Jumat, 15 September 2023

REVIEW FILM LOVE LETTER (1995)

                                         LOVE LETTER 1995


Assalamualaikum wr wb..

Hai, hai..balik lagi nih dan kali ini mau review sebuah film lagi. Hehehe kayanya ga ada bosen bosennya ya dan berasa latah, tiap abis nonton film pasti langsung ga tahan buat review hehehe.

Tapi namanya hobi apa boleh buat dan siapa tau bermanfaat buat yang baca hehehe. 

Sebenernya emang lagi suka nonton nonton gitu.. dari kemaren nyelesaiin nonton drama Korea berjudul Yumi's Cells dan dorama lawas Jepang Itazura na kiss. Lalu diselingin nonton Love Letter dan juga sekarang lagi otw Itazura na kiss yang versi terbaru (2013) love in Tokyo.

Sukanya drama drama yang udah lama gitu hehehe, gak apa apa deh telat.

Nah berbicara tentang review Love Letter, ini adalah film lawas dari Jepang yang muncul di tahun 1995. Kira kira umur gue 4 tahun hahaha. Dan gue berniat nonton sekarang (2023) karena selalu liat review di sosmed kalau film ini bagus dan romantis. Apalagi yang main adalah Takashi Kashiwabara! Aktor Jepang yang tampangnya cakep. keren, cool gitu.. bener2 idola banget. Di Love Letter Takashi masih muda, sekarang sih sudah berumur 44 tahun dan sudah menikah.

Emang bener, pas liat cuplikannya masya allah ganteng banget si Takashi hahaha. Makanya ga sabar buat nonton di handphone.

Baik, gue akan mulai review. Tapi seperti biasa gue akan bikin sinopsisnya dulu.


SINOPSIS


Bercerita tentang seorang wanita bernama Hiroko Watanabe. Ia habis berkabung karena tunangannya, Fuji Itsuki meninggal dunia karena mendaki gunung. Ia pun diundang ke rumah alm. Fuji oleh orangtua Fuji.


Sejujurnya, Hiroko belum bisa move on dari Fuji. Ia masih saja memikirkannya. 

Ketika diajak ke rumah mendiang Fuji, Hiroko diperbolehkan masuk ke kamar almarhum. Lalu Hiroko melihat lihat dan menemukan buku tahunan sekolah Fuji ketika SMP. Kata ibunya, dulu sebelum pindah kemari, Fuji sekeluarga pernah tinggal di daerah Otaru. Mendengar itu, Hiroko jadi penasaran bagaimana kehidupan Fuji ketika SMP di Otaru. Lalu kata ibu Fuji, rumah mereka di Otaru sekarang sudah tidak ada, sudah dijadikan jalan raya.

Hiroko iseng mencatat alamat rumah Fuji yang di Otaru itu di tangannya. Hiroko mengide kalau ia ingin mengirim surat ke alamat itu, walau tau pasti gak akan ada balasan.

Setelah Hiroko mengirimkan surat itu melalui pos, benar saja keesokan harinya surat itu ada balasan!


Entah itu balasan darimana, namun Hiroko menyebutnya itu balasan dari surga. Hiroko membicarakan ini ke temannya sekaligus teman mendiang Fuji, Akiba. Akiba yang sedang bekerja bersedia mendengarkan cerita Hiroko. Akiba berpendapat kalau tidak mungkin "Fuji" yang membalasnya, pasti Hiroko sedang di kerjai. "Kamu jangan langsung percaya begitu saja". Namun Hiroko tetap saja surat menyurat dengan orang yang bernama "Fuji" tersebut. Bahkan Hiroko iseng menanyakan tentang Fuji Itsuki, apakah "Fuji" yang membalas surat ini kenal Fuji Itsuki?.

Benar saja, "Fuji" kenal dengan Fuji Itsuki. Hiroko jadi antusias. 

Ia tidak memberitahu kalau Fuji Itsuki yang ditanyakan itu sudah meninggal dunia. 

Dan ternyata alamat rumah yang dicatat Hiroko adalah alamat rumah Fuji Itsuki perempuan!.

Flashback lah ceritanya..

"Fuji" menceritakan kalau ia sekelas dengan siswa laki laki yang bernama sama, Fuji Itsuki. Fuji dan Fuji selalu sekelas selama 3 tahun dan selalu dijadikan bulan bulanan oleh temannya. Fuji (cowo) bersikap cuek, dingin dan ga terlalu pintar.. namun ia pernah membela Fuji (cewe) karena di olok olok temannya sampai menangis.



