bertemu Rangga sangat mengesalkan. Rangga sangat ketus dan ia menolak keras untuk di wawancara. Cinta sangat murka di ruang mading. Ia mengeluarkan unek uneknya tentang Rangga dan ia berjanji gak akan mewawancarai Rangga lagi karena kapok.



Karena Cinta adalah gadis populer, ia mempunyai gebetan yang jagoan di sekolah, dia bernama Borne. Borne ingin sekali menjadi pacar Cinta, namun ternyata tidak mudah mengambil hati Cinta. Borne suka mengajak Cinta jalan jalan dan meneleponnya. Hal seperti itu membuat Cinta merasa kurang respect ke Borne. Kesannya Borne adalah pria membosankan

Sepulang dari jalan jalan dengan Borne, ia masih merasa kesal dengan perlakuan Rangga di sekolah tadi. Ia pun berencana membuat surat ancaman ke Rangga di ruang penjaga sekolah, pak Wardiman. Cinta tahu kalau Rangga suka menghabiskan waktu istirahat di ruangan pak Wardiman. Yah, Rangga adalah sosok yang tidak memiliki teman dan tidak ramah. Ia lebih suka sendiri

Rangga membaca suratnya, dan ia merasa kesal. Ia langsung menghampiri Cinta ke ruang mading dan melabrak Cinta secara 4 mata. Cinta menyambutnya dengan jutek. Mereka pun bertengkar, bahkan Cinta mengatakan mading sudah tidak ingin mewawancara dia karena sudah keburu terbit. Teman teman Cinta penasaran kenapa Rangga kemari. Dan Cinta hanya menjelaskan kalau Rangga adalah sosok yang angkuh. Untuk mendapatkan profile nya bisa tanya ke walikelasnya saja. Tanpa disadari, buku yang selalu dibawa bawa oleh Rangga terjatuh dan Cinta memungutnya.



Ia pun membacanya diam diam,, ia ingin tahu buku apa yang bikin Rangga bisa membuat puisi semenarik itu? semenarik apa buku tersebut sampai selalu dibawa bawa oleh Rangga?. Cinta jadi terenyuh dengan buku tersebut, sampai sampai Cinta gak bisa tidur dan terlambat ke sekolah. Buku itu berjudul "AKU" karya Chairil Anwar.



Rangga kelimpungan mencari buku kesayangannya tersebut. Lalu esoknya ada paket di atas mejanya dan itu adalah buku AKU nya yang hilang, dan ia membaca notesnya. Kata kata penggalan dari novel tersebut ditulis oleh Cinta. Rangga pun mengerti. Rangga menghampiri Cinta lagi dan mengucapkan terimakasih sembari tersenyum karena itu adalah buku langka. Cinta yang awalnya menganggap kedatangan Rangga adalah untuk mengajak berantem tapi jadi berubah fikiran karena melihat Rangga tersenyum dan kebingungan mau bicara apa lagi.

Rangga dan Cinta jadi ngobrol ngobrol sebentar mengenai buku itu. Ternyata buku itu tidak dijual di toko buku besar, melainkan di pasar lama seperti Kwitang. Di sore nanti Rangga ingin ke Kwitang, dan mencoba menawarkan ke Cinta ia mau ikut atau tidak. Cinta pun bingung dan ia akan menghubungi Rangga kalau ia bersedia ke Kwitang nanti sore. Padahal Cinta sudah janji mau nonton konser bareng teman temannya.


Sorenya, Cinta dan Rangga jadi pergi ke Kwitang bahkan Rangga sempat menggandeng tangan Cinta ketika hendak menyebrang. Cinta jadi kaget sedikit dan terdiam bingung harus apa. 
Teman teman Cinta yang sudah datang ke konser menanyakan keberadaan Cinta dimana. 

Di tengah tengah memilih buku di Kwitang, Cinta teringat akan janjinya dengan teman temannya dan ia berniat akan menyusul mereka sendirian. Rangga merasa risih, kenapa sedang asik memilih buku dia malah ingat sama teman temannya dan ingin nonton konser. Cinta seperti tidak punya pendirian. Cinta sangat tersinggung dengan kata kata Rangga dan ia memilih untuk tetap pergi menghampiri temannya sendiri.

Salah satu sahabat Cinta yaitu Alya memiliki keluarga yang broken home, namun mereka tidak bercerai. Alya merasa menderita. Cinta lah teman yang paling mengerti dan Alya sering menginap di rumah Cinta. Setelah Alya bersedih menceritakan tentang orangtuanya yang selalu bertengkar, ia jadi menanyakan apakah Cinta malam ini jalan jalan bareng Borne? Cinta menjawab tegas tidak, karena ia tidak menganggap special seorang Borne. Cinta malah keceplosan dia tadi jalan jalan sama Rangga. Tapi karena ia tidak ingin teman temannya tahu dan menganggap Cinta munafik, makanya ia minta maaf ke Alya dan jangan kasih tau ke siapa siapa. Bahkan ia cerita ia menyesal jalan sama Rangga. Pokoknya ia lebih senang jalan bareng sahabat sahabatnya dibanding Rangga.


Beberapa hari kemudian, Cinta dan teman temannya menonton pertandingan basket sahabatnya, Karmen. Di saat asik menonton pertandingan, Rangga menghampiri Cinta untuk berbicara 4 mata. Borne yang melihatnya jadi cemburu dan kesal pada Rangga. Rangga meminta maaf pada Cinta karena ia sudah keterlaluan waktu di Kwitang. Cinta memaafkan namun dengan cara ketus dan matanya tidak melihat ke arah Rangga. Rangga berasumsi kalau ia merasa risih diajak berbicara 4 mata apalagi dilihat oleh teman temannya. Cinta murka kembali, ia tidak terima teman temannya jadi kesalahan Cinta lagi. Cinta benar benar tidak ingin memaafkan Rangga dan Rangga pun pergi seolah ia mengerti kalau Cinta sudah tidak bisa dimaafkan.



Tidak sampai disitu kesialan Rangga, ia malah dihampiri geng nya Borne di sebuah gudang dan ia melabrak Rangga karena mendekati Cinta. Rangga yang tidak merasa bersalah mencoba menonjok namun ia kalah jumlah. Jadinya Rangga di keroyok dan hidungnya berdarah. Rangga kalah.

Rangga 2 hari tidak masuk, itu membuat Cinta penasaran. Ia merasa sangat bersalah pada Rangga karena tidak memaafkan dia. Cinta mencari tahu di kelas dan ke pak Wardiman kemana Rangga gak masuk. Berkat pak Wardiman, Cinta jadi bisa ke rumah Rangga sendiri dan menanyakan apakah benar Rangga di pukul orang?. Rangga berbohong kalau ia habis kena anak anak tawuran sepulang sekolah. Cinta tidak menaruh curiga setelah itu. Rangga menggodanya kenapa Cinta bisa sampai ke rumah Rangga? apakah Cinta merasa kehilangan kalau di sekolah gak ada Rangga?. Cinta merasa heran dan ia berniat pulang, syukurnya Rangga menariknya kembali dan mengatakan kalau itu bercanda. 

Cinta di layani minum oleh ayahnya Rangga bahkan mereka jadi masak bareng dan makan siang bareng. Cinta sangat menikmati kegiatan itu, karena hal itu belum pernah ia rasakan apalagi bareng seorang laki laki. Ternyata Rangga manis juga, ia pandai memasak.

