Selasa, 08 Oktober 2024

Sinopsis Film Suckseed (2011)

 


Berawal dari kisah Ped, anak laki laki yang introvert, kikuk dan pesimistis yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada teman sekelasnya, Ern. Ern anak yang manis dan pandai bernyanyi, ia awalnya membantu Ped yang kesusahan dalam menyanyikan lagu di kelasnya.



Karena Ern akan pindah ke Bangkok, Ped mempunyai ide yaitu membuatkan lagu (semacam remake lagu dari sebuah band) dengan suara dan petikkan gitarnya sendiri kemudian di rekam di sebuah kaset untuk diberikan ke Ern. Di dalam lirik lagu tersebut ada perasaan Ped terhadapnya.

Setelah berusaha sampai tengah malam, ia langsung pergi ke rumah Ern. Sayangnya rumah Ern sudah di tutup. Ped tidak kehabisan akal, ia menelepon Ern. Naasnya yang mengangkat malah ayahnya dan memarahi Ped karena menelepon malam malam. Ped juga mengaku kalau dirinya adalah Koong, sahabat Ped yang juga teman sekelas mereka.

Esoknya, tiba tiba ada gosip di kelas. Thuang, teman sekelas Ped yang sangat "ember" memberitahukan ke seisi kelas kalau Koong dan Ern saling menyukai. Itu karena Thuang tahu kalau Koong menelepon Ern semalam. Koong mengelak dan mengatakan kalau dia tidak menelepon Ern. Ped yang mengetahui hal itu hanya diam. Ia menggenggam kencang kaset yang ingin diberikkan ke Ern. Ern menjadi kesal terhadap Koong. Koong dan Ern habis di soraki teman sekelas.



Ern pun pergi pindah ke Bangkok. Kaset yang sudah di simpan Ped pun gagal diberikan.

Beberapa tahun kemudian, ketika Ped dan Koong sekolah menengah (entah SMP atau SMA) merasa terkejut karena teman waktu SD nya yaitu Ern jadi anak baru di sekolah mereka dan mereka jadi bertemu kembali. Melihat Ern, Ped jadi berbunga bunga dan tersenyum karena cinta pertamanya kembali datang.


Koong punya saudara kembar, yaitu Kay. Kay menjadi murid populer dan berbakat dalam bidang musik. Ia adalah gitaris kepercayaan di sekolah. Sedangkan Koong entah apa yang di minati, karena ia merasa tidak punya pendirian. Ia selalu mengajak Ped kemana mana. Sikap Koong sangat berbeda dengan Ped, ia sangat percaya diri, seenaknya dan optimistis. Benar benar 2 sahabat yang bertolak belakang.

Koong memilikki ide! Ia ingin membentuk band biar terlihat keren dan bisa menarik perhatian cewek cewek (terutama Ern). Ped merasa ide Koong adalah konyol, namun ia tidak bisa menolaknya. Koong malah sudah menemukkan member baru yang akan menjadi drummer, yaitu si Ex. Dengan cepat, Koong memberitahu ke penjuru sekolah kalau mereka akan manggung di sebuah mall di hari minggu.



Ini hal baru bagi mereka terutama Ped. Ia ditunjuk sebagai bassist. Vokal sekaligus gitaris adalah Koong sendiri. Ped benar benar belajar dari 0. Setelah hari H, mereka tampil di sebuah panggung. Teman teman sekolahnya ada yang dateng, khususnya Ern. Ern semangat ingin melihat mereka. Sayangnya penampilan "KOONG AND FRIENDS" malah kacau, karena penonton mereka kebanyakan anak kecil sedangkan genre band mereka rock. Anak anak pada menangis. Thuang yang merekamnya jadi menggoda Koong dan Ped di kelas. Koong dan Ped malah mengambil hobi lain yaitu baca komik. Mereka merasa malu pada penampilan mereka sendiri kemarin.