Sampai suatu saat duo Fuji tersebut tetap jadi komite perpustakaan. Mereka berdua sering menghabiskan waktu berdua di perpus, namun Fuji (cowo) tidak pernah bekerja, ia hanya santai santai saja sembari baca baca buku di pojokkan.


Namun kalau dilihat lihat, Fuji ini orangnya keren juga. Bahkan ada seorang gadis bernama Sanae yang meminta bantuan ke Fuji (cewe) untuk di comblangkan ke Fuji (cowo). 

Yang ada Sanae di tolak dan Fuji (cowo) merasa kesal kemudian pergi keluar dari perpustakaan.

Pulangnya, Fuji (cowo) malah iseng ke Fuji (cewe) dengan memakaikan karung tepung ke kepala Fuji (cewe) ketika naik sepeda. 

Fuji (cewe) hanya pasrah..

Fuji juga anak olahragawan, ia mengikuti olahraga marathon atau lari. Sayangnya kaki dia cedera karena kecelakaan jadi tidak bisa ikut lomba. Namun ketika hari H lomba, ia memaksakan diri ikut dan malah lari di samping lapangan. Kemudian menyerempet peserta lomba sampai terjatuh. Fuji pun dihukum. 



Kebiasaan aneh Fuji (cowo) yang lainnya adalah ia selalu meminjam buku yang kurang terkenal di perpustakaan, supaya hanya ada nama dia di kartu sewa buku tersebut.

Suatu hari, Fuji (cewe) tidak masuk sekolah dalam waktu yang lama karena ayahnya meninggal dunia.

Tiba tiba Fuji (cowo) datang ke rumah Fuji (cewe). Awalnya Fuji (cewe) merasa aneh kenapa dia datang dan pasti hanya membuat masalah. Namun kedatangan Fuji (cowo) adalah hanya ingin mengucapkan belasungkawa dan sembari membawa buku yang ia pinjam dan memberikan ke Fuji (cewe). Katanya biar Fuji (cewe) saja yang mengembalikkan ke perpustakaan. Fuji (cewe) merasa aneh, kenapa bukan dia sendiri aja yang balikin? Fuji (cowo) beralasan alangkah baiknya kalau Fuji (cewe) saja yang mengembalikkan toh nama mereka kan sama. 

Mendengar itu dan melihat ekspresi Fuji (cowo) membuat Fuji (cewe) tersenyum. 

Baru kali ini dia tersenyum ke Fuji (cowo). Fuji (cowo) terlihat diam dan malu,, ia langsung bergegas pulang dengan sepedanya sembari menatap Fuji (cewe).

Setelah masa berkabung selesai, Fuji (cewe) masuk sekolah lagi. Ia kaget melihat meja Fuji (cowo) kosong dan ada vas bunga di mejanya. 

Ternyata Fuji (cowo) sudah pindah sekolah. Ia mendadak pindah dan tidak mengatakan apa apa. Fuji (cewe) kaget. Karena teman sekelas masih ada aja yang gak suka sama Fuji (cowo), mereka mengerjai Fuji (cowo) dengan meletakkan bunga di meja biar seolah olah dia sudah meninggal. Mendengar itu Fuji (cewe) kesal. Tanpa berkata kata ia memecahkan vas bunga itu dan pergi keluar kelas.

Fuji perempuan mengembalikkan buku yang dipinjam Fuji (cowo) ke perpustakaan. Ia melihat lihat kartu peminjamnya, tidak ada yang aneh.

Itulah pertemuan terakhir Fuji dengannya.

Jadi, hanya itu cerita kenangan yang bisa diceritakan oleh Fuji ke Hiroko.

Akiba mengajak Hiroko untuk menemui Fuji (cewe) di Otaru. Awalnya Hiroko menolak karena belum siap, namun Akiba memaksanya dan menjamin tidak akan terjadi apa apa. Akhirnya Hiroko mau dan pergilah ke Otaru bareng Akiba. 

Mereka menginap di rumah teman Akiba yang juga teman alm Fuji Itsuki. Lalu mereka berkunjung ke rumah Fuji Itsuki (cewe), sayangnya Fuji (cewe) itu tidak ada. Hiroko menungguinya di depan rumahnya sampai lama sekali, namun tetap tidak ada. Alhasil Hiroko dan Akiba pergi.

Hiroko masih menulis surat ke Fuji. Akiba yang selalu menemani Hiroko selalu menghibur Hiroko dan ia mencintai Hiroko.



Hiroko sepertinya berfikir, kalau Fuji tunangannya, dulu menyukai Fuji (cewe). Ia sengaja meminjam buku buku dan ditulis nama Fuji Itsuki karena sebenarnya Fuji (cowo) menyukainya. 

Namun Fuji (cewe) menolak pernyataan itu, sepertinya Hiroko salah sangka. 