Teman teman Cinta jadi heran pada sikap Cinta yang selalu menghilang karena jarang ikut ngumpul. Alya berasumsi sepertinya ia kebingungan soal Borne.

Setelah masak masak di rumah Rangga, hubungan Cinta dan Rangga kian membaik. Cinta diajak Rangga nonton pertunjukkan musik di sebuah kafe. Cinta pun mengiyakan. Sepertinya itu adalah date.

Ketika hari H, Alya menelepon dan meminta bantuan Cinta. Sayangnya Cinta gak bisa karena sudah terlanjur janji dengan Rangga. Namun dengan lirih, Alya ingiiiin sekali bertemu Cinta dan menginap dirumahnya tapi tetap saja Cinta gak bisa. Cinta beralasan ke dokter. Setelah dari dokter, Cinta akan ke rumah Alya dan menginap disana. Cinta berjanji seperti itu.



Bagaikan pasangan yang kasmaran, Cinta dan Rangga menghabiskan waktu berdua di kafe tersebut. Bahkan Cinta menyanyikan sebuah lagu dari puisi Rangga yang pernah dipajang di sekolah tersebut. Rangga merasa terenyuh dan memuji suara Cinta bagus.
Pulangnya Rangga mengantarkan Cinta pulang. Karena tidak dapat taxi jadinya mereka jalan kaki. Mereka menikmati itu. Cinta sempat menanyakan hal sensitif ke Rangga, yaitu soal ibunya. Rangga pun menceritakan kalau ibunya sudah lama meninggalkan ayahnya karna sosok ayahnya yang kontroversial menyinggung pemerintahan. Ibunya seperti tidak sanggup tinggal dengan ayahnya. Itu membuat Rangga sedih. Cinta pun menyesal menanyakannya.



Sudah sampai di rumah Cinta, Rangga harus pulang. Sebelum pulang, perasaan mereka kian membara. Rangga mencoba ingin mencium Cinta, namun ia urungkan. Cinta jadi sangat malu dan deg degan. Perasaan jatuh cinta yang tidak bisa ia bayangkan.

Pas masuk ke rumah, perasaan berbunga bunganya Cinta jadi hilang begitu saja karena orangtua Cinta akan ke rumah sakit. Ia mau menjenguk Alya karena Alya mencoba bunuh diri. Cinta sangat shock dan menangis sejadi jadinya. Cinta dan keluarga sampai di RS dan melihat Alya masih tidak sadarkan diri dan disampingnya ada ibunya yang menangisi Alya. Di sana ada teman temannya Cinta juga. Maura mencoba menarik Cinta keluar kamar. Ia menanyakan ke Cinta dia kemana saja ketika Alya butuh?? Ternyata Cinta pandai berbohong karena ia bilang ke dokter namun ayahnya bilang pergi ke kafe. Cinta tidak bisa menjawab karena ia shock. Ia merasa sangat berasalah. Maura berharap semoga Alya sadar dan Cinta bisa minta maaf kepadanya.

Cinta bagaikan dapat mimpi buruk dan penyesalan yang teramat sangat. Andai saja ia bisa bertemu dengan Alya kala itu, hal ini gak akan terjadi. Cinta lebih banyak menyendiri. Bahkan kondisi mading jadi kacau. Maura dan Karmen jadi bertengkar. Cinta pun jadi kesal kepada Rangga dan ia selalu menghindarinya. Ia melempar buku AKU yang ia copy sendiri. Karena itu mengingatkannya pada Rangga.

Rangga mencoba menghampiri Cinta sepulang sekolah. Cinta tidak menyambutnya dengan baik. Rangga penasaran kenapa Cinta seperti itu? Cinta menjelaskan kalau ia menjadi sosok yang berbeda dan tidak benar gara gara Rangga, jadi ia berharap Rangga tidak mendekatinya lagi. Rangga tersinggung pada perkataan Cinta. Rangga pun mengabulkan kalau itu kemauan Cinta. Ia tidak sudi di sebut jadi yang membuat Cinta orang tidak benar. Rangga setuju kalau mereka sudah seharusnya tidak bertemu lagi. Cinta hanya terdiam dan menatap sedih kepergian Rangga.



Syukurlah Alya siuman dan sedang masa pemulihan. Cinta dengan setia mendampinginya. Sambil memegang tangan Alya, ia meminta maaf kepada Alya. Alya menenangkannya karena itu bukan kesalahan Cinta. Orangtua Alya akhirnya cerai setelah kejadian tersebut. 
Alya penasaran, waktu itu Cinta pergi kemana dan sama siapa. Dengan ragu dan terbata bata, ia menjawab kalau ia pergi dengan Rangga.

Tanpa disadari, di belakang Cinta ada teman temannya yang datang dan mendengar percakapan mereka. Mereka kaget ternyata Cinta pergi sama Rangga. Bukankah Cinta sangat membencinya?. Cinta pun menjelaskan kalau kepergian Cinta  & Rangga tidak seperti yang mereka bayangkan, namun ia tidak menyangkal kalau Rangga adalah sosok yang unik.
Cinta sangat menyesal dan meminta maaf juga ke teman temannya. Syukurlah teman temannya memaafkan. Cinta berjanji teman temannya adalah yang terbaik dan ia tidak akan mendekati Rangga lagi.

Hari hari Cinta dilalui dengan semula lagi. Bahkan ia menerima tawaran Borne untuk jalan jalan dan didukung teman temannya. Naasnya, di tengah kebersamaan Cinta dan Borne..Borne mengatakan kalau ia pernah mengeroyok Rangga karena ia kesal ia mendekati Cinta. Cinta kesal dan ia melempar minuman ke muka Borne. Cinta merasa sepi, ia terus memikirkan Rangga. Ia berpura pura menelepon Rangga, ketika diangkat ia langsung mematikannya. Rangga pun demikian. Ia merasa hampa dan hanya melihat Cinta dari jauh saja. 



Hari demi hari Cinta jadi sering melamun sampai akhirnya teman temannya curiga dan menanyai Cinta di tempat sepi. Ada apa dengan Cinta? Apakah ia masih memikirkan Rangga?.
Diberi pertanyaan seperti itu, Cinta jadi sedih. Akhirnya Cinta jujur kalau ia tidak bisa melupakan Rangga. Tapi ia takut kalau teman temannya menjauhinya. Hal itu membuat Karmen sewot, memangnya kita teman yang seperti apa? Sampai Cinta takut dan tidak berkata jujur kalau ia sayang pada Rangga. Syukurnya ditenangkan oleh Alya. Cinta juga mengatakan kalau Rangga sudah sangat membencinya. Teman temannya menyarankan agar Cinta minta maaf kepadanya dan Karmen menyarankan agar Cinta cepat cepat menghampiri Rangga, karena ia melihat Rangga berpelukkan kepada pak Wardiman. Seperti mau berpisah.

Selesai kelas, mereka langsung menghampiri pak Wardiman. Ia menanyakan dimana Rangga?. Pak Wardiman mengatakan kalau Rangga akan pindah sekolah ke New York. Mereka shock. Dan katanya Rangga berangkat sore ini. Cinta dan kawan kawan langsung bergegas ke bandara. Untung ada Mamet, teman mereka yang culun yang membantunya ke bandara.