Karena kesal dengan omongan Thuang, Ped dan Koong pergi keluar kelas. Pandangan mereka teralihkan karena mendengar suara merdu dari Ern  yang sembari bermain gitar. Ped dan Koong jadi terpana.

Semangat Koong untuk melanjutkan ngeband pun jadi muncul lagi. 

Gara gara Koong kesal dengan band baru kembarannya yang akan berlatih dan ikut perlombaan di ajang musik bergengsi HOT WAVE AWARD, Koong malah merektrut Ern menjadi gitarisnya dan dengan lantang akan mengikuti audisi Hot Wave juga. 


Tanpa Ped duga, Ern menyetujui penawaran itu. Mereka berempat pun latihan bersama. Ped merasa agak sedikit kikuk karena harus latihan bareng cewek yang ia sukai. Mereka menjadikkan gudang di rumah Ex untuk jadi studio dadakan.


Ped diperintahkan untuk menulis lirik. Karena liriknya mau tentang cinta, Ped mencoba mengikuti Ex yang sedang kasmaran pada seorang gadis bernama Som. Namun Ex sangatlah pemalu, beda sekali dengan wajahnya yang sangar. Alhasil mereka masih merasa buntu untuk membuat liriknya. Ped mencoba membuat liriknya sendiri sambil memikirkan Ern. Ketika sambil memikirkan Ern, dengan lancar Ped menulis lirik lagu tentang cinta.

Tanpa disangka, Koong masuk ke kamar Ped yang sedang asik membuat lagu. Ped takut kalau Koong tahu ia masih menyukai Ern. Koong membaca liriknya dan setuju dengan yang ditulis.

Koong mencoba menanyakan perasaan Ped terhadap Ern. Dengan bohong, Ped menjawab kalau ia tidak menyukai Ern. Koong percaya dan dia mengatakkan dengan jujur kalau ia menyukai Ern. Perasaan itu kian membesar. Ped agak shock, sahabatnya juga menyukai gadis yang sama. Bahkan Koong ingin menyatakkannya langsung. Ped jadi pura pura bahagia.



Koong minta Ped untuk menemani pertemuan dia dengan Ern. Ped pun memahaminya dan ia pulang duluan agar tujuan Koong untuk menyatakan cintanya ke Ern berjalan lancar. Koong berterimakasih. Padahal Ped sangat sakit hati, ia harus merelakkan gadis yang ia sukai dengan tulus itu bersama dengan sahabatnya sendiri. Ped membuang buku yang penuh dengan tulisan puisi, lagu bahkan kata kata Ern. Ia menyerah.

Besoknya, Koong menelpon sambil menangis dan menyuruh Ped dan Ex ke stasiun. Koong mengajak mereka ke Bangkok. Di dalam kereta, Koong curhat kalau ia habis di tolak Ern dan dia merasa kesal pada Ern. Bahkan Koong menyuruh Ern keluar saja dari grup bandnya. Mendengar itu Ped merasa senang, ternyata mereka tidak pacaran. Namun di satu sisi dia khawatir gimana nasib band kita kalau Ern tidak ada. Ped merasa kesal pada Koong karena seenaknya. Koong hanya bisa menyesal dan sedih. Ia butuh hiburan dari Ped dan Ex. Mereka bertiga nyanyi nyanyi lagu patah hati selama perjalanan.


Koong hanya ingin menunjukkan ke mereka kalau perempuan itu menyakitkan, dan perempuan adalah makhluk egois. Jadi mereka seharusnya bisa bahagia tanpa perempuan. Koong patah hati ditolak Ern, sedangkan Ex patah hati karena Som menyukai gadis tomboy (ya, ternyata ada indikasi lesbi). Jadi mereka menyebutkan diri mereka pecundang. Mereka menamai group mereka Sucks Shit, yang di tulis menjadi Suckseed. Dan sebuah  stadion besar di Bangkok akan jadi tujuan band mereka untuk manggung.

Mereka mengganti lirik tentang cinta menjadi lirik pencarian jati diri dari seorang pecundang dan jangan gampang menyerah.