Lalu, Hiroko pernah tidak sengaja bertemu dengan Fuji (cewe) di tengah jalan. Dan Hiroko melihat sekilas kalau Fuji (cewe) itu mukanya mirip dengan dirinya. Apakah itu alasan Fuji (cowo) mau berpacaran dan melamar Hiroko?

Pasalnya, Akiba juga mengatakan waktu dulu alm. Fuji sangat cuek dan ga tertarik dengan wanita. Namun ketika Hiroko muncul, Fuji jadi menyukainya bahkan mengajak pacaran. Baru kali ini Akiba melihat Fuji seperti itu ke wanita. 

Mendengar itu Hiroko agak kecewa, apakah karena diri dia mirip dengan Fuji (cewe) makanya ia mau berpacaran dengannya?. Karena juga, Fuji tidak pernah melamar Hiroko. Sebenarnya itu adalah kemauan Hiroko yang ingin di lamar.. Fuji tidak pernah mengatakan apa apa.

Hiroko meminta tolong ke Fuji (cewe) untuk memfoto beberapa spot di SMP mereka. Fuji pun melaksanakannya. Ia ke SMP nya dan memfoto foto sembari bernostalgia. 

Tanpa sengaja ia bertemu mantan gurunya dan mereka bercengkrama. Guru itu mengajak Fuji ke perpustakaan dan bertemu komite baru, para siswi. Para siswi itu tertawa kecil ketika tahu nama wanita yang datang ini adalah Fuji Itsuki. Nama Fuji jadi terkenal dikalangan para siswi komitee karena ada beberapa buku yg dipinjam dgn nama Fuji Itsuki. Padahal itu adalah ulah Fuji (cowo).

Ketika hendak pulang, guru tersebut memberitahukan ke Fuji kalau Fuji (cowo) sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu karena kecelakaan naik gunung. Fuji jadi shock. Ia menahan tangis ketika berjalan pulang.

Hiroko dan Akiba masih di Otaru. Akiba mencoba menenangkan Hiroko dan menyuruh Hiroko sampaikan kata kata ke alm Fuji ke sebuah gunung yang dimana Fuji meninggal dunia. Hiroko yang awalnya malu malu dan takut, akhirnya melaksanakannya di pagi hari yang dingin dipenuhi salju. Hiroko berteriak " Fuji, apakah kamu baik baik saja??" sambil bergetar.

Surat menyurat pun berakhir sudah. Hiroko menyerahkan surat surat balasan ke Fuji semua. Ia mengembalikkanya,, Hiroko mencoba ingin melupakan Fuji, tunangannya.

Rumah Fuji di datangi para siswi komite perpustakaan. Mereka mau menyerahkan sesuatu ke Fuji yang harus Fuji lihat, yaitu buku tebal yang pernah dipinjam Fuji (cowo). Awalnya pas dilihat, biasa saja. Namun ketika ia melihat dibalik kartu member perpustakaannya..

Jeng..Jeng..


Ternyata ada gambar Fuji ketika SMP. Selama ini Fuji tidak menyadarinya dan melihatnya kalau diam diam Fuji (cowo) menggambar dirinya di kartu tersebut. 

Fuji baru sadar kalau ternyata Fuji (cowo) selalu memperhatikannya bahkan menyukainya. Sayangnya Fuji (cewe) tidak peka. Apalagi mereka masih SMP.

Melihat itu Fuji senang sekaligus sedih.. ia hanya memperlihatkan ekspresi tersenyum namun terpaksa karena ingin menangis. Ia ingin menaruh kartu itu di kantong bajunya namun tidak ada.

Tamat


REVIEW

Aaaakkkkk bittersweet movie!! Sad, mad, but sweet and lovely! 

Gila sih, untung aja gue belom baca sinopsisnya sebelum nonton ini, jadi feel nya dapet ketika nonton ini. Dan,, gue GAMON dong alias gagal moveon! Beneran sebagus itu walau nih film bisa dikatakan sederhana. Pengambilan gambar dan latar belakang filmnya yang jadi daya tarik cerita ini.

Emang ga heran sih sama Jepang, bikin film pasti bagus dan bikin gagal move on.. vibesnya tuh beda banget. Di cerita ini aja full salju, jadi berasa dingin dingin anget gimana gitu hahaha.

Pemainnya pun cakep cakep, goodlooking semua,, jadi ga bakal gagal deh film ini.

Awalnya gue berasa alur cerita ini lambat bahkan gak ada pembeda antara Hiroko dan Fuji perempuan. Diperankan 1 orang dan gak ada pembeda gimana ga keder. Gue masih ga ngerti maksudnya bahkan sampe pengen baca sinopsisnya, tapi gue tahan tahan..