Dari POV Rangga, ia mencoba menghubungi Cinta namun sayangnya ia tidak ada di rumah. Ayahnya Rangga menyarankan agar Rangga meminta maaf ke Cinta dan pamit dengannya.

Cinta bergegas dan syukurlah ia bisa masuk ke ruang keberangkatan agar bisa mengejar Rangga. Alhasil dia bisa bertemu Rangga di menit menit terakhir. Ia meminta maaf karena itu salah dirinya dan ia berharap Rangga tidak jadi pergi. Cinta menyatakannya kalau ia menyayanginya. Rangga pun demikian, ia menyayanginya. Namun sayangnya Rangga harus tetap pergi. Cinta menangis kalau ini tidaklah adil. Rangga memberikkan sebuah buku notes dan ia menyuruh Cinta membaca di halaman terakhir. Mereka pun berciuman sebagai tanda sayang dan perpisahan. Cinta melepasnya dengan tangisan.



Di dalam mobil ke arah pulang, Cinta membacanya. Itu adalah sebuah puisi tentang perasaan terhadap wanita yang ia sayangi kemudian ia berjanji akan kembali pada suatu purnama. Cinta pun tersenyum lagi.

-end-


Sinopsis Film Suckseed (2011)

 


Berawal dari kisah Ped, anak laki laki yang introvert, kikuk dan pesimistis yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada teman sekelasnya, Ern. Ern anak yang manis dan pandai bernyanyi, ia awalnya membantu Ped yang kesusahan dalam menyanyikan lagu di kelasnya.



Karena Ern akan pindah ke Bangkok, Ped mempunyai ide yaitu membuatkan lagu (semacam remake lagu dari sebuah band) dengan suara dan petikkan gitarnya sendiri kemudian di rekam di sebuah kaset untuk diberikan ke Ern. Di dalam lirik lagu tersebut ada perasaan Ped terhadapnya.

Setelah berusaha sampai tengah malam, ia langsung pergi ke rumah Ern. Sayangnya rumah Ern sudah di tutup. Ped tidak kehabisan akal, ia menelepon Ern. Naasnya yang mengangkat malah ayahnya dan memarahi Ped karena menelepon malam malam. Ped juga mengaku kalau dirinya adalah Koong, sahabat Ped yang juga teman sekelas mereka.

Esoknya, tiba tiba ada gosip di kelas. Thuang, teman sekelas Ped yang sangat "ember" memberitahukan ke seisi kelas kalau Koong dan Ern saling menyukai. Itu karena Thuang tahu kalau Koong menelepon Ern semalam. Koong mengelak dan mengatakan kalau dia tidak menelepon Ern. Ped yang mengetahui hal itu hanya diam. Ia menggenggam kencang kaset yang ingin diberikkan ke Ern. Ern menjadi kesal terhadap Koong. Koong dan Ern habis di soraki teman sekelas.



Ern pun pergi pindah ke Bangkok. Kaset yang sudah di simpan Ped pun gagal diberikan.

Beberapa tahun kemudian, ketika Ped dan Koong sekolah menengah (entah SMP atau SMA) merasa terkejut karena teman waktu SD nya yaitu Ern jadi anak baru di sekolah mereka dan mereka jadi bertemu kembali. Melihat Ern, Ped jadi berbunga bunga dan tersenyum karena cinta pertamanya kembali datang.


Koong punya saudara kembar, yaitu Kay. Kay menjadi murid populer dan berbakat dalam bidang musik. Ia adalah gitaris kepercayaan di sekolah. Sedangkan Koong entah apa yang di minati, karena ia merasa tidak punya pendirian. Ia selalu mengajak Ped kemana mana. Sikap Koong sangat berbeda dengan Ped, ia sangat percaya diri, seenaknya dan optimistis. Benar benar 2 sahabat yang bertolak belakang.

Koong memilikki ide! Ia ingin membentuk band biar terlihat keren dan bisa menarik perhatian cewek cewek (terutama Ern). Ped merasa ide Koong adalah konyol, namun ia tidak bisa menolaknya. Koong malah sudah menemukkan member baru yang akan menjadi drummer, yaitu si Ex. Dengan cepat, Koong memberitahu ke penjuru sekolah kalau mereka akan manggung di sebuah mall di hari minggu.



Ini hal baru bagi mereka terutama Ped. Ia ditunjuk sebagai bassist. Vokal sekaligus gitaris adalah Koong sendiri. Ped benar benar belajar dari 0. Setelah hari H, mereka tampil di sebuah panggung. Teman teman sekolahnya ada yang dateng, khususnya Ern. Ern semangat ingin melihat mereka. Sayangnya penampilan "KOONG AND FRIENDS" malah kacau, karena penonton mereka kebanyakan anak kecil sedangkan genre band mereka rock. Anak anak pada menangis. Thuang yang merekamnya jadi menggoda Koong dan Ped di kelas. Koong dan Ped malah mengambil hobi lain yaitu baca komik. Mereka merasa malu pada penampilan mereka sendiri kemarin.


Karena kesal dengan omongan Thuang, Ped dan Koong pergi keluar kelas. Pandangan mereka teralihkan karena mendengar suara merdu dari Ern  yang sembari bermain gitar. Ped dan Koong jadi terpana.

Semangat Koong untuk melanjutkan ngeband pun jadi muncul lagi. 

Gara gara Koong kesal dengan band baru kembarannya yang akan berlatih dan ikut perlombaan di ajang musik bergengsi HOT WAVE AWARD, Koong malah merektrut Ern menjadi gitarisnya dan dengan lantang akan mengikuti audisi Hot Wave juga. 


Tanpa Ped duga, Ern menyetujui penawaran itu. Mereka berempat pun latihan bersama. Ped merasa agak sedikit kikuk karena harus latihan bareng cewek yang ia sukai. Mereka menjadikkan gudang di rumah Ex untuk jadi studio dadakan.


Ped diperintahkan untuk menulis lirik. Karena liriknya mau tentang cinta, Ped mencoba mengikuti Ex yang sedang kasmaran pada seorang gadis bernama Som. Namun Ex sangatlah pemalu, beda sekali dengan wajahnya yang sangar. Alhasil mereka masih merasa buntu untuk membuat liriknya. Ped mencoba membuat liriknya sendiri sambil memikirkan Ern. Ketika sambil memikirkan Ern, dengan lancar Ped menulis lirik lagu tentang cinta.

Tanpa disangka, Koong masuk ke kamar Ped yang sedang asik membuat lagu. Ped takut kalau Koong tahu ia masih menyukai Ern. Koong membaca liriknya dan setuju dengan yang ditulis.

Koong mencoba menanyakan perasaan Ped terhadap Ern. Dengan bohong, Ped menjawab kalau ia tidak menyukai Ern. Koong percaya dan dia mengatakkan dengan jujur kalau ia menyukai Ern. Perasaan itu kian membesar. Ped agak shock, sahabatnya juga menyukai gadis yang sama. Bahkan Koong ingin menyatakkannya langsung. Ped jadi pura pura bahagia.



Koong minta Ped untuk menemani pertemuan dia dengan Ern. Ped pun memahaminya dan ia pulang duluan agar tujuan Koong untuk menyatakan cintanya ke Ern berjalan lancar. Koong berterimakasih. Padahal Ped sangat sakit hati, ia harus merelakkan gadis yang ia sukai dengan tulus itu bersama dengan sahabatnya sendiri. Ped membuang buku yang penuh dengan tulisan puisi, lagu bahkan kata kata Ern. Ia menyerah.