Ped menghampiri Ern di saat senggang di sekolah. Ia menanyakan kabar Ern setelah ia di depak dari bandnya. Ern merasa baik baik saja. Jujur Ped merasa khawatir kepada Ern. Ped mengatakan kalau jangan dipikirkan sikap Koong yang seperti itu. Setelah itu, Ped jadi sering menghampiri Ern. Ped mencari cari alasan agar bisa bertemu dengan Ern.



Ped memberikan kaset rekaman yang ia buat dulu ke Ern. Ern mendengarkannya dan ia terhibur. Ern merasakan sikapnya Ped. Ern pun menanyakan bagaimana perasaan Ped terhadapnya, apakah Ped menyukainya?. Ped terdiam dan befikir, namun ia mengatakkan "dulu iya, namun sekarang tidak lagi". Ern memahaminya. Karena merasa tidak jujur, akhirnya Ped menghampiri rumah Ern dan membacakan puisi yang ia tulis untuk Ern. Itu adalah bentuk perasaan dia kepada Ern.


Ped secara jujur dan lantang mengatakkan ia menyukai Ern sejak lama. Ern pun menyambut, ia juga menyukai Ped. Ped sangat bahagia, sampai sampai ia memeluk ibunya. Ern sempat khawatir, bagaimana dengan Koong?. Ped meyakini kalau Koong sudah tidak menyukai Ern lagi.

Ped dan Ern pacaran diam diam. 



Band Suckseed memulai latihan lagi dan melakukan rekaman untuk di kirim ke audisi Hot Wave. Mereka pun was was untuk menunggu hasilnya di radio nanti. Selama itu juga hubungan Ped dan Ern semakin hangat. Mereka menyempatkan diri untuk jalan jalan. Ped sangat menyayangi Ern, namun entah sampai kapan mereka menyembunyikkan hubungan mereka.

Walau Koong suka bertengkar dengan kembarannya, ia sebenarnya peduli pada kembarannya. Ketika partner band Kay menjelekkan Kay di belakang, Koong siap membela kembarannya itu. 

Kay dengan santai mengatakkan kalau ia dikeluarkan dari band dan ia membentuk band baru. Vokalis dari bandnya Kay tidak lain dan tidak bukan adalah Ern. Koong merasa agak sedikit tergelitik, ia tetap pada pendiriannya kalau ia membenci perempuan dan akan tetap terus maju untuk audisi Hot Wave tersebut.



Pengumuman band yang lolos audisi Hot Wave sudah diumumkan. The Arena, bandnya Kay dan Ern lolos menjadi peringkat satu dan Suckseed lolos juga menjadi urutan terakhir. Koong, Ex dan Ped sangat senang sekali dan mereka merayakannya. Mereka semakin semangat menjalani ke tahap selanjutnya. Ped dan Ern pun juga saling menyemangati. Bahkan Ern membuat nama mereka di gitar miliknya (EPED).

Hari H pun tiba. Band yang lolos diharuskan menampilkan lagunya di panggung. Suckseed akan tampil setelah The Arena. Ketika The Arena tampil, Ped dan Koong menyaksikannya di samping panggung. Koong pun bergumam "Ern tetap hebat ya", di setujui oleh Ped. Lalu Koong mengatakan sesuatu yang membuat Ped khawatir dan sedikit kaget. Koong mengatakan "sepertinya aku tidak bisa melupakan Ern". Ped hanya terdiam sembari melihat ke arah Koong yang sedang fokus melihat Ern. Ped jadi bimbang. 

Koong merasa aneh dengan lirik yang dinyanyikan oleh Ern tersebut. Koong seperti ingat, ternyata itu adalah lirik yang pernah ia baca di buku catatannya Ped. Ped membuatkan lagu untuk Ern?

