Crazy Little Thing Called Love
Menceritakan kisah cinta pada masa sekolah yang manis dan pahit.
Namun di awal film kita di suguhkan tampilan seorang laki laki yang ada di sebuah galeri foto dan sedang menerima tamu perihal foto foto yang ia tampilkan. Kemudian wawancara itu terhenti karena ada anak bayi laki laki yang menangis, dan laki laki itu menghampiri si bayi sambil mengatakan "anakku"
Apakah itu adalah anaknya? Apakah sang laki laki itu sudah menikah?
Lalu cerita flashback pun terjadi, ini adalah cerita pas sekolah.
Nam, seorang pelajar yang biasa saja. Dari segi penampilan pun ia cuek. Kulit ia terlihat gelap, berkacamata dan rambut pendek. Bisa dibilang ia berpenampilan culun. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada kakak kelasnya, yang bernama Shone. Shone juga aktif di dunia fotografi di sekolahnya dan sepakbola. Ia menjadi idola para gadis gadis di sekolahnya karena ketampanan dan kerennya dia.
Nam diam diam menyukai Shone, ia diam diam melewati kelasnya Shone, mencatat nomer teleponnya Shone dan selalu memperhatikan Shone. Ia akan khawatir kalau Shone dekat dekat dengan gadis lain. Sahabat Nam meminjam sebuah buku tips untuk mendekati seseorang yang di sukai. Nam pun diam diam membaca dan mengikutinya.
Sahabat Nam akhirnya tau kalau ia menyukai Shone. Sahabat sahabatnya pun pada membantunya. Mulai dari memperbaiki penampilan Nam yang harus terlihat putih, pakai soft lens dan pakai behel biar gigi nya rapi, memberikan cokelat valentine ke Shone sampai menemani Nam bertemu Shone. Mereka memberanikan diri datang ke rumah Shone yang ada toko peralatan olahraga. Betapa kagetnya Nam ternyata ada Shone.
Namun usaha Nam tidak semulus itu. Ia mendapati saingan wanita yang lebih cantik dan manis. Ia bahkan keterima di eskul nari, eskul dimana isinya wanita wanita cantik dan populer. Nam dan teman temannya jelas tidak keterima. Nam habis di ejek sama gadis saingannya itu. Gadis itu lebih sering berinteraksi dengan Shone.
Nam tetap tidak menyerah, ia seperti masih ada harapan. Apalagi Shone yang baik dan suka menegur Nam, itu seperti angin segar bagi Nam.
Nam mau mengikuti pertunjukkan Putri Salju hanya karena team produksinya adalah Shone. Nam menjadi pemeran utama hanya karena ia pandai dalam bahasa inggris. Namun Nam kecewa karena pas hari H pertunjukkan, Shone tidak nampak batang hidungnya.
Usaha demi usaha sudah dijalankan oleh Nam. Bahkan ia akan meningkatkan prestasinya agar bisa menemui ayahnya yang di Amerika sebagai koki. Ayahnya menjanjikan kalau salah satu anaknya ada yang berhasil juara 1 di sekolah, ia akan dibelikan tiket ke Amerika dan bertemu dengannya. Nam sangat semangat.
Berbulan bulan lamanya, Nam jadi terlihat berbeda. Ia semakin cantik, kulit putih, rambutnya panjang dan tidak pakai kacamata lagi. Sang guru secara tidak sengaja melihat kehebatan Nam yaitu memainkan raket bulutangkis ke atas untuk menurunkan cock nya yang nyangkut. Sang guru menyuruh Nam agar menggantikan posisi mayoret di marching band nanti. Nam pun terpaksa mau. Posisi mayoret adalah posisi yang diinginkan para siswi. Nam pun terpilih.
Nam terus terusan latihan. Shone juga sibuk latihan sepak bola untuk kejuaraan di sekolahnya.
Di kelas Shone kedatangan murid baru, yang bernama Top. Dia adalah kawan lamanya Shone.
Top jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Nam. Tapi ia masih belum berani mengungkapkan. Top ingin meminta bantuan ke Shone.
Nam akhirnya berhasil menjadi mayoret yang membanggakan. Di sudut lain, terlihat Shone melihat pertunjukkan mayoret Nam. Nam sangat senang dan bangga bisa mengharumkan nama sekolah. Nam pun jadi terkenal dan favorit di kalangan murid laki laki.