Besoknya, Koong menelpon sambil menangis dan menyuruh Ped dan Ex ke stasiun. Koong mengajak mereka ke Bangkok. Di dalam kereta, Koong curhat kalau ia habis di tolak Ern dan dia merasa kesal pada Ern. Bahkan Koong menyuruh Ern keluar saja dari grup bandnya. Mendengar itu Ped merasa senang, ternyata mereka tidak pacaran. Namun di satu sisi dia khawatir gimana nasib band kita kalau Ern tidak ada. Ped merasa kesal pada Koong karena seenaknya. Koong hanya bisa menyesal dan sedih. Ia butuh hiburan dari Ped dan Ex. Mereka bertiga nyanyi nyanyi lagu patah hati selama perjalanan.


Koong hanya ingin menunjukkan ke mereka kalau perempuan itu menyakitkan, dan perempuan adalah makhluk egois. Jadi mereka seharusnya bisa bahagia tanpa perempuan. Koong patah hati ditolak Ern, sedangkan Ex patah hati karena Som menyukai gadis tomboy (ya, ternyata ada indikasi lesbi). Jadi mereka menyebutkan diri mereka pecundang. Mereka menamai group mereka Sucks Shit, yang di tulis menjadi Suckseed. Dan sebuah  stadion besar di Bangkok akan jadi tujuan band mereka untuk manggung.

Mereka mengganti lirik tentang cinta menjadi lirik pencarian jati diri dari seorang pecundang dan jangan gampang menyerah.


Ped menghampiri Ern di saat senggang di sekolah. Ia menanyakan kabar Ern setelah ia di depak dari bandnya. Ern merasa baik baik saja. Jujur Ped merasa khawatir kepada Ern. Ped mengatakan kalau jangan dipikirkan sikap Koong yang seperti itu. Setelah itu, Ped jadi sering menghampiri Ern. Ped mencari cari alasan agar bisa bertemu dengan Ern.



Ped memberikan kaset rekaman yang ia buat dulu ke Ern. Ern mendengarkannya dan ia terhibur. Ern merasakan sikapnya Ped. Ern pun menanyakan bagaimana perasaan Ped terhadapnya, apakah Ped menyukainya?. Ped terdiam dan befikir, namun ia mengatakkan "dulu iya, namun sekarang tidak lagi". Ern memahaminya. Karena merasa tidak jujur, akhirnya Ped menghampiri rumah Ern dan membacakan puisi yang ia tulis untuk Ern. Itu adalah bentuk perasaan dia kepada Ern.


Ped secara jujur dan lantang mengatakkan ia menyukai Ern sejak lama. Ern pun menyambut, ia juga menyukai Ped. Ped sangat bahagia, sampai sampai ia memeluk ibunya. Ern sempat khawatir, bagaimana dengan Koong?. Ped meyakini kalau Koong sudah tidak menyukai Ern lagi.

Ped dan Ern pacaran diam diam. 



Band Suckseed memulai latihan lagi dan melakukan rekaman untuk di kirim ke audisi Hot Wave. Mereka pun was was untuk menunggu hasilnya di radio nanti. Selama itu juga hubungan Ped dan Ern semakin hangat. Mereka menyempatkan diri untuk jalan jalan. Ped sangat menyayangi Ern, namun entah sampai kapan mereka menyembunyikkan hubungan mereka.

Walau Koong suka bertengkar dengan kembarannya, ia sebenarnya peduli pada kembarannya. Ketika partner band Kay menjelekkan Kay di belakang, Koong siap membela kembarannya itu. 

Kay dengan santai mengatakkan kalau ia dikeluarkan dari band dan ia membentuk band baru. Vokalis dari bandnya Kay tidak lain dan tidak bukan adalah Ern. Koong merasa agak sedikit tergelitik, ia tetap pada pendiriannya kalau ia membenci perempuan dan akan tetap terus maju untuk audisi Hot Wave tersebut.



Pengumuman band yang lolos audisi Hot Wave sudah diumumkan. The Arena, bandnya Kay dan Ern lolos menjadi peringkat satu dan Suckseed lolos juga menjadi urutan terakhir. Koong, Ex dan Ped sangat senang sekali dan mereka merayakannya. Mereka semakin semangat menjalani ke tahap selanjutnya. Ped dan Ern pun juga saling menyemangati. Bahkan Ern membuat nama mereka di gitar miliknya (EPED).

Hari H pun tiba. Band yang lolos diharuskan menampilkan lagunya di panggung. Suckseed akan tampil setelah The Arena. Ketika The Arena tampil, Ped dan Koong menyaksikannya di samping panggung. Koong pun bergumam "Ern tetap hebat ya", di setujui oleh Ped. Lalu Koong mengatakan sesuatu yang membuat Ped khawatir dan sedikit kaget. Koong mengatakan "sepertinya aku tidak bisa melupakan Ern". Ped hanya terdiam sembari melihat ke arah Koong yang sedang fokus melihat Ern. Ped jadi bimbang. 

Koong merasa aneh dengan lirik yang dinyanyikan oleh Ern tersebut. Koong seperti ingat, ternyata itu adalah lirik yang pernah ia baca di buku catatannya Ped. Ped membuatkan lagu untuk Ern?

Ped hanya terdiam. Ern yang sedang menyanyi pun sesekali melirik ke arah Ped sambil tersenyum, menandakan kalau benar lirik itu di tulis oleh Ped dan sepertinya mereka mempunya hubungan spesial. Melihat itu, perasaan Koong jadi tidak karuan. Ia merasa badmod dan tidak semangat. Ketika tampil, Koong tidak bersemangat dan bernyanyi dengan datar. Di tengah penampilannya, Koong jadi kesal dan turun panggung. Hal itu sangat mengkagetkan semuanya. Penampilan mereka terhenti dan batal.

Ex mencoba menghentikan Koong. Ped pun mengatakkan kalau ia tahu Koong membencinya kalau ia membuatkan lagu untuk Ern, namun Ped tidak tahu kalau Ern akan menyanyikkan lagu tersebut. Koong tetap saja emosi. Ped malah lebih emosi karena ia merasa Koong sangatlah egois, ia seenaknya memasukkan seseorang ke sebuah band dan mendepaknya juga. Tentang perasaan ia ke Ern, ia mengatakkan kalau ia lebih dulu menyukai Ern dibanding Koong. Mendengar itu Koong kesal dan mengatakkan kalau Ped selama ini kenapa diam saja?? kenapa tidak menceritakkan yang sebenarnya. Koong pun pergi meninggalkan semuanya.

Beberapa hari kemudian, Ped dan Ern bertemu. Ern tahu kalau Ped ingin mengatakkan sesuatu. Ped pasti ingin mengakhiri ini semua. Ern pun sedih karena semua sudah terbaca, Ped meminta maaf. Ern pun pergi meninggalkan Ped sambil menangis.



Masa kelulusan sekolah, Ped jadi sendiri. Koong sudah enggan berteman dengan Ped. Ped hanya memandang ke arah Koong yang sedang asik mencorat coret baju kelulusan dengan yang lain. Ped meninggalkan bass pemberian Koong di meja kelasnya dan pulang begitu saja. Persahabatan mereka retak sudah.