Ped hanya terdiam. Ern yang sedang menyanyi pun sesekali melirik ke arah Ped sambil tersenyum, menandakan kalau benar lirik itu di tulis oleh Ped dan sepertinya mereka mempunya hubungan spesial. Melihat itu, perasaan Koong jadi tidak karuan. Ia merasa badmod dan tidak semangat. Ketika tampil, Koong tidak bersemangat dan bernyanyi dengan datar. Di tengah penampilannya, Koong jadi kesal dan turun panggung. Hal itu sangat mengkagetkan semuanya. Penampilan mereka terhenti dan batal.

Ex mencoba menghentikan Koong. Ped pun mengatakkan kalau ia tahu Koong membencinya kalau ia membuatkan lagu untuk Ern, namun Ped tidak tahu kalau Ern akan menyanyikkan lagu tersebut. Koong tetap saja emosi. Ped malah lebih emosi karena ia merasa Koong sangatlah egois, ia seenaknya memasukkan seseorang ke sebuah band dan mendepaknya juga. Tentang perasaan ia ke Ern, ia mengatakkan kalau ia lebih dulu menyukai Ern dibanding Koong. Mendengar itu Koong kesal dan mengatakkan kalau Ped selama ini kenapa diam saja?? kenapa tidak menceritakkan yang sebenarnya. Koong pun pergi meninggalkan semuanya.

Beberapa hari kemudian, Ped dan Ern bertemu. Ern tahu kalau Ped ingin mengatakkan sesuatu. Ped pasti ingin mengakhiri ini semua. Ern pun sedih karena semua sudah terbaca, Ped meminta maaf. Ern pun pergi meninggalkan Ped sambil menangis.



Masa kelulusan sekolah, Ped jadi sendiri. Koong sudah enggan berteman dengan Ped. Ped hanya memandang ke arah Koong yang sedang asik mencorat coret baju kelulusan dengan yang lain. Ped meninggalkan bass pemberian Koong di meja kelasnya dan pulang begitu saja. Persahabatan mereka retak sudah.

Beberapa tahun kemudian, Ped akan menghadiri reuni sekolah bersama The Arena yang akan menjadi bintang tamunya. The Arena kini jadi band melejit dan sudah mengeluarkan album sendiri. Ped bertemu dengan Ern, Ern sangat senang bisa melihat Ped. Ped mengucapkan selamat dan bangga pada pencapaian The Arena, tidak seperti dia yang tetap jadi pecundang.



Ped bertemu Ex yang malah asik mabuk, dan juga bertemu Thuang yang tidak berubah. Kemudian ia melihat Koong. Koong duduk sendirian sambil menonton video di panggung. Ped menghampiri pelan dan menanyakan ke Koong, apakah ia masih nge band? Koong menjawab singkat "Aku udah lupa semuanya". 

Ped memilikki ide, ia nekat tampil di penghujung acara reuni dengan menyanyikan lagu Suckseed sambil memetik bass yang ala kadarnya. Ped bernyanyi sambil bergetar berharap Koong sadar dan mau kembali seperti dulu. Koong hanya cuek dan tidak berkomentar apa apa, malah Koong membalikkan badan seperti ingin pulang. Ped tetap menyanyi lebih kencang setelah melihat Koong pergi.



Ternyata Koong bukannya mau pulang tapi menghampiri kembarannya untuk meminjam pick gitar sambil menangis cengeng. Ia ingin menyanyikan lagu itu kembali. Koong pun membalikkan badan lagi dan berlari kencang ke arah panggung dan mengambil gitar kemudian menyanyi dengan lantang. Ped tersenyum. Ia menangis bahagia. Di susul Ex yang bermain drum sambil mabuk. Mereka pun bernyanyi bersama lagu ciptaan mereka walau tahu suara mereka sumbang semua. Ped menangis dan memeluk Koong yang juga menangis. Mereka berpelukkan dan berbaikan lagi. Ern yang melihat itu jadi ikutan menangis.

Band Suckseed eksis lagi, dan Ern ada di dalamnya. Hubungan mereka membaik. Perasaan Ern memang tidak berubah kepada Ped namun ada yang lebih penting lagi, yaitu persahabatan dan band Suckseed yang sudah susah payah dibangun. Mereka pun tampil lagi di sebuah acara petani yang habis merayakkan panen sayuran milik mereka.