Di hari valentine tiba, Nam mendapatkan banyak sekali cokelat dan hadiah. Namun ia tetap murung karena laki laki yang ia harapkan, Shone tidak datang. Setelah menunggu lama, akhirnya Shone datang menghampiri Nam seorang diri. Ia datang sambil membawa bunga dengan akarnya. Nam sangat senang, ia senyum senyum bahagia. Namun senyum Nam hilang ketika Shone mengatakan "Itu dari temanku", kemudian Shone pergi menjauhi Nam.
Nam heran kenapa itu bukan dari Shone, padahal ia sangat senang menerima bunganya. Tak dinaya, di bunga tersebut ada sebuah surat. Isinya adalah pertemuan di sebuah tangga sekolah setelah jam pelajaran selesai. Nam mengira itu dari Shone. Nam pun datang dengan harap harap cemas. Ketika di lantai bawah terlihat ada Shone yang perlahan menghampiri Nam, tiba tiba ada seorang laki laki datang dengan senyum dan mengajak berbicara Nam. Ia mengatakan "Syukurlah kamu membaca surat itu dan datang". Ternyata itu dari Top, sahabatnya Shone.
Shone menghampiri Nam tadi hanya ingin bertanya kenapa sendirian ada di tangga.
Nam tampak kecewa, ternyata itu bukan dari Shone. Top pun langsung menyatakan cintanya ke Nam. Nam kaget dengan pernyataan itu. Top terkesan "memaksa", ia mengatakan "kalau kamu diam saja berarti kamu setuju berpacaran dengan ku".
Nam hanya diam saja.
Diam nya Nam adalah bingung dengan pernyataan yang tiba tiba itu.
Top selalu mendekati Nam, ia selalu mengantar jemput Nam untuk bermain bersama bareng genk nya, yang sudah pasti ada Shone. Maka dari itulah alasan kenapa Nam selalu mau menerima ajakkan Top.
Seiring dengan akrabnya Nam dengan genknya Shone, sahabat sahabat Nam pada kecewa karena merasa di jauhi. Apalagi ketika Cheer berulang tahun, Nam malah tidak ada dan tidak mengucapkan ulangtahun. Ia malah sibuk jalan jalan dengan genk nya Shone.
Dalam acara jalan jalan Shone dan kawan kawan, Nam mendapatkan hal yang sedikit mengecewakan. Ia mendengar langsung kalau Shone dan Top tidak akan menyukai wanita yang sama. Dan ketika sedang berjoged dan nyanyi ria bersama, Top tiba tiba mencium pipi Nam. Itu membuat Nam kesal dan badmood.
Nam pun akhirnya tegas terhadap Top, kalau ia sudah tidak ingin di dekati Top lagi. Ia tidak pernah menyatakkan setuju untuk berpacaran dengan Top. Top kecewa..
Nam jadi sendirian. Ia dijauhi oleh sahabatnya, dan ia sudah tidak ingin bergabung dengan Shone and the gank nya karena putus dengan Top. Top malah sedang dekat dengan gadis lain yang dulu jadi saingannya Nam.
Nam berbaikan dengan sahabat sahabatnya terutama dengan Cheer. Ia tidak ingin jauh dari mereka apalagi mereka akan lulus sekolah.
Beberapa bulan kemudian, sahabat sahabat Nam memberitahukan ke Nam kalau dia menjadi urutan pertama di hasil semester akhir ini. Nam sangat senang sekali, ia jadi bisa bertemu dengan ayahnya di Amerika. Tapi dia juga kepikiran soal Shone. Sahabatnya menyarankan agar Nam menyatakan cintanya langsung ke Shone yang sudah di pendam selama 3 tahun itu.
Ketika hari kelulusan, Nam memberanikan diri berbicara 4 mata dengan Shone di sebuah kolam renang sekolah. Ia sambil berkaca kaca mengutarakan semuanya. Nam mengatakan dengan menggebu gebu kalau ia memendam rasa pada Shone selama 3 tahun ini dan merubah penampilan serta prestasinya demi Shone.
Setelah mengutarakannya, ia memberikan setangkai mawar putih ke Shone.
Shone memberikan ekspresi sedih, ia hanya diam mendengar pengutaraan Nam. Shone sengaja memberikan kode ke Nam kalau ia sudah berpacaran dengan Pin, teman satu genk nya Shone.