Beberapa tahun kemudian, Ped akan menghadiri reuni sekolah bersama The Arena yang akan menjadi bintang tamunya. The Arena kini jadi band melejit dan sudah mengeluarkan album sendiri. Ped bertemu dengan Ern, Ern sangat senang bisa melihat Ped. Ped mengucapkan selamat dan bangga pada pencapaian The Arena, tidak seperti dia yang tetap jadi pecundang.



Ped bertemu Ex yang malah asik mabuk, dan juga bertemu Thuang yang tidak berubah. Kemudian ia melihat Koong. Koong duduk sendirian sambil menonton video di panggung. Ped menghampiri pelan dan menanyakan ke Koong, apakah ia masih nge band? Koong menjawab singkat "Aku udah lupa semuanya". 

Ped memilikki ide, ia nekat tampil di penghujung acara reuni dengan menyanyikan lagu Suckseed sambil memetik bass yang ala kadarnya. Ped bernyanyi sambil bergetar berharap Koong sadar dan mau kembali seperti dulu. Koong hanya cuek dan tidak berkomentar apa apa, malah Koong membalikkan badan seperti ingin pulang. Ped tetap menyanyi lebih kencang setelah melihat Koong pergi.



Ternyata Koong bukannya mau pulang tapi menghampiri kembarannya untuk meminjam pick gitar sambil menangis cengeng. Ia ingin menyanyikan lagu itu kembali. Koong pun membalikkan badan lagi dan berlari kencang ke arah panggung dan mengambil gitar kemudian menyanyi dengan lantang. Ped tersenyum. Ia menangis bahagia. Di susul Ex yang bermain drum sambil mabuk. Mereka pun bernyanyi bersama lagu ciptaan mereka walau tahu suara mereka sumbang semua. Ped menangis dan memeluk Koong yang juga menangis. Mereka berpelukkan dan berbaikan lagi. Ern yang melihat itu jadi ikutan menangis.

Band Suckseed eksis lagi, dan Ern ada di dalamnya. Hubungan mereka membaik. Perasaan Ern memang tidak berubah kepada Ped namun ada yang lebih penting lagi, yaitu persahabatan dan band Suckseed yang sudah susah payah dibangun. Mereka pun tampil lagi di sebuah acara petani yang habis merayakkan panen sayuran milik mereka.



-End-


Celotehan gue tentang ini film :

1. Ini film gak akan mati dimakan oleh zaman! Bener2 the best dan alur ceritanya bagus plus ngena banget. Film ini emang cowo banget tapi ada sisi sensitifnya setelah bertemu cewe. Bener2 kompleks tapi bagus dan menghibur

2. Baru sadar kalau film ini ala ala anime. Iya, di tengah2 ada ilustrasi ala anime, tapi dari mimik muka, scoring dan sebagainya tuh komikal banget. Berkarakter. Sutradara sengaja milih cast yang mukanya berkarakter jadi bisa membuat mimik muka ala ala komik atau anime

3. Penyanyi di kereta itu sama kayak pemain di ATM 

4. Kayanya kalo film ini ditampilin di Indo bakal ada beberapa yang di sensor or di cut deh. Pas adegan Ex suka sama gebetannya, dan ternyata dia lebih tertarik sama cewe tomboy. Mengandung LGBT jadinya. Ya gpp sih di cut, gak mengurangi esensi ceritanya

5. Kenapa gue rewatch film ini di tahun 2024? Karena tiba tiba gue kepikiran sama pemeran Suckseed pas masih kecilnya

6. Lagu lagu pop Thailand ternyata enak juga

7. Suka ngakak sama adegan Koong dan kembarannya Kay, kayak maksain cuy 🤣. Tapi lucu. Mana Kay ceritanya kalem2 cool gitu beda sama Koong yang ambisius, bawel dan seenaknya wkwkw

8. Sebenernya tuh dari awal udah dikasih tau kalo ERN SUKA SAMA PED. Dimulai dari dia masih hafal sama nama lengkap Ped. Padahal bisa aja kan lupa secara itu beberapa tahun yg lalu dan dia pindah ke Bangkok yang pasti banyak ketemu orang, perhatiin deh dia selalu notice dan senyum kalo ketemu Ped, dia mau diajak pergi kalau ada Ped nya. Jadi bisa dibilang mereka berdua sama sama suka tapi ga pada tahu.

9. Gue baper banget sama Ped alias Jirayuu LaongManee!!!. Dia meranin karakter Ped yang cupu abis, introvert dan baik hati tuh dapet bangettt! Apalagi pas dia berduaan sama Ern, dia tuh langsung malu. Dia suka natap "sayang" ke arah Ern. Apalagi pas Ern nanya "ada gak ya kata kata selain cinta?" (Ini lagi ngomongin lirik). Ped natapnya tuh..duh!! Sumpah bikin speechless. Kaya tulus banget gitu. Pokoknya tiap dia berduaan, tatapan Ped selalu bikin luluh. Cara jalannya pun realistis banget ala ala cowo culun 😂. Thailand bener2 keren sih bikin film, kayak diperhatiin banget karakternya. Koong juga jadi karakter egois, diperhatiin mimik muka sampe cara jalannya. 

10. Ternyata cara Koong dan Ped menyatakkan cinta ke cewek yang dia sukai sama. Sama sama pake lagu. Koong memberikkan kaset dan Ern suruh dengarkan, tapi malah di tolak setelah di dengarkan. Ped, kasih kaset juga yang pernah dia bikin pas SD tapi dia beruntung karena abis itu di terima sama Ern. Walau kurang realistis sih disini, seorang pelajar nyatain cinta terang terangan pake lagu. Paling banter kan lewat surat atau telepon.

11. Kita pasti punya temen seperti tokoh Thuang. Cowo tapi serba tau, selalu aktif disekolah, suka godain sana sini dan narsis. Hahaha bener2 kaya realistis di kehidupan sekolah. Kalo ibarat perusahaan, Thuang adalah humasnya.


Sumber gambar : wikipedia, google, X dan facebook

Senin, 07 Oktober 2024

Sinopsis Film Petualangan Sherina (2000)


 


Sherina, seorang anak SD yang periang, aktif, setia kawan dan pandai bernyanyi ini sedang bersuka ria bareng sahabat sahabat sekolahnya di Jakarta. Tiap pulang sekolah mereka menyempatkan diri untuk bermain bersama. Sherina sangat menyukainya.



Mendadak, ayahnya pulang kerja lebih cepat dan akan memberitahukan sebuah berita penting ke Sherina. 

Mereka sekeluarga akan segera pindah ke Bandung karena urusan pekerjaan ayahnya di bidang perkebunan. Sherina sempat speechless dan ia merasa kesal karena berfikir akan berpisah dengan teman temannya. Ia tidak berkata kata, ia menjauh dari pandangan orangtuanya dan menyendiri. Namun kepindahan itu harus dijalani walau Sherina masih tidak ikhlas.


Beberapa hari kemudian, tibalah saatnya Sherina pindah. Sherina pergi diiringi kesedihan teman temannya.



Selama perjalanan ke rumah baru, Sherina hanya terdiam. Namun diam diam ia menikmati dan memperhatikan pemandangan hutan dan kebun di sekitar Bandung Utara itu.