-End-


Celotehan gue tentang ini film :

1. Ini film gak akan mati dimakan oleh zaman! Bener2 the best dan alur ceritanya bagus plus ngena banget. Film ini emang cowo banget tapi ada sisi sensitifnya setelah bertemu cewe. Bener2 kompleks tapi bagus dan menghibur

2. Baru sadar kalau film ini ala ala anime. Iya, di tengah2 ada ilustrasi ala anime, tapi dari mimik muka, scoring dan sebagainya tuh komikal banget. Berkarakter. Sutradara sengaja milih cast yang mukanya berkarakter jadi bisa membuat mimik muka ala ala komik atau anime

3. Penyanyi di kereta itu sama kayak pemain di ATM 

4. Kayanya kalo film ini ditampilin di Indo bakal ada beberapa yang di sensor or di cut deh. Pas adegan Ex suka sama gebetannya, dan ternyata dia lebih tertarik sama cewe tomboy. Mengandung LGBT jadinya. Ya gpp sih di cut, gak mengurangi esensi ceritanya

5. Kenapa gue rewatch film ini di tahun 2024? Karena tiba tiba gue kepikiran sama pemeran Suckseed pas masih kecilnya

6. Lagu lagu pop Thailand ternyata enak juga

7. Suka ngakak sama adegan Koong dan kembarannya Kay, kayak maksain cuy 🤣. Tapi lucu. Mana Kay ceritanya kalem2 cool gitu beda sama Koong yang ambisius, bawel dan seenaknya wkwkw

8. Sebenernya tuh dari awal udah dikasih tau kalo ERN SUKA SAMA PED. Dimulai dari dia masih hafal sama nama lengkap Ped. Padahal bisa aja kan lupa secara itu beberapa tahun yg lalu dan dia pindah ke Bangkok yang pasti banyak ketemu orang, perhatiin deh dia selalu notice dan senyum kalo ketemu Ped, dia mau diajak pergi kalau ada Ped nya. Jadi bisa dibilang mereka berdua sama sama suka tapi ga pada tahu.

9. Gue baper banget sama Ped alias Jirayuu LaongManee!!!. Dia meranin karakter Ped yang cupu abis, introvert dan baik hati tuh dapet bangettt! Apalagi pas dia berduaan sama Ern, dia tuh langsung malu. Dia suka natap "sayang" ke arah Ern. Apalagi pas Ern nanya "ada gak ya kata kata selain cinta?" (Ini lagi ngomongin lirik). Ped natapnya tuh..duh!! Sumpah bikin speechless. Kaya tulus banget gitu. Pokoknya tiap dia berduaan, tatapan Ped selalu bikin luluh. Cara jalannya pun realistis banget ala ala cowo culun 😂. Thailand bener2 keren sih bikin film, kayak diperhatiin banget karakternya. Koong juga jadi karakter egois, diperhatiin mimik muka sampe cara jalannya. 

10. Ternyata cara Koong dan Ped menyatakkan cinta ke cewek yang dia sukai sama. Sama sama pake lagu. Koong memberikkan kaset dan Ern suruh dengarkan, tapi malah di tolak setelah di dengarkan. Ped, kasih kaset juga yang pernah dia bikin pas SD tapi dia beruntung karena abis itu di terima sama Ern. Walau kurang realistis sih disini, seorang pelajar nyatain cinta terang terangan pake lagu. Paling banter kan lewat surat atau telepon.

11. Kita pasti punya temen seperti tokoh Thuang. Cowo tapi serba tau, selalu aktif disekolah, suka godain sana sini dan narsis. Hahaha bener2 kaya realistis di kehidupan sekolah. Kalo ibarat perusahaan, Thuang adalah humasnya.


Sumber gambar : wikipedia, google, X dan facebook

Tidak ada komentar:

Posting Komentar