Pas adegan flashback baru deh gue paham. Ternyata dibikin mirip or 1 orang yg meranin tuh ada maksud dan tujuannya. 

Berarti pemeran Hiroko/Fuji harus bener bener bisa akting 2 kepribadian ya.

Gue aja sampe bingung lho pas nulis sinopsis karena namanya sama kan, Fuji Itsuki. Gue takut pembaca ga paham hehehe.

Yang bikin so sweet ini adegan flashback nya. Walau cuma minim tapi bener benar membekas di pikiran. Cerita cinta dalam diam dan perbedaan karakter.

Apalagi endingnya, ya Allah..

Kenapa sih peran Fuji cowo HARUS MENINGGAL??

Nyesek banget asli. Tapi kalo ga meninggal malah jadi cerita cinta biasa ya. Ntar ala ala FTV lagi yang cowo udah tunangan tapi balikkan sama gebetan pas SMP,, fiuhh.

Nyesek jadi Hiroko dan juga Fuji (cewe.) Yang 1 masih sayang, yang 1 baru tau kalau Fuji (cowo) ternyata menyukainya.

Ada yang bilang kalau cerita ini berdasarkan novel dan kisah nyata. Katanya Fuji Itsuki (cowo) itu sebenernya jadi dosen mata kuliah seni rupa dan selalu jadiin object Fuji (cewe) buat jadi bahan pelajaran dia. Gak tau bener apa ngga.. kalau bener, dia beneran gabisa move on ya. Tapi sayangnya udah meninggal.

Bener bener cinta dalam diam yg manis banget. Hangat dan manis. Gue kalo inget pasti nangis.

Takashi dan pemeran Fuji (cewe) kecil jadi menang penghargaan sebagai pendatang baru terbaik berkat film ini loh. Salut!

Baru kali ini gue nulis sinopsis singkat hehehe. Sebenernya ada sih cerita cerita yang lainnya misal pas Fuji perempuan sakit flu dan demam tinggi lalu dibawa kakeknya sambil di gendong ke RS. Kakeknya takut kalau Fuji telat di selamatkan sama seperti anaknya yang meninggal gara gara flu. 

Lalu cerita Hiroko yang kehilangan Fuji Itsuki dan datanglah sahabatnya Fuji yaitu Akiba yang menyukai Hiroko. Hiroko masih gamang dan belum bisa membuka hati untuk laki laki lain. Padahal Akiba lumayan ganteng dan baik juga loh. Sampai sampai ada cewek lain yang menyukai Akiba juga. Seolah olah Hiroko adalah cewe beruntung.

Kemudian ada cerita dari duo Fuji. Mereka itu gak akrab selama sekolah. Bahkan Fuji (cewe) ingin berbicara pada Fuji (cowo) mengenai nilai ujian bahasa inggris yang tertukar, tapi Fuji (cewe) malu karena takut di godain lagi sama teman temannya. Alhasil Fuji (cewe) nunggu Fuji (cowo) di parkiran sepeda sampai malam agar bisa berbicara berdua.

Fuji (cowo) beneran cinta kok sama Hiroko. Itu dibuktikan dengan lagu favorit Fuji dari penyanyi Seiko Matsuda berjudul Aoi Sangoshou. Ada penggalan lirik "aku akan mengendarai angin selatan" yang dimana "selatan" itu adalah tempat tinggal Hiroko.

Adegan favorit : Pas pulang sekolah, yang Fuji (cowo) abis nolak Sanae dan pulangnya dia naik sepeda nungguin Fuji (cewe) lewat, pas lewat malah kepalanya Fuji (cewe) di pakein semacam karung gitu.

Itu so sweet banget! Sebenernya itu kode dari Fuji (cowo) kalau dia gak suka di comblangin kayak tadi dan bentuk protesnya yaa begitu hahaha pakein karung. Itu kode kalau Fuji (cowo) menyukai Fuji (cewe).

Takashi Kashiwabara keren banget meranin Fuji Itsuki. Cowo cool, diem, ga banyak tingkah dan diem diem jatuh cinta. Bisa pas banget! Dari tatapan matanya kayak seolah olah bercerita. Keren banget deh asli. Kalo di Indonesia kayak Nicholas Saputra kali ya waktu memerankan Rangga, yang gak lebay dan lebih suka diam.

Pokoknya menurut gue ini tuh must watch! recomended banget parah! 

Dan saran gue jangan baca sinopsisnya dulu, udah langsung tonton aja sampai selesai. Bener bener bikin lo ga bisa move on dan agak nangis nangis gitu lah.

Gue kasih rate 9/10


THANKYOU FOR READING!