Lanjut, di sekolah Sherina yang baru ada 3 orang murid nakal. Yaitu Sadam, Ichang dan Dudung. Dan sepertinya Sadam adalah ketua genk nya. Masih pagi, Sadam sudah membuat onar kepada teman sekelasnya, Fariz.



Bu guru menyelesaikannya, ia tidak menghukum Sadam dan genk nya karena di kelas mereka kedatangan teman baru yaitu Sherina. Ketika Sherina menyebutkan namanya, ia malah diejek dengan sebutan "monyet" oleh Sadam dengan lantang. Hal itu membuat Sherina kesal. Syukurlah di hari pertama Sherina mendapatkan teman yang baik, sama baiknya seperti temannya yang di Jakarta. 

Sherina mencoba membalas perkataan Sadam. Ia menantang Sadam, dan Sadam dibuat malu oleh Sherina dan kawan kawannya.


Tidak terima, esoknya Sadam membalasnya. Ia menaruh lem di bangku Sherina dan rok dia jadi nempel di bangku. Sherina sangat kesal dan ia ngedumel di rumahnya. Ia melarang ibunya untuk mencucinya, biar tersangkanya saja yang mencucinya. Ayahnya menenangkannya, Sherina akan di ajak ke sebuah perkebunan besar milik pak Ardiwilaga. Mereka akan menginap 3 hari disana. Sherina langsung berubah menjadi lebih baik.


Sesampainya di rumah pak Ardiwilaga, tanpa disangka sangka ternyata itu adalah rumah musuhnya Sherina yaitu Sadam. Hal yang paling menggelitik, Sadam dipanggil "yayang" oleh ibunya dan ternyata dia anak mami. Entah mimpi apa Sherina bisa menginap di rumah musuhnya. Sadam terpaksa harus mengajak Sherina bermain karena suruhan maminya.


Sherina bermain main dengan Sadam dikebun. Sherina menantang Sadam lomba lari, Sadam menolak. Ia ingin lebih dari itu, yaitu lomba dulu-duluan untuk sampai ke Boscha. Sherina yang pantang menyerah menyetujuinya.

Walau ada tentangan dari orangtua Sadam, tapi akhirnya mereka jadi jalan juga hanya berdua. Selama perjalanan, Sherina takjub dengan pemandangannya yang tidak pernah ia dapatkan di Jakarta dulu.


Sialnya, di tengah tengah perjalanan di dalam hutan Sherina kehilangan jejaknya Sadam. Tiba tiba Sadam menghilang! 

Sherina merasa capek dan ia istirahat sebentar. Tanpa disadari, ia di hampiri oleh seorang pria dan mengatakkan kalau ia temannya pak Ardiwilaga dan Sadam ada di rumahnya dia ingin bertemu Sherina. Sherina curiga namun ia tetap mengikuti pria itu. Sesampainya di "rumah" pria itu, Sadam berteriak dari dalam mobil "Sherina, lari!". Sherina refleks dan dia kabur menjauhi para penculik. Para penculik kecolongan. 


Ternyata Sadam di culik!. Sherina dengan segala akalnya akan membantu Sadam keluar dari mobil penculik itu.


Para orangtua di rumah jadi khawatir, kenapa Sadam dan Sherina belum pulang padahal waktu sudah sore.

Sherina diam diam masuk ke dalam mobil penculik dan sampai di basecamp para penculik. Karena sudah tengah malam, Sherina jadi ketiduran. Tanpa ia sadari, alarm di jam tangannya berbunyi dan ia sadar ia harus menjalankan misi nya. Ia berhasil membawa Sadam keluar dan membawa beberapa bukti untuk di kasih ke orangtuanya.

Sadam mengajak Sherina kabur ke Boscha, tempat tujuan utama mereka. Hanya Boscha satu satunya yang masih buka di tengah malam begini.

Sherina takjub dengan isi dari Boscha, terdapat teropong besar. Dan Sadam bisa dengan lancar menceritakan tentang tata surya.


Mereka tertidur. Sialnya, pegawai Boscha tidak ada di tempat karena istrinya melahirkan jadinya Sherina dan Sadam istirahat disana dan terkunci dari dalam. Sadam tidak bisa tidur karena asma dia kambuh. Para penculik itu mendatangi Boscha dan akan membawa Sadam kembali. Itu karena jejak permen coklat yang dijatuhi Sherina, makanya mereka jadi ketahuan. Sadam menyuruh Sherina saja yang keluar sendirian sambil cari orang orang di pasar, mereka mengenali ayahnya Sadam. Sadam sangat merintih kesakitan dan Sherina meminta maaf kemudian pergi. Ia dikejar kejar oleh penculik namun berhasil menghindar.

Orangtua Sadam di ancam untuk memberikan uang 3 Milyar demi menyelamatkan Sadam. Mami nya Sadam sangat khawatir, ia berniat akan menjual perkebunan suaminya. Suaminya sangat tidak setuju, namun tidak ada cara lain karena ini mendesak. Orangtua Sherina tidak bisa melakukan apa apa selain berdoa. Ayah Sherina ikut mencari Sadam dan Sherina, ternyata mereka jalan sejauh ini. Banyak bukti yang tertinggal seperti plester Sherina dan botol minum Sadam. Alhasil mami nya Sadam meminta tolong Natasha untuk membeli perkebunannya secara cash. Karena Natasha memang dari dulu ingin membeli perkebunan itu.

Usut punya usut, ternyata Natasha adalah komplotan dari seorang mafia tanah yang ingin sekali merampas perkebunan pak Ardiwilaga untuk menyempurnakan proyek real estate nya, pak Kertarajasa. Jadi Kertarajasa menyuruh anak buahnya untuk menculik anak pak Ardiwilaga dan minta tebusan 3M ke mereka. Otomatis, pak Ardiwilaga akan menjual perkebunannya demi mendapatkan 3M itu. Usaha mereka hampir saja berhasil.

Di waktu dan jam yang sama, pak Ardiwilaga akan menandatangani surat perjanjian jual beli tanah sambil menatap sedih, lalu di sisi lain Sherina berhasil menemukkan pasar dan bertemu pedagang yang mengenali pak Ardiwilaga. Dengan cepat Sherina menuju ke rumah pak Ardiwilaga sebelum terlambat.


Sherina datang tepat waktu! Di saat pak Ardiwilaga ingin menandatangi surat itu, Sherina berteriak datang. Para orangtua menghampiri dengan perasaan cemas dan lega. Syukurlah Sherina baik baik saja, namun tidak dengan Sadam. Sherina menjelaskan dengan terengah engah kalau mereka habis jadi korban penculikkan, dan Sadam masih ada di Boscha. Sherina memberikan beberapa bukti yang menunjukkan dalang dibalik penculikkan tersebut. Setelah dilihat, ternyata Natasha adalah komplotan Kertarajasa. Natasha hanya bisa terdiam kalah dan polisi segera menangkap Natasha.

Kertarajasa yang sedang melakukan konferensi pers mengenai project barunya "Pasundan Valley" jadi terhambat karena datangnya polisi yang ingin menangkap beliau. Beliau ditangkap di depan para wartawan dan gagal melanjutkan konferensi pers. Di sisi lain Sadam berhasil di kembalikkan ke orangtuanya.

Keesokannya Sherina menuju ke rumah pak Ardiwilaga sembari tersenyum. Ia mendapati petualangan yang tidak terlupakkan. Sherina dan Sadam pun berbaikan. Di sekolah catatan mereka mengenai liburan selama 3 hari pun sama. Mereka di sorakki riuh oleh teman teman sekelasnya. 