Betapa sedih dan sakit nya Nam, ia kecewa sudah tertolak oleh Shone. Nam pun mencoba menjauh namun yang ada ia malah tercebur ke kolam. Ia tidak perlu bantuan dari Shone. Nam pun naik dari kolam dan memberikan selamat ke Shone atas jadiannya ia dengan Pin. Nam pergi sembari menangis. Nam patah hati.
Sesampainya di rumah, Nam masih sedih dan menangis. Usaha ia sia sia, apalagi ia akan ke Amerika dan tidak akan bertemu dengan Shone lagi.
Di sisi Shone, ia pulang ke rumahnya dan kaget karena sudah ada manager dan pelatih dari salah 1 klub sepakbola terkenal di Thailand ada di rumahnya. Shone terpilih. Ia disuruh ke Bangkok malam itu juga. Sebelum bersiap siap, Shone membukka buku scarpbook dia yang ternyata isinya adalah foto foto Nam!
Ya, ternyata Shone diam diam suka memotret Nam. Ia memilikki rasa kepada Nam dari awal bertemu.
Ketika Nam memberikan cokelat valentine, Shone menyimpannya dengan baik di kulkas.
Waktu Nam di dandanin untuk acara pementasan Putri Salju, Shone emang berkata ketus kalau rupa Nam terlihat sama saja. Padahal maksud Shone adalah dia sama saja tetap cantik, tidak berubah. Ia senang bisa memotret Nam dengan sempurna.
Ketika Nam tampil sebagai putri salju, Shone sedang disuruh untuk bersiap siap datang ke kontes fotografi oleh kepala sekolahnya. Makanya ia tidak menonton Nam.
Lalu ketika Nam akan terjatuh dari panggung dan tangannya di genggam oleh Shone, di saat itulah Shone merasa deg degan kepada Nam.
Shone lah yang memberikan apel yang sudah di gigit dan secarik kertas kata kata semangat kepada Nam di ruang makeup.
Bunga mawar putih yang diberikan ke Nam itu sebenarnya adalah dari Shone, namun ia sangat malu mengatakan yang sebenarnya. Makanya dia hanya bilang "itu dari temanku".
Shone sangat bangga dan suka melihat Nam giat berlatih untuk jadi mayoret, dan ia tidak ketinggalan memotret Nam pas tampil di parade drumband itu.
Shone merasa cemburu ketika tau sahabatnya Top menyukai Nam juga. Shone tidak bisa berbuat apa apa karna perjanjian mereka yang tidak boleh menyukai gadis yang sama. Bahkan ketika Top dan Nam putus, Top memperingati Shone agar jangan memacari Nam. Jujur Shone sedih. Iya tidak bisa bertindak apa apa.
Sebelum Shone pergi ke Bangkok, ia menyempatkan ke rumah Nam dan meletakkan buku scrapbook tadi di depan rumah Nam.
9 tahun kemudian, balik ke masa sekarang, Shone mengantarkan bayi tersebut ke Pin yang sedang bekerja. Pin merasa terbantu oleh Shone yang mau membantu dan menjaga anaknya. Shone merasa tidak keberatan. Pin merasa seandainya ayah kandungnya peduli seperti Shone, ia pasti senang. Shone pun mengalihkan pembicaraan agar Pin tidak sedih. Shone pun pamit pergi karena akan mendatangi sebuah acara televisi.
Nam dewasa datang ke acara talkshow. Nam sekarang sebagai perancang mode yang terkenal di Thailand. Nam pun bercerita dulu ada seorang laki laki yang merubah diri dia menjadi cantik dan populer. Namun akhir ceritanya tidak seperti yang dibayangkan.
Tak disangka sang pembawa acara menghadirkan Shone ke panggung. Nam jadi kaget. Shone mantan pemain sepak bola dan sekarang jadi fotografer profesional datang menghadiri Nam dan menyerahkan buket bunga ke Nam. Nam jadi gugup. Ternyata hasil hasil foto yang dibuat oleh Shone adalah sosok Nam ketika sekolah dulu. Mereka saling menginspirasi.
Nam bertanya ke Shone, apakah ia sudah menikah?. Shone menjawab belum, karna ia masih menunggu seorang wanita dari Amerika kembali. Nam pun terharu bahagia.
-Tamat-




Tidak ada komentar:
Posting Komentar