-end-




Jumat, 21 Juni 2024

SINOPSIS DRAMA MISCHIEVOUS KISS : LOVE IN TOKYO



Pemeran utamanya, Aihara Kotoko adalah seorang siswi SMA kelas 3 di SMA Tonan, ia berada di kelas 3F, dimana kelas tersebut adalah kelas anak anak bodoh,, beda sama kelas A yang isinya murid murid pintar dan ambisi.

Ia diam diam menyukai seorang murid laki laki dari kelas A yang sangat cerdas dan tampan, namanya Irie Naoki. Ia jadi kebanggaan guru guru dan teman sekelasnya, IQ nya saja 200. Kotoko menyukai Naoki sejak pandangan pertama ketika Naoki menjadi perwakilan siswa di penerimaan siswa baru waktu kelas 1 SMA.

Selama hampir 3 tahun memendam, Kotoko akhirnya memberanikan diri menyatakan cintanya ke Naoki melalui surat. 
Naasnya, surat tersebut tidak di terima dan di tolak mentah mentah. Hal ini membuat Kotoko shock dan sedih. Hal ini pula menjadi viral di sekolahnya. 



Untung Kotoko punya sahabat yang selalu menghiburnya, yaitu Jinko dan Satomi. Mereka teman sekelas Kotoko. Tidak lupa juga ada Kintaro alias Kin Chan yang selalu ada untuk Kotoko. Ia menyukai Kotoko, namun sifatnya yang sangat bar bar berbeda sekali dengan Naoki, membuat Kotoko tidak menyukai Kin chan. Ia menganggap Kin chan adalah sahabat terbaik. Kin chan sangat peduli pada Kotoko, ia selalu membuatkan makanan untuk Kotoko. Kin chan tau kalau Kotoko menyukai Naoki, namun Kin chan tidak menyerah.



Keesokannya, kesialan terjadi pada Kotoko kembali. Kali ini rumah Kotoko hancur seketika karena kejatuhan batu meteor. Itu membuat Kotoko dan ayahnya sangat sedih.
Kecelakaan tersebut jadi viral karena ada TV yang menyiarkannya. Ayah Kotoko memiliki kedai makanan, mungkin untuk sementara Kotoko dan ayahnya akan tinggal di kedai.

Gara gara terkenal di berita TV, Ma-chan salah satu sahabat lama ayahnya Kotoko datang dan membantu ayahnya Kotoko. Ma-chan memberikan bantuan berupa tumpangan tempat tinggal di rumahnya.

Ma-chan dan suaminya adalah sahabat karib ayahnya Kotoko ketika SMA. Lalu mereka terpisah karena sibuk dengan urusan masing masing.

Kotoko dan ayahnya merasa terbantu. Mereka pun datang ke rumah Ma-chan. Ini seperti reuni kecil.

Betapa kagetnya Kotoko, ternyata anaknya Ma-chan adalah Naoki! Ya, Irie Naoki. Entah harus senang atau tidak, namun ini terjadi begitu saja. Naoki lupa lupa ingat dengan Kotoko. Kotoko jadi ketakutan. Naoki punya adik namanya Yuuki. Yuuki masih SD, ia memiliki sifat sama seperti kakaknya. Naoki dan Yuuki sama sama tidak menyukai Kotoko. Namun, ibunya Ma-chan menenangkannya. Ibunya senang sekali Kotoko dan ayahnya mau menginap. Pokoknya ibunya selalu memperlakukan baik ke keluarga Kotoko.



Hari demi hari dilalui Kotoko yang selalu se rumah dengan Naoki. Naoki bersikap sangat cuek dan ga peduli pada Kotoko. Namun ibunya Naoki selalu menyuruh Naoki bersikap ramah pada Kotoko, karena mereka teman satu sekolahan. Naoki belum bisa menerima itu.

Kotoko tinggal di rumah Naoki adalah rahasia besar, teman teman sekolahnya tidak boleh ada yang tau.

Naasnya, malah ketahuan gara gara Kotoko menyimpan jimat untuk berhasil ujian,, ternyata isi jimat tersebut adalah foto Kotoko dan Naoki di satu rumah. Ibunya Naoki sangat iseng suka ambil foto mereka berdua. Ibunya Naoki sangat terobsesi kalau Kotoko harus pacaran bahkan menikah dengan Naoki.

Setelah kelulusan, Kin Chan tidak melanjutkan kuliah. Itu menjadi hal yang sangat sedih. Namun setelah melihat Kotoko, akhirnya dia sadar akan mimpinya.. Alhasil Kin Chan bekerja sebagai asisten koki di kedai makanan ayahnya Kotoko! dan kerja sampingan di kantin kampus Kotoko. Supaya selalu dekat dengan Kotoko. Melihat usaha Kin Chan, malah membuat Naoki tergelitik sedikit.. Betapa berusahanya Kin Chan terhadap Kotoko. 
Namun lama lama Naoki jadi cemburu dengan kedekatan Kotoko dan Kin Chan.

Naoki dan Kotoko masuk ke kampus yang sama, yaitu Universitas Tonan. Ia mengalah tidak masuk ke Todai karena ia menemukan mimpinya di kampus Tonan. Ia tidak ingin terlalu di atur oleh orangtua nya yang menginginkan mereka masuk Todai seperti ayahnya. Alhasil Naoki memilih jurusan Teknik, bukan Ekonomi.

Kotoko masuk jurusan Sastra Jepang, sepertinya Kotoko mau menjadi guru. Kotoko cemburu melihat Naoki dekat dengan seorang gadis. Sampai saatnya, Naoki memilih UKM kampus, Kotoko pun mengikutinya. Mereka masuk UKM tenis. 

Saingan Kotoko yang bernama Yuko juga masuk tenis. Naoki dan Yuko jadi member tenis yang handal, sedangkan Kotoko masih sangat pemula dan harus sering belajar dasar. Melihat itu Kotoko sangat sedih tapi harus terus berjuang demi bisa dekat sama Naoki.




Naoki sudah biasa selalu diikuti Kotoko, walau sebenarnya ia risih. Apalagi Kotoko dan ayahnya masih tinggal di rumah dia.




Suatu saat, ketika Kotoko sedang berdua dengan Yuuki karena orangtua mereka sedang pergi dan Naoki memutuskan tinggal sendiri di luar dan kerja partime, Kotoko sangat ketakutan karena Yuuki tiba tiba saja mengeluhkan perutnya sangat sakit. Kotoko panik, ia bingung menghubungi siapa. Ia menghubungi ibunya Yuuki malah gak ada sinyal. menghubungi Naoki tapi gak ada nomernya.. alhasil hubungin Kin Chan. Kin Chan mencoba menenangkan Kotoko dan suruh panggil ambulans. Kin Chan akan cari cari tempat partime Naoki untuk memberitahunya.

Ambulans sudah datang dan Yuuki diantar ke RS bareng Kotoko. Kotoko sangat cemas meliat Yuuki, ditambah dia sendirian.

Syukurlah Kin Chan menemukan Naoki, ia langsung memarahi Naoki kalau adiknya sedang sakit dan dibawa ke RS. Mendengar itu Naoki langsung izin dari partime nya dan lari menuju RS bareng Kin Chan.

Syukurlah semua teratasi. Yuuki mengalami usus buntu. Kata dokter untunglah di tangani dengan cepat oleh Kotoko. Kalau terlambat beberapa menit saja, kondisi Yuuki pasti sudah berubah dan tak terselamatkan. Mendengar itu, Naoki jadi bersimpati ke Kotoko. Ia menghampiri Kotoko dan berterimakasih padanya. Kotoko jadi nangis dan memeluk Naoki. Ia ketakutan. 

Gara gara kejadian itu, hubungan Naoki dan Kotoko membaik. Naoki sempat mengajak Kotoko buat tidur di apartment nya, bahkan tidur satu kasur. Itu membuat Kotoko senang sekaligus deg degan.

Setelah dari kejadian itu, Naoki jadi kembali ke rumahnya dan membuat keputusan yang besar. Yaitu ia ingin pindah fakultas ke kedokteran. Mendengar itu keluarganya pada kaget, namun kalau itu adalah keputusan yang tepat untuk Naoki, maka tidak apa apa. Kotoko bingung kenapa tiba tiba Naoki memutuskan untuk ke kedokteran. Naoki hanya diam saja. Padahal itu semua karena Kotoko. Naoki terbuka hati dan pikirannya tentang mimpi, dan akhirnya menemukannya yaitu menjadi dokter.

Ayahnya Naoki mendadak tiba tiba pingsan. Ia langsung dibawa ke rumah sakit. Ternyata ayahnya Naoki mengidap penyakit hati. Ia sepertinya kewalahan dengan perusahaan nya yang sedang mengalami penurunan.
Selama ayahnya di rawat, para bawahan ayahnya mendatangi ayahnya dan menanyakan bagaimana kelanjutan pekerjaannya. Melihat itu Naoki malah kesal karena tidak ada kesempatan untuk ayahnya beristirahat. Tapi apa boleh buat karena semua tanggung jawab perusahaan ada di tangan ayahnya.

Naoki pun membuat keputusan, ia akan menggantikan posisi ayahnya di kantornya. Ayahnya awalnya melarang, namun Naoki bersikeras akan membantu ayahnya, akan menjalakan semua pekerjaan yang ke pending selama ayah sakit. Ayahnya pun mengizinkan walau berat hati. Naoki pun cuti kuliah.

Para investor dan pemegang saham di perusahaan ayahnya perlahan ingin mengundurkan diri. Naoki dibuat gundah. 

Lalu salah seorang investor yang sangat berpengaruh itu tertarik dengan kepribadian Naoki. Ia mencoba memperkenalkan Naoki terhadap cucu perempuannya. Intinya Naoki mau dijodohkan oleh cucunya yang bernama Sahoko. 
Naoki secara terpaksa menerima tawaran itu, demi kelangsungan perusahaan ayahnya.

Ibunya Naoki sangat tidak setuju, namun Naoki marah dan harus menyelamatkan perusahaan dan itulah satu satunya cara. Akhirnya terjadilah pertemuan keluarga antara keluarga Naoki dan keluarga Sahoko.

Sahoko mulai tertarik pada Naoki, bahkan Naoki bersikap sangat manis dan santun ke Sahoko.



Melihat itu Kotoko sangat sedih dan patah hati yang teramat sangat. Bahkan ketika Sahoko diajak ke rumah Naoki, ia merasakan kepedihan karena melihat betapa sempurnanya Sahoko dan sikap Naoki yang sangat sayang dan lembut ke Sahoko.

Ketika sedang sedih dan galau, Kin Chan menghibur Kotoko. Ia mengajak Kotoko jalan jalan. Kotoko tampak bahagia, hingga sampai dia tidak sengaja bertemu dengan Naoki dan Sahoko yang sedang berkencan juga.

Kotoko tampak kesal karena Naoki mengeluarkan kata kata menyakitkan di depan dirinya dan Kin Chan. Kotoko langsung pergi dari hadapan mereka. Tapi, melihat hal itu Sahoko juga kaget dan gak menyangka dengan sikap Naoki yang berbicara kasar pada Kotoko. Sahoko pun pergi meninggalkan Naoki..

Kotoko masih saja sedih dan kecewa pada Naoki. 
Kin Chan meminta tolong pada Kotoko untuk tetap tinggal di restoran ketika sudah tutup. Kin Chan memberikan sample makanan baru ke Kotoko. Kotoko sangat menyukainya.
Kin Chan berniat akan meneruskan restoran ayahnya Kotoko bersama dgn Kotoko.

Kotoko agak kaget.. Kin Chan menanyakan perihal perasaannya.. bagaimana jawaban Kotoko terhadap lamaran Kin Chan.



Kin Chan memegang lengan Kotoko dan mencoba mencium Kotoko. Kotoko pun berteriak dan tanpa sadar memanggil nama Naoki.
Dari situ Kin Chan sadar kalau Kotoko tetap mencintai Naoki dan tidak bisa melupakannya.
Kotoko pergi dari restoran dan hujan hujanan.

Di bawah hujan, Kotoko menangis tersedu sedu memikirkan nasibnya. Naoki yang ia cintai selama ini akan menikah dengan Sahoko. Sedangkan Kin Chan bersikap kurang ajar.. Namun Kotoko juga merasa bersalah pada Kin Chan, ia seperti memberi harapan palsu kepadanya.

Tanpa disangka, Naoki datang menghampiri Kotoko yang kehujanan dibawah pohon. 
Naoki memayungi Kotoko. Lalu ia penasaran bagaimana lamaran Kotoko dan Kin Chan?  Kotoko agak kaget, kenapa ia ingin tahu. Kotoko pun mengatakan dengan perasaan sedih kalau jawabannya adalah rahasia. Tapi ia berencana akan pindah dari rumah Naoki agar tidak mengganggu hubungan Naoki dan Sahoko kelak. Dan Kotoko akan menerima lamaran Kin Chan.

Mendengar itu Naoki ternyata cemburu. Ia berteriak di hadapan Kotoko bahwa dirinya lah yang dicintai Kotoko. Kotoko kesal karena Naoki masih saja percaya diri dan membuat kesal.

Tanpa basa basi lagi, Naoki mencium bibir Kotoko. Ia pun mengatakan kalau ia mencintai Kotoko,, ia tidak ingin jauh darinya. 
Kotoko menangis lagi dan tidak percaya dengan kata kata Naoki. Ternyata Naoki mencintainya juga.




Pulangnya, Naoki meminta izin ke ayahnya Kotoko untuk menikahi Kotoko. Seisi rumah kaget kenapa tiba tiba Naoki ingin meminang Kotoko.
Ayahnya Kotoko ragu, karena Kotoko bukan perempuan sempurna, ia tidak bisa apa apa. Namun Naoki meyakinkan ayahnya, ia pasti akan selalu di dekat Kotoko dan mengisi kekurangan kekurangan yang dimiliki Kotoko.

Ibunya Naoki sangat senang. Semuanya pun senang. Cintanya Kotoko berhasil ia dapatkan.

Besoknya, ibunya Naoki memberikan kejutan. Ia membuat pesta pernikahan secara mendadak!.
Naoki seperti enggan, tapi harus melaksanakan karena sudah di persiapkan. Teman teman Kotoko pun pada datang, ada Jinko, Satomi, Matsumoto, Yuko, Kido bahkan Kin Chan.




Mereka pun menikah dan bahagia.

-Tamat-